
Elisa terbangun saat alarm di ponselnya berbunyi, saat dilihat ternyata pukul 03.15 WIB, Elisa pun membuka matanya perlahan dan mengumpulkan nyawanya sebelum beranjak dari tempat tidur. 10 menit kemudian, Elisa pun bangun dan membuka pintu kamar menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya yang masih setengah mengantuk.
Dia melihat kalau Mama dan Papanya belum bangun, bulan puasa ini hanya ada mereka bertiga sementara adik-adik Elisa masih sibuk bekerja di ibukota. Elisa pun lantas masuk ke kamar Mamanya dan membangunkan Mamanya.
"Mah, bangun.. Sudah jam 03.25 WIB.."
"Ya sayang.." jawab Mama Elisa.
Setelah itu Elisa pergi ke dapur ternyata Mamanya belum memasak lauk, baru hanya ada nasi di dalam rice cooker, akhirnya Elisa mencari sesuatu di dalam kulkas, dia menemukan telur, saat itu juga dia mulai memasak telur dadar. Ya, Elisa bukan tipe orang yang pemilih makanan, apapun yang ada dia makan, kalau masih dalam keadaan mentah ya dia akan memasaknya terlebih dahulu.
"Sayang, kamu masak apa nak?"
"Aku masak telur dadar Mah.."
"Loh kok masak telur dadar, kan Mama sudah masak telur balado.."
"Loh Elisa enggak tahu Mah.. Emang Mama taruh dimana lauk telur baladonya?"
__ADS_1
"Di lemari rak piring.."
"Oh pantesan Elisa enggak lihat.."
"Ya kan kamu enggak tanya dulu ke Mama.."
"Ya ini sudah terlanjur digoreng Mah.. Elisa makan telur dadar saja deh.."
"Ya sudah terserah kamu saja nak.."
Papa Elisa dan Mamanya pun siap menyantap hidangan mereka. Elisa juga sudah selesai memasak telur dadar tinggal mengambil nasi.
"Sudah jam 03.40 WIB saja.. Huh harus cepat-cepat makan nih biar enggak keburu imsak.." ucapnya lirih.
Elisa pun buru-buru menyantap makanannya sampai habis, dia pun masih sempat lagi membuat susu hangat untuk menjaga agar tubuhnya tidak lemas saat berpuasa nanti.
Pukul 04.15 WIB, sudah masuk waktu imsak. Elisa pun ke kamar mandi untuk menggosok gigi. Mama Elisa pun demikian. Tiba-tiba Elisa sadar kalau dia perlu mandi junub hanya karna Reyhan semalam.
__ADS_1
"Aduh.. Hampir saja aku lupa, aku kan semalam habis berhubungan sama Reyhan.. Perlu keramas pula.. Huh.." pikirnya.
"Kenapa Sa?" tanya Mamanya yang melihat Elisa gelisah.
"Oh enggak apa-apa kok Mah.. Elisa baru sadar kalau Elisa belum keramas.."
"Ya sudah buruan mandi dan keramas sebentar lagi masuk subuh loh.."
"Emmm.. Elisa mandinya nanti deh Mah.. Kalau sekarang takut kedinginan kan baru pukul 04.20 WIB Mah.. Nanti Elisa subuhan di rumah saja.."
"Ya sudah lah terserah kamu sayang.." Mama Elisa pun ke kamar sebentar.
04.25 WIB sudah memasuki waktu subuh, azan pun mulai berkumandang dari masjid 1 ke masjid yang lainnya.
Mama Elisa dan Papanya mulai mengambil air wudhu dan ikut jamaah di masjid.
Elisa pun mulai beraksi setelah kedua orang tuanya pergi meninggalkan rumah. Dia buru-buru mengambil air wudhu dan membasahi semua tubuhnya dari ujung kepala sampai ujung kaki. 10 menit berlalu, dia pun keluar dan mengambil air wudhu untuk menjalankan sholat subuh.
__ADS_1
Setelah sholat, seperti biasa Elisa berdoa dan kali ini dia bersyukur karna masih diberikan umur panjang sehingga bisa bertemu bulan ramadhan di tahun ini. Dia pun mulai tadarus qur'an setelah berdoa. Berharap di bulan yang suci ini dia bisa menebus semua dosa-dosanya dengan pahala yang berkali kali lipat.
20 menit tadarus, akhirnya Elisa pun mulai mengantuk, dan akhirnya dia tertidur dengan nyenyaknya pagi itu. Sementara alarm sudah di setel di jam 07.30 WIB karna ini bulan puasa jadi Elisa tak perlu bangun pagi, karna dia tidak sarapan untuk beberapa hari ke depan.