
Pagi pukul 04.45 WIB Elisa terbangun dari tidurnya, dia mengucek matanya dan bergegas meninggalkan ranjang dan segera mengambil handuk menuju ke kamar mandi. Pagi itu gema takbir masih berkumandang. Selesai mandi Elisa pun berwudhu dan menunaikan sholat subuh sembari berdoa semoga di hari yang suci ini dia bisa melihat dan berkumpul dengan orang-orang yang dicintainya.
Selesai berdoa, Elisa pun pergi ke dapur melihat mamanya yang masih sibuk memasak. Dibantunya sebentar mamanya.
"Mah, Elisa bantu ya.."
"Enggak usah sayang sebentar lagi juga selesai kok.."
"Enggak apa-apa mah, Elisa bantu ngaduk-ngaduk saja deh.."
"Ya sudah terserah kamu saja sayang.."
Tiba-tiba saja Mama Elisa membahas perihal Reyhan.
"Bagaimana Sa? Apa nanti Reyhan akan datang kesini?"
"Elisa belum tahu Mah.. Belum tanya lagi.."
"Lho kok belum tanya lagi sih sayang? Kalau dia serius pokoknya dia harus datang.."
"Ya deh mah.."
"Maafin Elisa ya Mah.. Elisa enggak tahu harus bagaimana lagi untuk mencari alasan.." ucapnya dari dalam hati.
"Langit sudah mulai terang.. Mama mandi dulu ya Sa.. Kamu kalau sudah selesai juga siap-siap buat pergi ke masjid untuk sholat ied.."
"Iya Mama ku sayang.."
Mama Elisa pun pergi mandi sementara Elisa mulai beberes rumah sebentar karna takut banyak orang yang akan datang ke rumah.
Pukul 06.15 WIB
"Sa, sudah siap belum? Ayok berangkat nak.. Sudah siang loh.. Sholat Ied dimulai pukul 06.30 WIB. Takutnya kita enggak kebagian tempat.." teriak mama Elisa dari luar rumah.
"Iya Mah.. Sebentar lagi kok.. Tungguin ya Mah.."
ucapnya sembari memasukkan uang ke dalam amplop.
Setelah selesai pun Elisa keluar rumah dan berangkat bersama kedua orang tuanya dan adik-adiknya.
Sesampainya disana benar saja mereka tidak mendapatkan tempat alhasil Mama Elisa pun membuka tikar yang sedari tadi sudah dibawanya dari rumah. Nampak banyak orang yang mengikuti sholat Ied. Elisa pun benar-benar merasakan perasaan yang haru bercampur bahagia.. Bagaimana tidak? Rupanya sang pencipta masih memberikan umur panjang pada dirinya untuk bisa merasakan moment Idul Fitri berkumpul dengan orang-orang disekitarnya walaupun dia sadar kalau dosanya sangatlah banyak.
Pukul 06.25 WIB sang pengurus masjid pun naik ke mimbar memberitahu kalau sholat Ied akan segera dimulai sembari memberitahu tata cara dan niat sholat Ied.
Setelah selesai menunaikan sholat Ied kemudian imam masjid pun berceramah. Elisa yang mendengarkannya pun sedikit mengantuk. Ya karna tadi sebelum berangkat Elisa tak sempat makan dulu, hanya meminum secangkir teh hangat yang dibuatkan mamanya.
"Kamu kenapa nak?" tanya mama Elisa.
"Ngantuk banget Mah.."
"Semalam tidur pukul berapa?"
"Enggak tahu Mah.. Mungkin tidur terlalu malam karna Elisa tidak melihat jam dinding.."
__ADS_1
"Ya sudah.. Sebentar lagi juga selesai kok.."
Pukul 07.00 WIB sholat Ied pun selesai.. Para jama'ah pun berdiri dan saling berjabat tangan sembari meninggalkan halaman masjid.
Sampai dirumah Elisa langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur.
"Subhanallah ngantuknya.. Apa perlu mandi lagi?" ucapnya pada diri sendiri.
Diluar kamar Elisa nampak ramai karna mama papa dan adik-adiknya sedang akan menikmati opor ayam dan lontong. Elisa pun langsung beranjak dan keluar dari kamar.
"Sini Nak ikutan makan.." ucap mama Elisa.
"Iya Mah.. Siapin dulu ya Mah, Elisa mau ganti baju dulu.."
"Ya sudah sana nak.."
Enggak lama setelah itu Elisa datang berkumpul dan makan bersama keluarganya. Sungguh suasana yang hangat. Karna beberapa tahun terakhir Elisa tidak bisa merasakan moment seperti ini.
Ketika sedang asyik menyantap hidangan lebaran tiba-tiba saja datang tamu yang tak lain adalah om dan tante Elisa beserta anak-anaknya.
Langsung disuruhnya masuk dan dibukakan toples-toples berisi kue-kue kering yang dibuat sendiri oleh mama Elisa.
"Sudah pada makan belum nih?" tanya mama Elisa ke anak-anak tante.
"Sudah Bude.."
"Kalau belum nanti Bude ambilkan sepiring lontong sayur lauk opor ayam.."
"Enggak usah repot-repot Bude.. Kita makan jajan saja.."
"Mah.. Sudah yuk kita pulang, Elisa merasa capek.."
"Ya sudah yuk.."
Kami pun berpamitan ke tuan rumah yang tak lain adalah saudara kami. Sebelum pulang pun sang pemilik rumah membagikan angpao lebaran kepada sepupu-sepupu Elisa yang masih kecil. Begitu juga Elisa karna moment ini hanya dirasakan setahun sekali. Dan berbagi disaat-saat seperti ini sangatlah membahagiakan.
Sepulang dari rumah saudara pun semuanya melepas penat. Elisa juga berbaring lagi di tempat tidurnya. Ingin rasanya dia tidur sejenak untuk mengisi energi yang sudah terkuras beberapa jam tadi.
Tiba-tiba saja ponsel Elisa bergetar. Rupanya Reno melakukan video call dengan Elisa. Segera Elisa angkat telepon itu.
"Hai Sa.. Minal Aidin Walfaidzin ya.."
"Ya Ren.. Sama-sama ya.. Jangan ngambek-ngambekan lagi loh ya.."
"Hehehe.. Ya enggak lah Sa.."
"Kamu di rumah saja Ren?"
"Iya nih habisnya mau kemana sih Sa?"
"Kamu enggak pulang menemui orang tua mu Ren?"
"Enggak.. Nanti saja lah Sa.."
__ADS_1
"Apa kamu main kesini Ren?" tanyanya ke Reno sambil senyam senyum.
"Malu sama mama papa mu Sa.. Nanti dikira pacar kamu pula.."
"Hahahaha ya enggak lah Ren.. Kenapa harus malu kan kamu ngobrolnya sama aku bukan sama mama papa ku.."
"Iya juga yak.. Tapi tetap aja lah Sa.. Titip salam saja deh ya buat mama papa kamu.."
"Ok deh Ren.."
Ketika mereka lagi asyik mengobrol tiba-tiba saja ada notif chat dari Reyhan.
"Eh Ren.. Sebentar ya aku buka chat dulu.. Ini Reyhan kayaknya chat aku.."
"Oh ya sudah Sa kalau begitu dimatiin saja dulu takutnya itu chat penting.. Gampanglah nanti telpon lagi.."
"Ya deh.. Kamu enggak apa-apa kan Ren?"
"Ya enggak apa-apa dong Sa.. Masa iya aku harus marah sih.."
"Ok thanks karna sudah mau ngertiin Ren.. Bye.."
"Bye juga Sa.."
Panggilan pun terputus.
"Sa.. Minal Aidin Walfaidzin ya.."
"Ya.. Sama-sama Han.. Kamu jadi main kesini?" Elisa langsung to the point ke Reyhan.
"Aku enggak tahu Sa.. Memangnya mama kamu nanyain aku?"
"Kalau mama enggak nanyain ya buat apa juga aku tanya ke kamu Han?"
"Aduh aku bingung Sa.."
"Ya kamu bingung karna kamu sebenarnya mantapnya sama Elena kan Han?"
"Enggak gitu juga Sa.. Tapi aku benar-benar enggak tahu harus jawab apa kalau mama mu tanya tentang pernikahan.."
"Kenapa kamu bingung jawab.."
"Ya karna aku belum punya modal banyak sih untuk nikah.."
"Ya makanya kerjanya yang rajin, jangan boros.."
"Hehe aku kerja rajin oh sayang.."
"Rajin tapi uangnya enggak kumpul.. Terus kapan mau balikin uang aku yang kamu pinjam kemarin-kemarin itu?"
"Aduh aku jujur lebaran ini banyak pengeluaran Sa.. Untuk saat ini memang lagi bingung banget mikirin buat ini itu.."
"Ah kamu mah alasan melulu.. Enggak tahu juga kamu bohong atau jujur.."
__ADS_1
"Aku enggak pernah bohong sama kamu Sa.. Kamu harus percaya sama aku.. Nanti kalau ada pasti aku balikin kok.."
Elisa terlanjur kesal akhirnya tidak mau membalas chat Reyhan lagi.