SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Calon Partner Baru


__ADS_3

"Kamu kenapa Sa?" tanya Emeli yang melihat muka Elisa nampak depresi.


"Biasa lah, aku kesal sama Reyhan. Dia tuh susah banget buat jauhin aku apalagi melepaskan aku Mel.. Hanya karna kita sudah melakukan sejauh itu.."


"Setahu aku ya Sa, Reyhan itu masih belum bosan sama kamu, kelak kalau dia sudah bosan pasti dia akan dengan mudahnya melepaskan mu Sa.."


"Aku enggak yakin Mel.."


Ketika mereka sedang asyik mengobrol tiba-tiba saja ada seorang lelaki yang sedang berbicara tatap muka dengan bos mereka. Nampaknya lelaki itu tengah menanyakan perihal lowongan kerja. Elisa dan Emeli pun tak sengaja mendengarkan percakapan bos mereka dengan lelaki itu. Benar saja, lelaki itu diterima masuk kerja di toko tempat Elisa bekerja.


"Ya Pak, Saya memang sedang membutuhkan pekerjaan ini, apa Bapak bersedia menerima Saya bekerja disini?"


"Kalau kamu punya tanggung jawab dan benar-benar membutuhkan pekerjaan ini, besok kamu berangkat ya. Toko buka pukul 08.30 WIB."


"Baik Pak, besok Saya akan masuk kerja. Sebelumnya terimakasih Pak karna sudah berkenan menerima Saya untuk bekerja di toko Bapak.."


"Ya sama-sama anak muda.."


"Kalau begitu Saya permisi pamit pulang dulu Pak.." sambil berjabat tangan.


"Oh ya silahkan.."


Kemudian Emeli tanya kepada pak bos.


"Pak, apa itu tadi calon karyawan baru?"


"Ya, katanya dia sedang butuh pekerjaan.."


"Oh gitu ya Pak, berarti besok pagi dia mulai bekerja disini Pak?"


"Iyalah Emeli.."


Kemudian Pak bos masuk ke dalam meninggalkan mereka berdua.


"Mel, lelaki tadi itu tampangnya lumayan ya.."


"Pasti kamu naksir dia ya Sa.. Ayo ngaku.."


"Aku rasa dia masih muda Mel.. Jauh lebih muda dari ku.."


"Bisa jadi.. Bisa jadi seumuran dengan ku Sa.. Hehehe.."


"Mungkin.."


Elisa masih memikirkan lelaki yang datang mencari kerja tadi. Entah apa yang ada difikiran Elisa, tetapi dia sangat membutuhkan agar bisa dekat dengan lelaki itu.


"Sa.. Ngapain bengong? Kamu enggak nutup kasir?"


"Eh.. Emang sudah jam pulang Mel?"


"Lihatlah jam di komputer kamu Sa.."


"Oh My God.. Sudah pukul 20.20 WIB dan aku belum menghitung uang-uang ku.."


Cepat-cepat Elisa membereskan uang-uang itu dan dia setorkan sebagian ke bosnya. Elisa sampai memarahi dirinya sendiri..


"Aduh Sa.. Sa.. Otak kamu tuh kenapa sih, bisa-bisanya memikirkan lelaki yang tidak dikenal itu.." batinnya dari dalam hati Elisa.


Tiba-tiba ponsel Elisa bergetar, notif chat dari Reyhan.


"Sa.. Sudah pulang? Aku jemput kamu ya malam ini.."

__ADS_1


"Enggak ih.. Kamu kenapa sih bisa-bisanya gangguin aku.. Elena kan lagi marah-marah sama kamu, buat apa kamu ketemu sama aku.."


"Biar aku enggak stres Sa.. Ayo lah Sa.. Enggak kasihan sama aku?"


"Kamu tuh bukan sekali dua kali ya nglakuin begituan sama aku.. Mau kamu tuh apa sih Han?" tegasnya dengan nada sedikit emosi.


"Mau aku biar aku bisa dekat sama kamu dong Sa..".


"Tapi aku enggak mau jarak kita terlalu dekat Reyhan.. Kenapa sih kamu enggak paham-paham.. Jelas-jelas kamu sendiri yang bilang kalau aku harus menyembunyikan hubungan kita.."


"Ya itu kalau di depan Elena dong sayang.."


"Ya enggak gitu, aku juga harus menjaga image ku di depan teman-teman aku dong.. Kamu enggak tahu sih kalau ada salah seorang partner yang menyebarkan rumor hubungan kita sampai sejauh itu.."


"Siapa orangnya Sa? Kenapa berani sekali melakukan itu.."


"Toto, partner aku yang sudah aku anggap seperti kakak.."


"Enggak layak dia dipanggil sebagai kakak, lelaki itu harus bisa jaga omongan dan jaga perasaan wanita, terlebih kamu dianggap sudah seperti adiknya, tapi dia melakukan itu hanya demi sensasi.."


"Makanya aku minta sama kamu.. Please ya kita break dulu, aku enggak mau citra ku jadi buruk, aku enggak mau masalah ini sampai ke telinga banyak orang.."


"Tapi aku enggak bisa Sa.. Please lah malam ini saja, aku janji aku enggak akan ganggu kamu selama seminggu ke depan.. Sungguh.."


"Ok.. Aku harap kamu bisa tepati ucapan kamu Reyhan.."


"Pasti Sa.. Kamu enggak usah risau.."


Pukul 20.35 WIB bos sudah memberikan aba-aba kepada Toto untuk menutup pintu toko. Seketika Elisa dan Emeli langsung menghitung uang-uang yang ada di mesin kasir mereka yang setengahnya belum disetorkan ke bos mereka.


Entah apes apa yang menimpa diri Elisa saat itu, tiba-tiba saja hasil penjualan Elisa dengan yang di komputer berbeda.


"Elisa, kamu kok minus ya hasil penjualannya.."


"Ya minus Rp 14.000,00 . Apa hari ini ada returan barang?"


"Setahu saya enggak ada Pak.."


"Ok nanti saya hitung lagi, dan nanti saya cari di tempat kasir kamu takut uangnya tertinggal atau jatuh di kasir kamu.. Sekarang kamu dan Emeli boleh keluar.."


"Makasih ya Pak.."


Elisa yang saat itu mengabaikan ponsel karna masalah uang yang jumlahmya kurang itu pun tiba-tiba terkejut kalau ternyata Reyhan menelpon berkali-kali tapi tak dijawab oleh Elisa. Elisa lalu membuka ponsel dan membalas chat Reyhan.


"Sa, ayo.. Aku sudah di tempat biasa.."


"Ya aku kesitu.." ujarnya membalas chat Reyhan.


"Mel, aku pulang dulu ya.."


"Kamu kok buru-buru Sa.. Kamu enggak bisa mengantar ku ke tempat parkir?"


"Emmm sorry banget Mel, enggak bisa soalnya aku sudah dijemput.."


"Ya udah deh.. Kamu hati-hati Sa.."


"Kamu juga Mel.."


Seketika mereka berpisah. Elisa buru-buru menemui Reyhan.


"Kamu gila apa ngapain nelpon sebanyak itu? Untung ponsel hanya ku mode getar saja.. Kalau enggak ya aku bisa malu sama bos aku dong.."

__ADS_1


"Lagian kamu kenapa sih keluarnya lama banget?" ujarnya sedikit kesal ke Elisa.


"Ya karna tadi ada sedikit masalah di dalam.."


"Ayo cepat naik.."


Elisa yang saat itu buru-buru lupa memberi tahu orang rumah agar tidak menjemput Elisa.


"Mah, enggak perlu jemput Elisa ya.. Elisa main ke rumah Emeli nanti pulang diantar sama Emeli dan adiknya Emeli.."


Tiba-tiba ponsel adik Elisa mendapat notif dari Elisa.


"Mama, mbak Elisa enggak usah dijemput katanya mau main ke rumah mbak Emeli.."


"Oh ya sudah beneran.. Untung saja papa mu belum jalan.." ucapnya ke adik Elisa.


"Papa malam ini enggak perlu jemput Elisa.. Dia main ke rumah Emeli.."


"Iya Mah.." jawab papa Elisa.


Elisa mendapat jawaban dari adiknya


"Sudah adek beritahu mama, mbak.."


Elisa langsung merasa lega. Malam itu Elisa pergi ke rumah Reyhan.


"Loh, dirumah kamu?"


"Ya, terus kenapa? Kamu enggak mau?"


"Kamu enggak takut kena grebeg warga sini?" Ujar Elisa meledek.


"Kalau kamu bisa mengunci mulut mu saat kita bermain nanti, aku pastikan kita akan aman.." bisiknya ke telinga Elisa.


"Jangan terlalu dekat begini, apa enggak malu dilohat orang?"


"Enggak akan ada orang yang melihat kita Sa.. Ayo kita masuk.." Ajaknya sambil menggandeng tangan Elisa masuk ke dalam rumah.


"Kenapa rumah kamu sepi banget Han? Erna kemana?"


"Enggak tahu, aku stres ngurusin dia yang keras kepala.. Intinya dia lagi pergi jauh dan enggak pulang ke rumah dalam beberapa hari ini.."


Elisa yang masih duduk di kursi ruang tamu tiba-tiba dipanggil Reyhan agar masuk ke dalam kamar.


"Sini dong Sa.. Jangan cuma disitu.."


"Kamu mau ngapain lagi kali ini?" sambil masuk ke kamar Reyhan.


"Bercinta sama kamu.." Seketika tangan Reyhan menarik tangan Elisa hingga terjatuh diatas tempat tidur dan dengan agresifnya Reyhan mulai menciumi bibir Elisa dalam waktu yang lama. Elisa yang saat itu enggak bisa berbuat apa-apa lantas menikmatinya dan membalasnya dengan agresif juga. Seperti biasa, mereka tenggelam dalam nafsu, tak bisa mengontrol diri mereka sendiri hingga akhirnya mereka melakukannya lagi.


"Aww... Pelan sedikit Reyhan.."


"Kamu hanya perlu menikmati saja sayang.."


"Tapi ini sakit.."


"Tapi aku suka kamu yang kesakitan seperti ini.."


Elisa hanya bisa bersabar menunggu Reyhan mengakhiri permainan itu. 15 menit kemudian mereka sama-sama *******.


"Aku mau pulang sekarang!"

__ADS_1


"Ok rapikan baju mu dan aku antar kamu pulang.."


Mereka kemudian melaju ke rumah Elisa. Pukul 21.50 WIB Elisa sampai rumah. Buru-buru Reyhan pergi karna Elisa bilang dia akan diantar pulang sama Emeli.


__ADS_2