SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Ajakan Bertemu


__ADS_3

Elisa sangat bimbang dengan perasaannya, dia sama sekali tidak mempunyai rasa apapun terhadap Reyhan.


"Bagaimana mungkin Reyhan bisa berbicara tentang perasaannya itu ke aku? Sedangkan aku sama sekali tidak menginginkan hubungan cinta yang rumit seperti ini.." batinnya dari dalam hati sambil melamun.


Seketika lamunan Elisa buyar tatkala mendapat chat dari Reyhan.


"Sa, aku sekarang sudah di rumah, kapan kita bisa ketemu? Aku rindu kamu Sa.." ucapnya menggombal.


"Sungguh? Seorang Reyhan rindu padaku? Aku pun tak tahu apa yang kamu rindukan kali ini.." balasnya ke Reyhan.


"Hehehe.. Kamu memang yang paling tahu Sa, tanpa aku harus menjelaskan.." candanya ke Elisa.


"Aku enggak suka basa basi.. Apa niat mu mengajak ku bertemu?" tegas Elisa.


"Seperti biasa, aku sangat rindu tubuh mu Sa.. Hanya kamu yang bisa.. Tolong aku ya Sa.." pintanya memohon ke Elisa.

__ADS_1


"Untuk apa kamu memohon padaku? Toh kamu sendiri pasti sudah tahu jawabannya.." ujarnya ke Reyhan.


"Aku tahu seorang Elisa tidak akan setega itu dan pasti akan berusaha menolong.. Ya kan Sa?" kata Reyhan.


"Maaf, perkiraan mu salah.. Aku sedang tidak ingin menolong mu.. Lebih baik kamu lupakan niatan buruk mu itu Reyhan.." pintanya ke Reyhan.


"Aku tidak akan pernah bisa lupa dan sampai kapan pun aku akan ingat terus rasanya kamu Sa.." sindirnya ke Elisa.


"Bre***ek.. Kamu benar-benar bre***ek Reyhan, kamu bukan manusia.." Elisa memaki Reyhan.


"Aku tahu, kamu hanya menyukai rasa tubuh ku saja, tapi dari dalam hatimu, aku bahkan tak punya tempat dihati mu, ya kan Han?" katanya dengan emosi.


"Masalah ini kenapa kamu tidak berusaha meyakinkan pada dirimu sendiri Sa? Sebelumnya kamu bilang kamu tak ingin berebut diriku dengan Elena kan? Tapi aku jujur memang sudah kecanduan rasanya kamu.. Jadi aku harus bagaimana Sa??" ujarnya ke Elisa.


"Aku tidak bisa meyakinkan diriku sendiri, karna bagaimana pun juga hubungan kita hanya kesalahpahaman saja dan tak akan pernah berujung apa-apa.." jelasnya ke Reyhan.

__ADS_1


"Aku mohon, untuk malam ini kamu patuh ya Sa.. Aku benar-benar rindu. Nanti malam aku akan menjemput mu sepulang kerja.. Ok.." ujarnya memaksa.


"Rasanya aku ingin sekali memotong bu***g mu.." geram Elisa.


"Hihihi.. Kamu berani? Sudah lah Sa, aku tahu kamu juga sangat menikmatinya saat bersama ku.. Anggap saja kali ini kita benar-benar sama-sama butuh.." jelasnya ke Elisa.


"Apa ini yang kamu bilang perasaan cinta seperti sebelumnya yang kau katakan padaku?" tanyanya dengan pesimis.


"Awalnya aku tak ada rasa apapun sama kamu Sa.. Tapi semenjak kita melakukannya, aku rasa kamu wanita yang pantas untuk ku, kau lah masa depan ku.." ungkapnya jujur ke Elisa.


"Omong kosong apa yang kamu bicarakan.. Aku hanya peringatkan kamu saja.. Jangan sampai membuat ku hilang kesabaran hanya karna sifat mu yang mesum ini.. Kemarin-kemarin kamu masih bilang masalah kesucian ku, sekarang dengan percaya dirinya kamu bilang aku adalah wanita masa depan mu? Sangat konyol.." jelasnya terang-terangan ke Reyhan.


"Ok.. Turuti kali ini saja ya.. Patuh ya.. Aku enggak ingin berbicara banyak lagi.. Takut aku melukai hatimu.." katanya menyerah.


"Terserah.." ujarnya ke Reyhan.

__ADS_1


Setelah chat itu Reyhan tak meresponnya lagi dan Reyhan tahu kata"terserah" yang Elisa bilang pasti dia juga setuju.


__ADS_2