SaudaraKu Pacar KenalanKu

SaudaraKu Pacar KenalanKu
Kena Semprot Omongan Senior


__ADS_3

Ketika sedang berjalan keluar, Reno berpapasan dengan Emeli.


"Ren.. Baru mau keluar?"


"Ya Mel.. Tadi ke kamar mandi dulu sih.."


"Oh gitu.. Aku masuk ya.. Tolong bantu jagain Elisa ya Ren.."


"Ok siap Mel.."


"Terimakasih Ren.."


"Enggak perlu sungkan.."


Tak terasa hari mulai petang, Emeli pun tak kunjung datang. Elisa ingin ke kamar mandi karna dia kebelet kencing. Dia tidak bisa meninggalkan meja kasirnya jika tidak Emeli. Elisa pun mulai resah.


"Kamu kenapa?" Reno menghampiri sekaligus meletakkan barang di meja Elisa.


"Aku.. Nunggu Emeli keluar.. Enggak tahan Ren.."


"Maksudnya?"


"Aku pengen kencing.."


"Oh gitu.. Aku panggilkan Emeli di dapur ya biar dia segera keluar.."


"Enggak usah Ren.. Biarkan saja.. Aku takut Emeli ngambek.."


"Ya enggak lah Sa.. Kamu perempuan mana boleh menahan kencing lama-lama.. Itu kan juga termasuk kotoran yang harus dibuang Sa.."


"Ok lah.. Aku terserah kamu saja Ren.." Akhirnya Elisa pun patuh pada Reno. Reno pun langsung pergi meninggalkan meja Elisa tanpa berkata apapun. Setibanya didapur, Reno melihat Emeli sedang mencuci piring.

__ADS_1


"Mel.. Sudah selesai makan kan?"


"Ya, ada apa Ren? Elisa tuh kasihan, dia kepengen kencing tapi enggak bisa ninggalin meja kasirnya.."


"Oh iya Ren.. Aku ini sudah selesai kok.."


"Ok.. Segera ya Mel.."


"Ya.." jawabnya singkat.


Reno pun keluar duluan dan memastikan Elisa baik-baik saja.. Kali ini dia nampak berjongkok di meja kasirnya.


"Sa.. Kamu kenapa jongkok? Apa perut mu enggak nyaman?" tanyanya.


"Aku baik-baik saja Ren.. Apa Emeli akan segera keluar?"


"Ya harusnya seperti itu.. Karna tadi dia sedang mencuci bekas piring yang digunakannya untuk makan.."


"Ok.. Terimakasih banyak karna sudah membantu ku ya Ren.."


"Ya, kamu benar.." ucap Elisa sambil tersenyum.


Tiba-tiba dibelakang Reno nampak Emeli yang sedang berjalan menuju ke arah kasir Elisa.


"Sa.. Aku minta maaf ya kalau lama.. Aku tadi banyak ngobrol sama partner lain.."


"Ya Mel.. Enggak apa-apa kok.."


"Ya udah Sa.. Karna Emeli sudah balik, kamu langsung ke kamar mandi saja.. Kalau enggak kuat jalan.. Kamu harus lari.." ujar Reno.


"Ya Ren.. Aku ke belakang dulu ya Mel.."

__ADS_1


"Ya Sa.. Kamu hati-hati ya.."


"Enggak usah khawatir.."


"Seandainya Reno tahu bahwa aku tidak hanya ingin kencing saja.. Tapi mendadak perut ku yang kurang bersahabat sehingga membuat ku ingin BAB.. Tapi aku malu mengatakan itu sama Reno, takut dia hanya ingin menertawakan ku.." ucapnya dari dalam hati.


Sesampainya di pintu kamar mandi Elisa langsung buru-buru masuk, Elisa tidak tahu kalau di dapur masih ada Eny dan Mbak Marni, untung saja waktu itu kamar mandi kosong, jadi Elisa bisa masuk. Jika tadi Eny masih mandi didalam, harus berapa lama lagi dia menahan rasa tidak nyamannya itu?


10 menit kemudian Elisa keluar, dari arah dapur Mbak Marni sudah mengoceh layaknya burung.


"Kamu BAB ya.. Kenapa pas keluar kamar mandi baunya busuk banget gini apa kamu enggak menyalakan hexos yang di dalam kamar mandi?"


"Maaf Mbak.. Aku enggak suka menyalakan hexos.."


"Ini bukan masalah suka atau enggak suka, tujuan diberi hexos itu biar aliran udaranya menyebar jadi pas kamu keluar sudah tidak ada bau busuk di kamar mandi.. Apa kamu bodoh sampai tidak tahu hal semacam ini?"


"Aku tahu.. Hanya saja aku tadi lupa juga, karna tadinya aku hanya ingin kencing.. Tak tahu juga kalai akhirnya aku sekalian BAB.." jawabnya santai.


"Kayak gini jadi buat orang kehilangan nafsu makan gara-gara bau busuk yang kau ciptakan.."


"Dimana-mana namanya kotoran ya busuk, enggak ada kotoran yang bau wangi sekalipun itu kotoran orang konglomerat pun tetap itu baunya busuk, kenapa kamu jadi marah-marah sama aku hanya karna aku lupa nyalakan hexos? Aneh sekali.. Itu urusan mu mau selera makan mu hilang atau apa.. Yang penting aku melakukan ini bukan karna disengaja.. Aku juga tidak melihat kalau disini ada kamu sama Eny yang sedang makan.." ujarnya sambil berlalu meninggalkan dapur.


"Lama-lama mulut Elisa makin kurang ajar ya En.." ujar Mbak Marni ke Eny.


"Sabar Mbak.. Mungkin apa yang dikatakan Elisa benar, dia buru-buru masuk sehingga tidak melihat kita ada disini.."


"Kamu mulai belain dia En.." ujar Mbak Marni sambil membuang makanannya yang tak habis hanya karna bau busuk dari dalam kamar mandi tadi.


"Aku bukannya belain dia Mbak, hanya saja kita harusnya bisa memahami kondisinya dia tadi.." ujar Eny yang sedang mencuci bekas piringnya.


"Ya, tapi kalau lain kali dia seperti ini lagi, benar-benar bakal aku aduin sama bos, En.." Sembari mencuci piringnya bergantian dengan Eny.

__ADS_1


"Ya itu terserah Mbak Marni saja.. Yang penting hari ini Mbak Marni juga sudah menegur dia kan?" ucapnya sambil menuang air minum ke dalam gelas.


Mereka pun sama-sama meminum air sebelum keluar dari dalam dapur. Setelah itu Eny terlebih dahulu meninggalkan Mbak Marni karna pekerjaan dia masih banyak.


__ADS_2