Sebuah Kebodohan

Sebuah Kebodohan
Episode 12


__ADS_3

Aku membuka kemasan test pack itu setelah berada di dalam kontrakkanku dan sudah mengunci pintu dengan rapat. Kubaca baik-baik petunjuk penggunaannya yang ada pada kemasan. Jantungku berdebar sangat kencang dan bertambah kencang ketika alat itu mulai menunjukkan hasilnya. Hash! Dadaku rasanya sesak sekali!


"Dua garis!" gumamku pelan.


"Bagaimana ini?" tanyaku pada diriku sendiri setelah melihat test pack itu menunjukkan dua garis berwarna merah muda. Aku bingung harus merasa sedih atau malah bahagia? Aku belum menikah tapi saat ini aku sedang mengandung darah daging dari seorang pria baik yang tampan dan bergelimang harta.


Aku mengambil ponselku dan memfoto test pack itu lalu segera mengirimkan foto itu ke Bayu. Tak lama kemudian sebuah chat masuk yang ternyata adalah balasan dari Bayu.


'Good!'


Begitu isi pesan singkat dari Bayu. Hanya seperti itu saja! Ia membuatku bingung harus berbuat apa lagi sekarang.


"Trrrttt.. tttrrrrtt.." Tiba-tiba saja ponselku bergetar, ternyata Adnan meneleponku.


"Halo!" sapaku pelan.


"Halo, Mel!" sahut Adnan dari seberang sana.


"Lo hamil?" tanyanya to the point.


"Iya." jawabku singkat.

__ADS_1


"Syukurlah!" seru Adnan. Ia terdengar sangat bahagia mengucapkannya. Respon positifnya itu membuatku tiba-tiba memikirkan ayah anak ini, apa pria itu akan sebahagia itu mendengar kabar kalau aku sedang mengandung anaknya?


"Mel!" panggil Adnan. Suaranya itu memecah lamunanku.


"Eh iya?!" sahutku.


"Lo dengar ga?" tanyanya.


"A.. apa itu?" tanyaku.


"Besok gue atur jadwal dengan dokter kandungan, lo periksakan kandungan lo itu!" terang Adnan.


"Tapi besok gue masuk kerja." ucapku.


"Gue harus alasan apa?" tanyaku polos.


"Bilang aja lo ga enak badan atau apa saja!" jawab Adnan, nada bicaranya terdengar ketus.


"Benih dari pengusaha muda, tampan, dan kaya raya seperti ini tidak boleh disia-siakan!" seru Adnan. Entah mengapa perlahan air mataku menetes begitu saja mendengar Adnan menyebut janin yang ada di perutku ini seperti itu. Aku tidak suka mendengarnya!


...

__ADS_1


Aku terbangun pagi-pagi sekali. Aku merasa belum puas dengan hasil tes semalam, aku kembali melakukan pengecekan sekali lagi dengan test pack untuk meyakinkannya, dan hasilnya tetap sama dengan semalam bahkan gambar kedua garis merah muda itu tampak lebih jelas dari semalam.


Akhirnya aku melakukan apa yang Adnan perintahkan semalam, aku ijin tidak masuk kerja hari ini dan melakukan pemeriksaan janinku di dokter kandungan yang sudah ditentukan oleh Adnan.


Aku mendapat urutan ke 5, aku duduk di kursi tunggu yang berada di depan ruang pemeriksaan. Hari ini ada banyak pasangan yang memeriksakan kondisi bayi mereka yang masih berada di dalam kandungan. Dari ekspresi wajah mereka, tampak sekali kalau mereka sangat bahagia. Apakah aku seharusnya sebahagia mereka? Di sini hanya aku yang melakukan pemeriksaan sendiri, tidak ditemani pasangan.


...


Cerita ini adalah versi lain dari cerita sebelumnya.


Mohon untuk kembali membacanya dari awal agar bisa merasakan perbedaannya.


Terima kasih banyak untuk dukungannya pada cerita sebelumnya.


Dukung terus karya-karyaku ya..


Aku sayang kalian semua.. 🤗😘🥰😊☺


Jangan lupa like di setiap episodenya, vote, dan share ya supaya lebih banyak yang baca cerita ini..


Dukungan darimu sangat berarti untukku.. ❤

__ADS_1


Terima kasih 😘🤗🥰


__ADS_2