
"Apa kamu mengenal Bayu?" tanya Ropha pelan. Ia menatapku dengan seksama.
"Bayu? Bayu siapa ya?" ucapku berpura-pura tidak mengerti siapa yang di maksud olehnya. Ropha terdiam sejenak dan hanya terus memandangi wajahku, ia terlihat seperti sedang mencari tahu apakah aku berbohong atau tidak.
"Bayu Anggoro." ucapnya pelan. Aku berusaha sekuat tenagaku untuk tetap tenang, padahal jantungku berdebar dengan sangat kencang hingga membuat dadaku terasa sangat sesak.
"Ti... dak! Aku tidak mengenalnya!" jawabku. Hufh! Aku gugup sekali berbohong kepadanya!
"Sungguh?" tanya Ropha tak percaya. Aku menganggukkan kepalaku.
"Baiklah!" ucapnya pelan. Perlahan ia terlihat mengeluarkan ponselnya dari tas dan mengutak-atiknya sejenak.
"Ini!" ucapnya lembut sambil menyodorkan ponselnya ke hadapanku. Ia tersenyum lembut padaku.
"Bukankah wanita yang di video ini dirimu?" tanyanya. Aku tersentak, Ropha memutarkan sebuah video lama di ponselnya, video itu adalah video ketika Bayu mengerjaiku saat kami masih SMP. Dari mana dia mendapatkan video itu? Ya Tuhan, rasanya jantungku akan segera meledak!
"Apa itu bukan dirimu?" tanya Ropha lagi. Aku hanya bisa terdiam, bahkan aku tidak berani menatapnya sama sekali. Apakah aku sudah kalah telak?
__ADS_1
Ropha kembali meraih ponselnya itu dan sejenak ia mengutak-atiknya lagi, tak lama kemudian ia kembali menaruh ponselnya itu di hadapanku. Apa lagi sekarang?
"Coba lihat video itu, Mel!" ucapnya pelan.
"Apa kamu mengenal orang-orang yang ada di dalam video itu?" tanyanya. Aku kembali memperhatikan video yang diputarkan Ropha di ponselnya itu. Deg! Kali ini jantungku benar-benar berhenti berdetak!
"A.. apa ini?" gumamku pelan. Ropha mencondongkan tubuhnya ke depan dan mendekatkan wajahnya ke arahku.
"Apa kamu mengenal orang-orang yang ada di dalam video ini, Mel?" ulang Ropha. Ia menatapku dengan seksama seakan menantikan reaksiku. Ya Tuhan, aku benar-benar kalah telak kali ini! Aku sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi sekarang!
Layar ponselnya kini memutarkan sebuah video yang berasal dari rekaman CCTV hotel tempat aku, Bayu, Adnan, dan Roni menginap waktu itu. Dalam rekaman itu terlihat jelas proses Bayu dan Adnan membawa Roni yang sedang sangat mabuk waktu itu ke kamarku, wajahku terlihat jelas di rekaman itu!!! Dari mana dia mendapatkan rekaman itu?
"Kenapa kamu bertindak sejahat itu pada kami, Mel?" tanya Ropha lagi. Aku tersentak. Ropha tidak berteriak atau memakiku tapi dia bertanya dengan suara yang berat dan bergetar. Ia seperti sedang menahan tangisnya.
Perlahan aku mengangkat kepalaku dan menatap wajahnya. Benar saja, kedua mata Ropha terlihat berkaca-kaca! Dia pasti merasakan sakit hati yang sangat dalam padaku! Aku menyembunyikan kedua tanganku ke bawah meja karena tanganku itu mulai bergetar. Apa yang harus kulakukan sekarang? Apa aku harus meminta maaf padanya agar ia lebih tenang? Tapi kurasa, aku hanya akan memperburuk suasana meskipun aku meminta maaf padanya! Ya Tuhan, tolong aku!
...
__ADS_1
Cerita ini adalah versi lain dari cerita sebelumnya.
Mohon untuk kembali membacanya dari awal agar bisa merasakan perbedaannya.
Terima kasih banyak untuk dukungannya pada cerita sebelumnya.
Dukung terus karya-karyaku ya..
Aku sayang kalian semua.. π€ππ₯°πβΊ
Jangan lupa like di setiap episodenya, vote, dan share ya supaya lebih banyak yang baca cerita ini..
Dukungan darimu sangat berarti untukku.. β€
Terima kasih ππ€π₯°
Baca juga karyaku yang lainnya ya! Kamu pasti suka! ππβΊπππ€
__ADS_1