
"Mungkin sebentar lagi juga suami ibu kembali!" tambah perawat itu.
"Sreeekkk!" Pintu ruangan ini kembali terbuka dan benar saja ucapan perawat itu, sosok yang sangat kucintai itu muncul dari balik pintu.
Roni bergegas mendekatiku begitu ia mengetahui kalau aku sudah siuman. Begitu berada di dekatku, dengan cepat ia meraih tanganku dan menggenggamnya erat.
"Kamu sudah sadar? Apa ada yang sakit?" tanyanya lembut. Ia terlihat sangat cemas melihat keadaanku dan entah mengapa aku merasa kalau ia sangat mencintaiku saat itu.
"Suster, apa keadaan istri saya baik-baik saja?" tanya Roni pada perawat yang tadi berbincang denganku itu.
" Iya pak! Keadaan istri bapak sudah membaik!" jawab perawat itu.
"Sungguh?!" tanya Roni tak percaya. Perawat itu tersenyum lembut pada Roni sambil menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu saya pergi dulu, pak, bu!" pamit perawat itu.
__ADS_1
"Ya, sus! Terima kasih banyak!" sahut Roni.
Aku bahagia sekali akhirnya aku bisa bertemu Roni lagi. Mungkin aku berlebihan, tapi aku merasa sangat merindukannya! Tapi tunggu dulu! Bukankah terakhir kali aku bersama Ropha? Bukankah terakhir kali aku sedang bertemu dengan Ropha di restoran? Lalu di mana wanita itu sekarang?
Aku mencoba mengingat apa yang terjadi sebelum akhirnya aku berada di rumah sakit ini. Tidak! Terakhir kali Ropha sedang membongkar semua kejahatanku bersama Adnan dan Bayu. Jantungku berdebar sangat kencang hingga membuat dadaku terasa sesak. Terakhir kali dia bilang, dia akan memberi tahukannya pada Roni. Apa dia sudah memberi tahukannya pada Roni?
Aku menatap wajah Roni dengan seksama, aku mencoba mencari tahu apakah Roni sudah mengetahui semua kebusukanku itu? Tapi Roni membalas tatapanku dengan tatapan lembut, ia terlihat seperti seseorang yang polos dan tidak mengetahui apa-apa.
"Ada apa, Mel?" tanyanya lembut.
"Ada sesuatu yang ingin kau katakan?" tanyanya lagi. Aku terdiam, tapi aku belum bisa mengalihkan pandanganku dari wajahnya. Aku masih penasaran!
"Katakan saja! Aku akan membelikannya!" serunya. Apa dia benar-benar belum mengetahui semuanya? Apa Ropha belum menceritakan semuanya pada Roni? Lalu di mana Ropha sekarang?
"Hei!" tegur Roni sambil mengguncang tubuhku pelan. Aku tersentak dan tersadar dari lamunanku.
__ADS_1
"Es krim! Aku ingin makan es krim!" ucapku asal.
"Es krim?" gumam Roni. Aku menganggukkan kepalaku pelan.
"Aku ingin makan es krim rasa stawberry!" ucapku.
"Baiklah! Kalau begitu kamu tunggu di sini sebentar, aku akan membelinya di kantin!" seru Roni. Ia mulai beranjak dari tempatnya dan hendak menuju pintu kamar.
"Tunggu dulu!" seruku. Suaraku itu membuat langkah kaki Roni terhenti, dengan cepat ia membalikkan tubuhnya ke arahku.
"Belilah makanan juga untukmu!" ucapku. Roni terdiam sambil menatapku.
"Kamu belum makan kan?!" terkaku. Perlahan sebuah senyuman lembut merekah di bibir tipis Roni.
"Belilah makanan juga, kita makan bersama di sini!" ucapku.
__ADS_1
"Baik!" seru Roni. Tak lama kemudian ia kembali membalikkan tubuhnya dan pergi meninggalkanku menuju kantin. Dia terlihat sangat manis, kurasa Ropha belum menceritakan tentang semua dosa dan kebodohanku itu padanya, Roni tidak akan bersikap semanis ini kalau dia sudah mengetahui semuanya itu. Lalu di mana Ropha saat ini? Apa dia pergi begitu saja? Apa dia melepaskanku begitu saja setelah ia tahu kalau aku menghancurkan hidup dan semua kebahagiaannya bersama Roni? Aku ingin bertemu dengannya sekali lagi!
...