Sebuah Kebodohan

Sebuah Kebodohan
Episode 54


__ADS_3

Kami mulai menyantap makanan kami, Roni terlihat sangat lahap memakan makanannya itu, sepertinya ia sudah sangat lapar tapi aku berulah dengan meminta pulang dari restoran. Tanpa kusadari, aku tersenyum lembut sambil menatapnya.


"Aku tahu, aku sangat tampan bahkan disaat aku sedang makan, tapi jangan menatapku sampai seperti itu, nanti kamu bisa jatuh cinta padaku!" ucap Roni pelan tanpa memalingkan matanya dari makanannya. Aku tersentak, ternyata Roni menyadari kalau aku menatapnya dari tadi! Seketika wajahku memerah, aku menundukkan kepalaku karena malu dan Roni mulai tertawa.


Setelah selesai menyantap makanan kami, kami duduk di sofa yang ada di hadapan televisi. Roni membantuku meminum semua obat dan vitamin yang harus kuminum. Dia sangat baik! Dia calon suami dan calon ayah yang sangat sempurna! Mungkin kalau dia menikah dengan Ropha pasti keluarga mereka akan sangat sempurna! Ah.. kenapa tiba-tiba pikiranku menjadi kacau seperti ini!


"Eemm.. aku boleh bertanya?" tanyaku pelan. Roni yang sedari tadi sedang fokus dengan acara tv yang ditontonnya, berpaling sejenak menatapku.


"Tanya apa?" ucapnya lembut.


"Bagaimana cara kalian bertemu dan akhirnya bisa bersama?" tanyaku.


"Kalian?" Roni terlihat bingung dengan pertanyaanku.


"Kamu dan Ro.. pha!" ucapku memperjelas pertanyaanku. Bibirku terasa kelu ketika mengucapkan nama mantan kekasih Roni itu. Roni terdiam terpaku sambil menatapku.

__ADS_1


"Kenapa kamu menanyakan hal itu?" tanya Roni.


"A.. aku hanya ingin tahu saja!" ucapku kikuk. Roni masih terus saja menatapku curiga.


"Kamu yakin mau mendengarnya?" tanyanya tak yakin, tapi aku meyakinkannya dengan menganggukkan kepalaku. Roni menghela nafasnya perlahan, ia terlihat enggan tapi akhirnya ia menceritakannya juga.


"Aku bertemu dengannya pertama kali ketika ujian penerimaan karyawan di kantorku." ucap Roni memulai ceritanya. Aku mulai menyimak setiap ucapannya.


"Dia wanita yang cerdas dan pantang menyerah." lanjutnya.


"Dia memang lulusan dari universitas di luar negeri, tapi ia bisa berkuliah di sana bukan karena di biayai oleh orang tuanya melainkan melalui perjuangannya mendapatkan beasiswa." terang Roni.


"Pertama kali mendengar ceritanya, aku juga tidak langsung percaya karena ia tidak terlihat seperti seseorang dengan kehidupan yang sulit dan dari wajahnya pun dia terlihat seperti gadis manja pada umumnya." lanjut Roni.


"Tapi begitu ia mulai bekerja dan aku melihat cara bekerja dan belajarnya tentang hal-hal baru yang belum dikuasainya, di saat itu aku baru benar-benar yakin dengan kisah yang diceritakannya itu." tambah Roni. Debaran di jantungku bertambah kuat hingga membuat dadaku terasa sesak. Sesak sekali melihat Roni yang tampak sangat mengagumi wanita cantik bernama Ropha itu, tapi... dia memang sangat mengagumkan! Berbeda sekali denganku, kalau tidak dengan cara licik seperti ini, aku tidak akan mungkin bisa mendapatkan perhatian pria seperti Roni.

__ADS_1


...


Cerita ini adalah versi lain dari cerita sebelumnya.


Mohon untuk kembali membacanya dari awal agar bisa merasakan perbedaannya.


Terima kasih banyak untuk dukungannya pada cerita sebelumnya.


Dukung terus karya-karyaku ya..


Aku sayang kalian semua.. 🤗😘🥰😊☺


Jangan lupa like di setiap episodenya, vote, dan share ya supaya lebih banyak yang baca cerita ini..


Dukungan darimu sangat berarti untukku.. ❤

__ADS_1


Terima kasih 😘🤗🥰


__ADS_2