
Aku, Roni, ibu, dan ayah Roni berkumpul di ruang keluarga mewah yang ada di rumah itu. Jantungku berdebar karena Roni akan mengungkapkan apa yang terjadi di antara kami dan rencana pernikahan kami.
"Kamu bisa mulai mengutarakan apa yang mau kamu bicarakan, Ron!" ucap pak Dani pelan. Sejenak Roni memandangi wajah kedua orang tuanya itu bergantian dan kemudian perlahan ia menghela nafasnya, kepalanya tertunduk.
"Roni mau minta maaf pada papa dan mama. Roni sudah melakukan kesalahan yang besar dan membawa aib untuk keluarga ini." ungkap Roni pelan. Ayah dan ibu Roni tidak mengucapkan kata-kata sedikit pun, mereka hanya terus menatap Roni. Seketika suasana di ruangan itu menjadi sangat hening.
Roni menghela nafasnya lagi. Setiap helaan nafasnya itu membuat dadaku terasa sesak.
"Roni malam ini mau memperkenalkan Amel pada papa dan mama." lanjutnya. Suaranya mulai terdengar berat dan sedikit bergetar. Aku yakin ia menahan perasaannya! Aku yakin ia juga merasa sesak di dadanya!
Ayah dan ibu Roni menatapku dengan seksama. Mereka memang memandangku dengan tatapan biasa, tapi aku merasa sangat ketakutan dengab tatapan mereka itu.
"Kamu dan Amel ada hubungan apa?" tanya ibu Roni akhirnya. Ronu terdiam sejenak, ia menatap wajah cantik ibunya itu.
"Amel itu calon ibu dari anak Roni, ma." terang Roni pelan.
"Jelaskan yang sejelas-jelasnya, Ron! Jangan membuat kami salah paham nantinya!" ucap ayah Roni. Roni menghela nafasnya lagi.
__ADS_1
"Amel saat ini sedang mengandung anak Roni pa, ma!" aku Roni. Jantungku seperti berhenti berdetak sejenak ketika Roni mengungkapkannya.
"Hah?!" Ibu Roni terlihat sangat terkejut, sementara ayah Roni hanya terus diam sambil menatap kedua mata Roni.
Roni mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Terlihat sekali dari wajahnya kalau ia sangat terbeban dengan pengakuan ini.
"Roni minta maaf." lirih Roni.
"Mama tidak menyangka kalau kamu melakukan hal seperti ini, Ron!" ungkap ibu Roni. Suaranya terdengar bergetar, sepertinya ia menahan tangisnya. Roni terdiam, ia terus menundukkan kepalanya, akupun tidak bisa berbuat apa-apa, akupun hanya bisa tertunduk, aku tidak berani menatap wajah mereka sedikitpun.
"Mama mengijinkan kamu tinggal terpisah dengan kami karena kamu bersikeras ingin hidup mandiri dan mempersiapkan pernikahanmu, bukan seperti ini, Ron!" ungkap ibu Roni lagi.
"Bukankah kamu sudah merencanakan pertunanganmu 2 bulan lagi dengan Ropha, tapi kenapa kamu membawa wanita lain lagi?" tanya ibu Roni. Pertanyaan ibu Roni itu membuat hatiku terasa sakit. Pertanyaan itu seakan menuduhku seperti seorang wanita murahan yang tiba-tiba hadir di kehidupan seseorang dan melakukan hal yang tidak-tidak hingga menghadirkan aib di tengah keluarga yang damai. Huaaa! Air mataku mulai berkumpul di pelupuk mataku.
"Mama masih bisa mengerti kalau terjadi hal seperti ini di antara kamu dan Ropha, tapi ini terasa sangat aneh, Ron!" ungkap ibu Roni.
"Ma, tenang ma!" tegur ayah Roni lembut. Ayah Roni yang sedari tadi diam, akhirnya mengeluarkan suaranya juga.
__ADS_1
"Ceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada kami, Ron!" ucapnya. Ibu Roni mulai meneteskan air matanya, ia terlihat sangat terpukul dengan pengakuan putra sulungnya itu.
...
Cerita ini adalah versi lain dari cerita sebelumnya.
Mohon untuk kembali membacanya dari awal agar bisa merasakan perbedaannya.
Terima kasih banyak untuk dukungannya pada cerita sebelumnya.
Dukung terus karya-karyaku ya..
Aku sayang kalian semua.. 🤗😘🥰😊☺
Jangan lupa like di setiap episodenya, vote, dan share ya supaya lebih banyak yang baca cerita ini..
Dukungan darimu sangat berarti untukku.. ❤
__ADS_1
Terima kasih 😘🤗🥰