Sebuah Kebodohan

Sebuah Kebodohan
Episode 71


__ADS_3

Ropha mulai meneteskan air matanya satu persatu, tapi dengan cepat tangannya menghapus air mata di pipinya itu.


"Kak Roni harus mengetahui semuanya ini!" ucapnya pelan.


"Jangan!" seruku. Jantungku berdebar dengan sangat kencang. Bagaimana kalau Roni sampai tahu semuanya ini? Dia pasti akan benar-benar membatalkan pernikahan kami! Lalu bagaimana denganku? Tidak! Bagaimana dengan anak ini?


Ropha menatapku, dari tatapannya terlihat sekali kalau ia sangat marah dan kecewa padaku.


"Kupikir kamu adalah gadis yang baik-baik! Aku menyesal sudah memaksa kak Roni untuk menikahimu dan bertanggung jawab atas kesalahan yang tidak diperbuatnya!" ungkap Ropha.


"Ma.. maafkan aku! Aku sungguh-sungguh minta maaf padamu!" pintaku. Sekuat tenaga aku menahan tangisku agar tidak meledak hingga dadaku terasa sangat sesak! Suaraku terdengar bergetar.


"Maaf?" tanya Ropha.


"Apa dengan maafmu bisa membalikkan keadaan seperti semula lagi?" tambahnya. Aku terdiam, kepalaku tertunduk. Air mata Ropha mulai mengalir dengan derasnya.


"Kenapa kamu tega berbuat seperti ini, Mel?" tanya Ropha.


"Apa Bayu dan Adnan yang memaksamu?" tanyanya lagi. Aku tersentak. Kalau aku mengatakan bahwa Bayu dan Adnan yang memaksaku, Ropha pasti akan memaafkanku, apa aku perlu berkata seperti itu? Tapi, aku takut kalau Bayu dan Adnan akan menyerbuku setelah ini!


"A.. aku" Aku harus menjawab apa?


"Apa yang memotivasimu untuk melakukannya, Mel?" desak Ropha.


"A.. aku aku harus mendapatkan uang dan melunasi hutangku." akuku akhirnya. Ropha terlihat sangat terkejut mendengar pengakuanku itu. Aku menundukkan kepalaku, aku merasa sangat malu mengakui hal itu!

__ADS_1


"Jadi Bayu dan Adnan memberikan uang setelah kamu melakukan semua hal itu?" tanya Ropha lagi. Aku menganggukkan kepalaku pelan. Ya Tuhan, aku merasa benar-benar malu mengakui hal ini! Aku merasa seperti seorang wanita rendahan! Astaga, air mataku tak bisa lagi kutahan!


"Kalau begitu, kamu sudah mendapatkan tujuanmu kan?!" ucap Ropha. Aku tersentak, kuangkat kepalaku dan kutatap wajah Ropha.


"Kamu sudah mendapatkan uang dan membayarkan hutangmu, kan?!" Ropha memperjelas ucapan yang sebelumnya.


"Lalu kenapa kamu masih saja bersama kak Roni? Tujuanmu kan uang, bukan kak Roni!" ucap Ropha.


"Aoa sekarang tujuanmu berubah menjadi ingin menguasai semua milik kak Roni setelah melihat kehidupannya?" terka Ropha.


"Ti.. tidak!" bantahku.


"Lalu apa?" desak Ropha.


"A.. aku hanya ingin anakku lahir dengan didampingi ayahnya, Pha!" jawabku.


"Aku yang bersalah, Pha! Anak ini tidak bersalah sama sekali!" lanjutku.


"Kumohon biarkan anak ini lahir dengan memiliki ayah, Pha!" pintaku. Ropha menatapku dengan seksama.


"Lalu bagaimana dengan kak Roni?" tanya Ropha tiba-tiba.


"Apa menurutmu ini adil untuknya?" lanjutnya. Aku terdiam. Ropha benar, ini memang tidak adil untuk Roni tapi aku harus bagaimana lagi?


"Bukankah sekarang kamu sudah mengenal kak Roni, seperti apa dia. Apa kamu tega menyakitinya lebih dalam lagi?" tanya Ropha. Kata-kata Ropha itu benar-benar menusuk dan membuat hatiku terasa sangat sakit!

__ADS_1


"Dia pria yang sangat baik! Bukankah dia memperlakukanmu dengan sangat baik?" tanya Ropha. Aku menganggukkan kepalaku pelan.


"Setidaknya dia harus tahu semua kebenaran ini!" ucap Ropha. Aku terkejut mendengar ucapan Ropha itu. Ropha beranjak dari tempat duduknya dan hendak meninggalkanku. Apa dia akan memberi tahukannya pada Roni? Apa yang harus kulakukan sekarang?


...


Cerita ini adalah versi lain dari cerita sebelumnya.


Mohon untuk kembali membacanya dari awal agar bisa merasakan perbedaannya.


Terima kasih banyak untuk dukungannya pada cerita sebelumnya.


Dukung terus karya-karyaku ya..


Aku sayang kalian semua.. πŸ€—πŸ˜˜πŸ₯°πŸ˜Šβ˜Ί


Jangan lupa like di setiap episodenya, vote, dan share ya supaya lebih banyak yang baca cerita ini..


Dukungan darimu sangat berarti untukku.. ❀


Terima kasih πŸ˜˜πŸ€—πŸ₯°


Baca juga karyaku yang lainnya ya! Kamu pasti suka! πŸ˜πŸ˜Šβ˜ΊπŸ˜šπŸ˜˜πŸ€—


__ADS_1



__ADS_2