Sebuah Kebodohan

Sebuah Kebodohan
Episode 26


__ADS_3

Aku berjalan bulak-balik di dalam kamarku. Sekarang aku sedang kebingungan, apakah aku harus menghubungi Adnan dan Bayu untuk memberitahukan kabar ini atau tidak? Entah mengapa pikiranku sangat buruk terhadap mereka saat ini! Mereka pasti akan mengejek Roni karena akhirnya takluk dengan rencana 'hebat' mereka. Aku mereka tidak tega kalau sampai mereka mengolok-olok Roni! Bagaimana pun juga, Roni kan tetap ayah dari anak yang berada dalam kandunganku ini! Dan... dia juga calon suamiku! Aku harus bagaimana?


"Trrrttt.. tttrrrrttt" Tiba-tiba saja ponselku yang tergeletak di atas ranjangku bergetar, sebuah pesan singkat masuk di ponselku.


Aku tersentak begitu mengetahui siapa yang mengirimi aku pesan, yang ternyata adalah Roni.


'Kalau aku tidak ada pekerjaan, mulai sekarang aku akan menjemputmu setiap pulang kerja. Beri tahu aku jadwal kerjamu!'


Begitulah isi pesan singkat dari Roni. Dia sangat manis! Dia pria yang sangat baik! Aku beruntung mendapatkan pria sepertinya!


...


"Jadi Roni sudah melamar lo?" tanya Bayu dari seberang sana. Akhirnya aku memutuskan untuk memberi kabar pada Bayu dan Adnan karena aku takut mereka akan marah besar kalau aku tidak memberi tahukannya.


"Iya, semalam! Dia menemui gue saat pulang kerja dan mengatakannya." terangku.


"Syukurlah! Adnan pasti akan sangat senang mendengar kabar ini!" seru Bayu, ia terdengar sangat bahagia menerima kabar itu.


"Lo saja yang mengabari Adnan, ya! Gue harus segera berangkat kerja!" pintaku.


"Oke!" Sesaat setelah berkata itu, Bayu memutuskan panggilan itu dan aku bersiap untuk berangkat kerja.

__ADS_1


Hari ini entah mengapa tubuhku terasa sangat lemah. Aku cepat sekali merasa kelelahan, padahal aku tidak melakukan pekerjaan yang berat. Aku menghemat tenagaku dengan duduk sebentar di pojok ruangan staff, untung saja saat ini toko sedang tidak terlalu ramai pengunjung.


Tiba-tiba saja aku merasakan sakit di kepalaku dan pandanganku mulai kabur dan seperti awan putih pekat menutupi semua pandanganku.


"BRUUUKKK!!!"


...


Aku mencoba membuka mataku perlahan. Mataku terasa sangat berat untuk dibuka dan kepalaku pun masih terasa sakit. Ketika aku berhasil membuka mataku lebar-lebar, aku terkejut. Aku tidak tahu sedang berada di mana saat ini. Ruangan ini terlihat sangat asing untukku. Aku belum pernah ke tempat ini sebelumnya!


Aku mencoba menegakkan tubuhku dan duduk di ranjang tempatku berbaring. Tempat ini seperti sebuah rumah sakit kecil atau semacam klinik. Kenapa aku bisa berada di sini? Siapa yang membawaku ke sini?


"Eh ibu sudah siuman!" seru seorang perempuan muda yang mengenakan baju seragam seperti perawat, di tangannya ada beberapa bungkus obat. Ia berjalan perlahan mendekati ranjangku.


"Ibu sedang berada di klinik!" jawab wanita itu.


"Tadi teman ibu mengantarkan ibu ke tempat ini karena ibu tidak sadarkan diri di tempat ibu kerja." terang perawat itu. Ah iya! Tadi kepalaku terasa sakit sekali.


"Saya sakit apa ya, sus?" tanyaku lagi.


"Wanita yang hamil muda memang biasanya seperti itu, bu!" jawab perawat itu. Aku tersentak, hampir saja aku lupa kalau aku sedang hamil!

__ADS_1


"Tapi dokter tadi sudah memeriksa ibu, kata dokter ibu harus banyak makan makanan yang bergizi dan minum vitamin agar perkembangan janin ibu tidak terganggu." terang perawat itu.


"Ini sudah saya bawakan obat dan vitamin sesuai dengan resep dokter!" ucapnya lagi.


"Oh iya, dokter juga bilang kalau ibu harus banyak istirahat!" tambahnya. Aku menganggukkan kepalaku pelan dan perawat muda itu menyerahkan obat yang di bawanya kepadaku.


...


Cerita ini adalah versi lain dari cerita sebelumnya.


Mohon untuk kembali membacanya dari awal agar bisa merasakan perbedaannya.


Terima kasih banyak untuk dukungannya pada cerita sebelumnya.


Dukung terus karya-karyaku ya..


Aku sayang kalian semua.. 🤗😘🥰😊☺


Jangan lupa like di setiap episodenya, vote, dan share ya supaya lebih banyak yang baca cerita ini..


Dukungan darimu sangat berarti untukku.. ❤

__ADS_1


Terima kasih 😘🤗🥰


__ADS_2