
Roni menghela nafasnya, matanya tampak berkaca-kaca, tapi ia terus menatap wajah cantik kekasihnya itu.
"Apakah sesuatu yang buruk itu berpengaruh pada hubungan kita?" tanya wanita berkulit putih itu. Roni memgangguk pelan. Wanita itu menatap Roni dengan seksama dan perlahan menghela nafasnya.
"Katakanlah! Aku akan berusaha untuk menerima kabar buruk itu." ucapnya lembut. Roni menghela nafasnya.
"Ketika selesai meeting, aku dan mereka tidak langsung kembali ke kamar kami masing-masing." ucapnya memulai ceritanya.
"Mereka pasti memaksamu untuk minum-minum lagi, kan?!" terka wanita itu. Roni mengangguk pelan.
"Apa itu kabar buruknya?" tanya wanita itu pelan. Roni terdiam sejenak sambil terus menatap wajah cantik kekasihnya itu. Sesaat kemudian ia menggelengkan kepalanya perlahan.
"Terjadi sesuatu setelah itu." ucap Roni pelan. Kekasihnya terdiam, ekspresi wajahnya perlahan berubah, ia terlihat serius kali ini.
"Aku minum 1 gelas yang disiapkan Adnan untukku. Aku yakin kalau aku hanya meminum 1 gelas itu saat itu." ucap Roni pelan.
"Tapi... aku mabuk berat hingga aku sendiri tidak sadar apa yang kulakukan saat itu." lanjutnya.
"Lalu apa yang terjadi setelahnya?" tanya wanita itu yang terlihat semakin penasaran.
__ADS_1
"Ketika aku sadar, aku sudan berada di kamar... tapi bukan kamarku." ungkap Roni. Kekasihnya itu tersentak, ia terlihat seperti menangkap firasat buruk. Roni menundukkan kepala dan menghela nafasnya.
"Ketika aku tersadar, ada seorang wanita di sampingku." akunya akhirnya. Wanita itu terpaku mendengar ucapan Roni. Roni terus tertunduk, ia tidak menyadari kalau mata kekasihnya itu mulai berkaca-kaca.
"Ketika aku tersadar, aku berada di atas ranjang bersamanya... tanpa pakaian!" aku Roni, suaranya terdengar bergetar. Perlahan air mata meluncur keluar dari mata kekasihnya, tapi Roni masih belum menyadarinya karena kepalanya terus tertunduk.
"Maafkan aku!" ucap Roni dengan suara berbisik.
"Wanita itu bilang kalau aku menerobos ke kamarnya dan melakukan hal seharusnya tidak kulakukan padanya. Dia bilang kalau aku melecehkannya!" lanjut Roni. Tangannya terkepal kuat dan bergetar.
"Tapi sampai saat ini aku tidak pernah bisa mengingat apa yang terjadi malam itu!" tambahnya. Roni mendongakkan kepalanya dan kembali menatap wajah kekasihnya, ia terkejut ketika mengetahui kalau wanita kesayangannya itu sudah berlinangan air mata.
"Maafkan aku, yank!" ucap Roni pelan sambil meraih tangan kekasihnya itu tapi wanita cantik itu mengelak dengan menarik tangannya menjauhi tangan Roni. Ia menatap Roni dengan tatapan dingin.
"Sebulan yang lalu wanita itu menghubungiku, dia bilang kalau ia sedang mengandung anakku." ungkap Roni. Air mata wanita itu semakin deras mengalir keluar dari mata indahnya.
"Mungkinkah wanita itu menipumu?" tanya wanita itu pelan.
"Entahlah! Aku tidak tahu!" jawab Roni. Ia kembali menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Apa kamu tidak bisa melihat dari sikapnya? Biasanya kamu bisa menilai seseorang dengan cepat!" cecar wanita itu. Roni menggeleng.
"Aku terlalu kalut dan terlejut saat itu, jadi aku tidak bisa menilainya dengan baik." terang Roni.
"Ia hanya terlihat seperti gadis kampung biasanya, saat itu." tambahnya.
...
Cerita ini adalah versi lain dari cerita sebelumnya.
Mohon untuk kembali membacanya dari awal agar bisa merasakan perbedaannya.
Terima kasih banyak untuk dukungannya pada cerita sebelumnya.
Dukung terus karya-karyaku ya..
Aku sayang kalian semua.. 🤗😘🥰😊☺
Jangan lupa like di setiap episodenya, vote, dan share ya supaya lebih banyak yang baca cerita ini..
__ADS_1
Dukungan darimu sangat berarti untukku.. ❤
Terima kasih 😘🤗🥰