
Untuk beberapa saat Ropha terus memandangi wajah pujaan hatinya itu di dalam foto, tapi sesaat kemudian ia terlihat menjelajahi kembali akun sosial media milik Adnan itu.
"Sepertinya mereka dekat sekali." gumam Ropha ketika beberapa kali melihat foto Adnan dan Bayu bersama, lalu Ropha mulai membuka akun milik Bayu dan menjelajahinya juga. Ia melihat foto-foto dan video, tiba-tiba ia merasa penasaran pada video lama milik Bayu. Ropha menekan tombol play pada video itu.
Tampak dalam video itu Bayu yang mengenakan seragam SMP sedang bersembunyi di balik sebuah tembok dengan sebuah ember yang penuh dengan air. Tak lama kemudian melintaslah seorang wanita dengan tubuh yang sedikit berisi, Bayu mengejutkan wanita itu dan menyiram wanita itu dengan menyiramkan seluruh air yang ada di ember ke tubuh wanita itu. Semua teman-temannya terlihat terbahak-bahak sementara itu wanita yang menjadi korbannya itu terdiam sambil memandangi seragam sekolahnya yang basah.
"Dasar pria brengsek!" maki Ropha pelan. Ia melihat pada video itu beberapa orang ditandai dalam video itu.
"Win.. da ame.. lia!" ejanya. Ia membaca satu-satunya nama perempuan yang di tandai pada video itu.
"Apa ini nama si korban?" tanyanya pada diri sendiri. Ia mencoba membuka akun itu untuk meyakinkan dirinya kalau itu benar akun wanita yang menjadi korban dalam video itu. Ropha mengangguk-anggukkan kepalanya begitu mengetahui kalau itu benar akun 'si korban'.
"Kenapa aku jadi penasaran dengan hal-hal seperti ini!" gerutunya pelan. Dengan cepat ia menutup notebook-nya dan membuka kembali berkas-berkas pekerjaannya.
...
Aku dan Roni berjalan kaki menyusuri jalan kecil menuju rumahku. Roni membawakan semua barang yang kubawa dan hanya menyisakan 1 tas kecil. Pertama kalinya dalam hidupku bisa membuat seorang pengusaha muda membawakan barang-barangku. Semakin dekat dengan rumahku, tiba-tiba saja jantungku berdebar dengan sangat kencang. Seketika terlintas bayangan-bayangan bagaimana respon bapak nanti ketika bertemu dengan Roni.
"Kak Amel!" seru seseorang dari kejauhan. Aku dan Roni spontan menoleh ke arah sumber suara itu.
__ADS_1
"Tilla!!" seruku. Tilla berlari ke arahku.
"Kok pulang ke sini ga memberi kabar dulu?" tanya Tila begitu tiba di hadapanku.
"Biar jadi kejutan!" candaku. Tilla melirik ke arah Roni yang berdiri di sampingku.
"Itu siapa?" tanya Tilla dengan suara berbisik.
"Ah iya! Kenalkan ini Roni!" ucapku pada Tilla.
"Ini adik perempuanku!" ucapku memperkenalkan Tilla pada Roni. Tilla dan Roni berjabat tangan.
"Roni."
"Kak Roni siapanya kak Amel?" tanya Tilla tiba-tiba. Aku tersentak mendengar pertanyaan Tilla itu. Aku menoleh ke arah Roni. Roni tampak terdiam sejenak menatap Tilla. Apa dia bingung menjawab pertanyaan Tilla itu?
Perlahan Roni membungkukan tubuhnya sedikit ke arah Tilla dan tersenyum lembut.
"Kak Roni calon suaminya kak Amel!" ucap Roni dengan suara berbisik.
__ADS_1
"Woaah!!!" seru Tilla tak percaya.
...
Cerita ini adalah versi lain dari cerita sebelumnya.
Mohon untuk kembali membacanya dari awal agar bisa merasakan perbedaannya.
Terima kasih banyak untuk dukungannya pada cerita sebelumnya.
Dukung terus karya-karyaku ya..
Aku sayang kalian semua.. 🤗😘🥰😊☺
Jangan lupa like di setiap episodenya, vote, dan share ya supaya lebih banyak yang baca cerita ini..
Dukungan darimu sangat berarti untukku.. ❤
Terima kasih 😘🤗🥰
__ADS_1