
"Kamu sedang apa?" Tiba-tiba terdengar suara Roni. Jantungku seperti berhenti berdetak sejenak. Aku tidak menyadari kalau Roni sudah terbangun. Apakah dia membaca pesan yang kukirimkan pada Adnan?
"A.. aku.."
"Perjalanan kita masih panjang, lebih baik kamu beristirahat." saran Roni. Rasanya jantungku bisa berdetak seperti biasa lagi setelah mendengar ucapan Roni itu. Sepertinya ia tidak menyadari apa yang kulakukan.
"Wanita hamil tidak boleh terlalu kelelahan!" ucapnya pelan. Ia kembali memejamkan matanya.
"Aku hanya berkirim pesan, aku tidak akan kelelahan." terangku.
"Aku ada di sini, di sampingmu, dengan siapa lagi kamu berkirim pesan?" ucap Roni. Ia membuat jantungku berdebar kencang.
"Aku pecemburu, jangan terlalu sering berkirim pesan dengan orang lain terlebih lagi kalau orang itu laki-laki." pinta Roni. Ia menghela nafasnya perlahan. Apa dia pikir aku secantik mantan kekasihnya itu, sampai-sampai dia mengira akan ada laki-laki lain yang menggodaku? Mendapatkannya saja sudah merupakan keberuntungan terbesar yang pernah terjadi di hidupku, bagaimana mungkin aku bisa menggantinya dengan pria lain?
"Aku tidak akan melakukan hal macam-macam kok!" ucapku. Aku mencoba menggodanya dengan nada bicara yang sedikit manja.
__ADS_1
"Awas saja kalau kamu berani melakukannya!" candanya. Aku tertawa kecil. Ya Tuhan, aku sangat bahagia dengan kehidupanku ini. Walaupun aku mengawalinya dengan cara yang salah tapi aku sangat bahagia!
...
Ropha meletakkan notebook-nya di meja kerjanya. Ia meneguk perlahan cokelat hangat yang sudah tersaji sedari tadi di meja kerjanya itu. Hari itu, entah mengapa ia terlihat tidak seperti biasanya. Ia duduk di kursi kerjanya sambil memandangi notebook-nya dengan tatapan kosong.
"Hash!" Ia mengeluh pelan, dan sesaat ia terlihat sibuk mengutak-atik notebook-nya itu.
Ropha membuka akun sosial media yang sudah lama tidak pernah dibukanya itu. Ada banyak sekali permintaan pertemanan yang masuk ke akunnya, ia mencoba mencermati permintaan pertemanan itu dan tersentak begitu menemukan sebuah nama yang dikenalnya.
Rasa penasaran Ropha mulai meluap-luap, ia membuka akun Adnan dan melihat informasi-informasi yang ada di sana. Seketika ia terpaku begitu melihat foto Adnan bersama dengan 2 orang pria yang salah satunya adalah Roni, mantan kekasihnya. Matanya mulai terlihat berkaca-kaca. Ia terlihat masih belum bisa mengikhlaskan apa yang terjadi pada hubungan yang sudah dijalinnya selama 3 tahun itu.
Ropha menatap wajah Roni di foto itu yang terlihat sangat manis dengan senyumannya.
"Aku merindukanmu." ucapnya dengan suara berbisik. Perlahan air matanya yang sudah tertahan di pelupuk matanya itu menetes dan membasahi pipinya, dengan cepat ia menarik tisu yang ada di meja kerjanya dan menghapus air matanya itu.
__ADS_1
...
Cerita ini adalah versi lain dari cerita sebelumnya.
Mohon untuk kembali membacanya dari awal agar bisa merasakan perbedaannya.
Terima kasih banyak untuk dukungannya pada cerita sebelumnya.
Dukung terus karya-karyaku ya..
Aku sayang kalian semua.. 🤗😘🥰😊☺
Jangan lupa like di setiap episodenya, vote, dan share ya supaya lebih banyak yang baca cerita ini..
Dukungan darimu sangat berarti untukku.. ❤
__ADS_1
Terima kasih 😘🤗🥰