Sebuah Kebodohan

Sebuah Kebodohan
Episode 74


__ADS_3

Roni berlari menuju ruang emergency dan akhirnya ia bertemu dengan Ropha di depan pintu, wajahnya terlihat sangat cemas dan penasaran dengan apa yang terjadi.


"Ropha!" sapanya pelan.


"Kak Roni!" seru Ropha begitu mengetahui mantan kekasihnya itu sudah berada di sampingnya.


"Apa yang terjadi?" tanya Roni.


"Ada apa dengan Amel?" tambahnya.


"A.. Amel..." Ropha terlihat bingung akan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada Roni.


"Kenapa kamu terlihat pucat, Pha? Ada apa dengan kalian sebenarnya?" tanya Roni yang terlihat benar-benar cemas dengan keadaan kedua wanita itu.


"Aku dan Amel..." Belum sempat Ropha mengungkapkan apa yang terjadi, tiba-tiba saja dokter keluar dari ruang emergency itu, Roni langsung mendekati dokter itu.


"Bapak suami dari pasien?" tanya dokter.


"Iya, dok! Bagaimana keadaan istri saya?" ucap Roni balik bertanya. Dokter itu menatap Roni sejenak.

__ADS_1


"Bapak bisa ikut saya ke ruangan?" tanya dokter itu. Roni menganggukkan kepalanya.


"Mari pak!" ajak dokter. Roni mengikuti langkah dokter menuju ke ruangannya.


Dokter mempersilahkan Roni untuk masuk, Roni masuk ke ruangan itu dan duduk di salah satu sofa yang ada di dalam ruangan. Dokter menatap Roni sejenak, Roni pun menatap dokter, ia terlihat seperti menantikan penjelasan dokter.


"Istri bapak saat ini keadaannya sudah stabil." ungkap dokter akhirnya.


"Tadi, istri bapak mengalami pendarahan yang cukup banyak." terangnya.


"Pe.. pendarahan?" tanya Roni, ia terlihat sangat terkejut mengetahuinya.


"Iya, pak!" jawab dokter.


"Kondisi kandungan istri bapak tidak dalam kondisi yang sangat baik, tapi juga tidak dalam keadaan buruk sekali. Kondisi seperti ini masih sangat rentan untuk mengalami hal-hal seperti ini, pak!" terang dokter.


"Ta.. tapi usia kandungannya sudah 5 bulan, dok! Apa masih selemah itu kondisinya?" ungkap Roni tak percaya.


"Pak, usia berapapun kandungan itu tetap harus mendapat perhatian khusus, bahkan yang akan melahirkan saja banyak yang kehilangan bayinya karena tidak diperhatikan dengan baik!" jelas dokter. Roni terdiam.

__ADS_1


"Istri bapak tidak boleh memiliki terlalu banyak tekanan atau beban pikiran dan sekarang istri bapak sedang mengalami depresi." ungkap dokter. Roni tersentak.


"De.. depresi?" gumam Roni pelan.


"Kalau bapak ingin bayi yang ada dalam kandungan istri bapak baik-baik saja, sebaiknya bapak bisa lebih memperhatikan kondisi mental istri bapak. Apa yang dipikirkan dan dilakukan istri bapak, kalau bisa bapak mengetahui semuanya." saran dokter.


"Saya yakin bapak pasti akan melakukan yang terbaik untuk istri dan bayi bapak!" ucap dokter sambil menepuk pundak Roni untuk memberikan semangat kepada Roni. Roni masih saja terdiam, ia terlihat sangat shock.


...


"Bagaimana keadaan Amel, kak?" tanya Ropha begitu melihat Roni kembali dari ruangan dokter.


"Apa kata dokter?" tambahnya. Roni menatap Ropha sejenak tanpa berkata apapun, ia menghela nafasnya.


"Ada yang ingin kubicarakan padamu!" ucap Roni akhirnya. Ropha tersentak, raut wajah Roni tampak sangat serius.


Roni mengajak Ropha ke taman yang ada di tengah-tengah rumah sakit, mereka duduk di salah satu kursi yang ada di sana.


"Ada apa, kak? Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Ropha. Roni terdiam sejenak, ia menundukkan kepalanya sebentar dan sesaat kemudian ia menatap kedua mata Ropha.

__ADS_1


"Mungkin sebaiknya kamu dan Amel tidak perlu berhubungan lagi!" ucap Roni pelan. Ropha tampak sangat terkejut mendengar ucapan Roni barusan.


...


__ADS_2