Sebuah Kebodohan

Sebuah Kebodohan
Episode 30


__ADS_3

Akhirnya aku mengikuti semua keinginan Roni. Aku resign dari tempat kerjaku dan kini aku tinggal di apartemen yang disewakannya untukku.


"Ini!" ucap Roni sambil menyerahkan sebuah kartu ATM-nya padaku. Aku menatap kartu itu sejenak.


"Untuk apa?" tanyaku polos.


"Belilah semua kebutuhanmu dengan ini!" terangnya. Rasanya aneh sekali ada yang memberikanku tabungannya dan menyuruhku menggunakannya untuk memenuhi semua kebutuhanku. Biasanya aku harus bekerja keras terlebih dahulu untuk bisa memenuhi kebutuhanku. Hidupku benar-benar berubah drastis!


"Aku akan menyempatkan setiap hari mengunjungimu di sini kalau sedang tidak ada pekerjaan atau meeting di luar kota." ucap Roni pelan.


"Kalau aku tidak bisa mengunjungimu, aku akan memberikan kabar padamu." lanjutnya.


"Kalau kamu mau berjalan-jalan dan membeli kebutuhanmu silahkan saja, tapi sebaiknya ketika ada aku saja. Biar aku yang mengantarkanmu!" tambahnya. Aku menangguk- anggukkan kepalaku. Dia benar-benar sangat baik!


"Aku berencana untuk pulang ke rumah orang tuaku hari minggu besok, bisakah kamu ikut denganku?" tanyanya.


"Kita akan membicarakan tentang pernikahan kita." terangnya. Jantungku berdebar kencang mendengar ucapannya barusan. Kira-kira seperti apa keluarganya? Apa mereka akan menerimaku?


"Ya, aku akan ikut denganmu!" ucapku. Ia tersenyum lembut padaku.

__ADS_1


"Seperti apa keluargamu?" tanyaku pelan.


"Seperti keluarga biasanya!" jawabnya.


"Orang tuaku masih lengkap dan aku memiliki seorang adik laki-laki bernama Vino." terangnya. Sejenak ia menatapku.


"Kamu tidak perlu takut, mereka selalu bersikap baik pada semua orang." ucapnya.


"Tapi mungkin mereka akan sangat murka dengan apa yang kuperbuat padamu." tambahnya. Seketika jantungku seperti berhenti berdetak sejenak. Aku menatap kedua matanya, ingin sekali aku mengungkapkan yang sebenarnya, tapi kalau aku mengungkapkannya sudah pasti dia akan meninggalkanku!


"Ya! Aku memang pantas menerimanya! Aku bertindak sangat ceroboh dengan mempercayai mantan sahabatku!" ungkapnya.


"Sampai sekarang aku tidak pernah ingat bagaimana aku bisa melakukan hal terkutuk itu padamu." terangnya.


"Yang kuingat terakhir kali itu mereka memberiku segelas minuman yang membuatku mabuk berat hingga benar-benar tidak sadar dengan apa yang kulakukan." lanjutnya.


"Aku yakin mereka pasti mencampurkan sesuatu di minuman itu!" terka Roni. Rasanya jantungku seperti akan meledak mendengar semua dugaan Roni itu. Bagaimana kalau Roni mengetahui kalau aku ikut terlibat dengan semuanya ini?


"Tunggu dulu, tadi kamu bilang kalau mantan sahabat? Berarti kamu sudah tidak menganggap mereka sahabatmu lagi?" tanyaku penasaran. Bukankan Adnan dan Bayu cerita kalau mereka sangat menyayangi Roni dan semuanya ini dirancang untuk menyelamatkan Roni, tapi kenapa Roni malah menganggap mereka sebagai 'mantan sahabat'?

__ADS_1


"Bagaimana bisa 2 orang sahabat bekerja sama untuk menipu sahabatnya sendiri, padahal kami sudah bersahabat dari saat keadaan kami tidak sebaik sekarang ini." ungkap Roni. Deg! Cerita Roni itu membuat jantungku berhenti berdetak. Yang mana cerita yang sebenarnya?


"Sudahlah jangan dibahas lagi!" ucap Roni menghentikan pembicaraan kami tentang Bayu dan Adnan.


...


Cerita ini adalah versi lain dari cerita sebelumnya.


Mohon untuk kembali membacanya dari awal agar bisa merasakan perbedaannya.


Terima kasih banyak untuk dukungannya pada cerita sebelumnya.


Dukung terus karya-karyaku ya..


Aku sayang kalian semua.. 🤗😘🥰😊☺


Jangan lupa like di setiap episodenya, vote, dan share ya supaya lebih banyak yang baca cerita ini..


Dukungan darimu sangat berarti untukku.. ❤

__ADS_1


Terima kasih 😘🤗🥰


__ADS_2