
Kami kembali melanjutkan perjalanan. Tapi tunggu dulu, Ini bukan jalan ke apartemenku! Roni mau mengajakku ke mana? Aku melirik ke arahnya, tapi ia terlihat fokus mengendarai mobilnya.
"Kita mau ke mana?" Akhirnya aku memberanikan diri untuk bertanya pada Roni.
"Nanti juga kamu tahu kita akan ke mana." jawab Roni. Aku kembali terdiam dan tak lama kemudian Roni memberhentikan laju mobilnya tepat di depan gerbang sebuah rumah minimalis yang cukup besar walaupun tidak sebesar rumah orang tua Roni tadi tapi rumah itu terlihat sama mewahnya.
"Ayo keluar!" ajak Roni.
"Ini rumah siapa?" tanyaku polos. Roni menatapku sejenak tanpa berkata apa-apa. Apa ada yang salah dengan pertanyaanku? Kenapa ia menatapku seperti itu? Ia membuatku jadi salah tingkah!
"Ini rumahku." jawabnya singkat. Astaga! Bayu dan Adnan tidak berbohong! Aku benar-benar akan menjadi istri seorang pengusaha besar! Jantungku berdebar sangat kencang.
"Kita mau terus di sini saja?" tanya Roni. Ia membuat lamunanku terpecah.
"Ayo keluar!" ajaknya lagi. Aku mengikuti Roni dan keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam pekarangan rumahnya.
Aku benar-benar takjub melihat pekarangan rumahnya itu, tampak tertata dengan sangat rapi dan asri, sepertinya Roni sangat menyukai tanaman.
__ADS_1
"Kamu membeli semuanya ini sendiri?" tanyaku. Roni mengangguk pelan.
"Serius?!" ucapku tak percaya.
"Apa mungkin aku meminta uang dari orang tuaku untuk membeli semua ini? Saat itu saja orang tuaku sedang kesulitan keuangan." terang Roni. Sepertinya ia tidak berbohong, ekspresi wajahnya terlihat sangat serius.
"Aku tidak membelinya secara langsung, dulu aku mencicilnya sedikit demi sedikit dan mulai membangunnya setelah aku mempunyai rencana menikah dengan seseorang." ungkap Roni. Deg! Jantungku sepertinya berhenti berdetak mendengar ucapannya. Apa dia merancang rumah ini bersama pujaan hatinya itu, Ropha.
"Apa kamu merancang rumah ini bersama wanita yang di foto itu?" tanyaku penasaran. Roni menggeleng. Dia pasti berbohong!
"Tapi setelah rumah ini siap untuk ditempati, semuanya malah harus berakhir." sesalnya. Lagi! Dadaku terasa sangat sesak mendengarnya! Kehidupan mereka sudah sangat baik sebelum ada aku di tengah-tengah mereka. Aku penyebab semua impian mereka itu hancur! Maafkan aku!
Ropha merancang rumah ini dengan sangat baik! Rumah ini terlihat sangat minimalis tapi sangat keren! Sinar matahari dapat masuk ke setiap ruangan, rumah ini sangat sehat, bahkan udara di dalam ruangannya pun terasa sangat segar karena sirkulasi udara di setiap ruangan sangat baik. Sudah cantik, dia juga sangat cerdas! Dia sangat sempurna! Wajar saja kalau Roni terpesona pada wanita sepertinya itu! Apa dia juga sangat baik seperti Roni? Atau malah seburuk yang diceritakan Bayu dan Adnan?
"Setelah menikah, kita akan menempati rumah ini!" ucap Roni. Suara Roni itu memecahkan lamunanku.
"Kamu mau melihat kamar utama yang akan jadi kamar kita nanti?" tanya Roni pelan. Lagi-lagi! Sepertinya jantungku berhenti berdetak!
__ADS_1
...
Cerita ini adalah versi lain dari cerita sebelumnya.
Mohon untuk kembali membacanya dari awal agar bisa merasakan perbedaannya.
Terima kasih banyak untuk dukungannya pada cerita sebelumnya.
Dukung terus karya-karyaku ya..
Aku sayang kalian semua.. 🤗😘🥰😊☺
Jangan lupa like di setiap episodenya, vote, dan share ya supaya lebih banyak yang baca cerita ini..
Dukungan darimu sangat berarti untukku.. ❤
Terima kasih 😘🤗🥰
__ADS_1