Sebuah Kebodohan

Sebuah Kebodohan
Episode 59


__ADS_3

Pagi ini, Ropha tampak sibuk dengan laptop dan ponselnya. Beberapa saat ia seperti tenggelam di dalam laptopnya tapi tak lama kemudian ia terlihat sibuk mengutak-atik ponselnya, begitu terus berulang-ulang.


"Halo selamat pagi!" sapa Ropha pada seseorang yang diteleponnya.


"Perkenalkan saya, Aropha. Mohon maaf yang sebesar-besarnya karena sudah mengganggu waktu bapak." ucapnya lembut.


"Saya mengetahui nomor pribadi bapak dari teman saya yang kebetulan pernah bekerja sama dengan bapak!" terang Ropha.


"Mohon maaf sebelumnya, pak, apakah saya bisa bertemu dengan bapak secara langsung? Ada sesuatu yang harus saya bicarakan dengan bapak!" pinta Ropha.


"Tidak, pak! Ini bukan perihal kerja sama atau yang lainnya, tapi lebih ke urusan pribadi saya." ungkap Ropha.


"Saya berharap bisa bertemu secepatnya, tapi saya akan menunggu waktu luang bapak!" ucap Ropha.


"Baik, pak! Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih!" seru Ropha. Ia memutuskan panggilannya dan kembali meletakkan ponselnya di meja kerjanya. Ropha kembali sibuk dengan laptopnya.


...


"Apa kamu tidak pergi ke kantor atau sebagainya?" tanyaku polos. Roni tersentak.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" ucapnya balik bertanya.


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin tahu apa pengusaha sepertimu sama seperti karyawan yang memiliki jam kerja atau tidak." terangku. Roni terdiam sejenak.


"Ada kalanya aku harus masuk kantor tapi terkadang aku tidak perlu masuk kantor." jawabnya.


"Waktu pertama kali kita bertemu, kamu terlihat sangat sibuk." ucapku. Roni menganggukkan kepalanya pelan.

__ADS_1


"Ya, seperti itulah kalau sedang banyak sekali pekerjaan yang harus kukerjakan, tapi lihat beberapa hari ini, aku benar-benar santai." ungkapnya.


"Trrrttt.. tttrrrtttt... tttrrrtt" Tiba-tiba saja ponsel Roni yang tergeletak di meja yang ada di hadapan kami bergetar. Aku melirik ke arah ponselnya itu. Jantungku berdebar kencang begitu melihat nama orang yang meneleponnya.


Dengan cepat Roni meraih ponselnya, sepertinya ia takut aku mengetahui siapa yang meneleponnya, tapi sayang sekali aku sudah mengetahuinya dan aku... cemburu!


"Aku terima telepon di luar sebentar!" ucap Roni, ia terlihat kikuk. Aku hanya terdiam, sebenarnya aku sangat penasaran dengan apa yang akan mereka bicarakan, tapi aku takut untuk mendengarnya.


Roni keluar dari apartemenku itu, ia terlihat sangat tergesa-gesa. Bukankah ia berjanji akan mencoba melupakan kenangannya bersama wanita itu, tapi kenapa saat ini ia terlihat antusias sekali karena akan berbicara dengan mantan kekasihnya itu?


...


"Ya Pha, ada apa?" tanya Roni lembut.


"Maaf aku meneleponmu, ada hal mendesak yang harus kubicarakan padamu." terang Ropha.


"Apa itu?" tanya Roni penasaran.


"Kenapa mendadak sekali?" ucap Roni balik bertanya. Ropha terdiam sejenak.


"Pha?" panggil Roni.


"Ee.. ada hal penting yang harus kulakukan." jawab Ropha akhirnya.


"Apa sangat mendesak sekali?" tanya Roni, ia terlihat semakin penasaran.


"Ya!" jawab Ropha singkat.

__ADS_1


"Apa aku boleh mengetahuinya?" Roni benar-benar penasaran dengan apa yang akan dilakukan mantan kekasihnya itu.


"Eem.." Ropha terdengar ragu.


"Aku akan memberi tahumu nanti!" ucap Ropha akhirnya.


"Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang." tambahnya. Roni terdiam sejenak, ia terlihat sangat penasaran tapi sepertinya ia menahan rasa penasarannya itu.


"Baiklah!" ucapnya pelan.


"Ajukan saja form cutimu pada HRD, aku akan mengabari mereka kalau aku sudah menyetujuinya!" tambahnya.


...


Cerita ini adalah versi lain dari cerita sebelumnya.


Mohon untuk kembali membacanya dari awal agar bisa merasakan perbedaannya.


Terima kasih banyak untuk dukungannya pada cerita sebelumnya.


Dukung terus karya-karyaku ya..


Aku sayang kalian semua.. πŸ€—πŸ˜˜πŸ₯°πŸ˜Šβ˜Ί


Jangan lupa like di setiap episodenya, vote, dan share ya supaya lebih banyak yang baca cerita ini..


Dukungan darimu sangat berarti untukku.. ❀

__ADS_1


Terima kasih πŸ˜˜πŸ€—πŸ₯°


Baca juga karyaku yang lainnya ya! Kamu pasti suka! πŸ˜πŸ˜Šβ˜ΊπŸ˜šπŸ˜˜πŸ€—


__ADS_2