
Aku dan Roni berjalan ke luar klinik dan menuju tempat Roni memarkirkan mobilnya. Aku celingukan mencari di mana Roni memarkirkan mobilnya karena tidak nampak mobilnya di pelataran parkir, tapi langkah Roni sudah berhenti.
"Di mana mobilmu?" tanyaku pelan.
"Ini!" ucap Roni sambil menunjuk ke sebuah mobil kecil berwarna hitam metalik yang ada di sampingnya. Aku tersentak.
"Ini mobilmu?" tanyaku lagi. Roni menganggukkan kepalanya.
"Kenapa?" ucap Roni balik bertanya. Aku menatapnya sejenak. Dia mengganti mobilnya! Apa karena ucapanku waktu itu makanya dia mengganti mobilnya? Ah tidak mungkin! Pasti ia hanya mau pamer kalau dia memiliki banyak mobil!
"Kamu mengganti mobilmu?" tanyaku.
"Kan kemarin kamu yang memintanya!" ucap Roni. Deg! Dia berhasil membuat jantungku berdebar dengan sangat kencang! Aku tidak menyangka kalau ia memperhatikan permintaanku itu. Dia mulai membuatku jatuh cinta pada sikapnya!
"Sudah, ayo masuk!" ajaknya.
...
Roni mengajakku makan bersama sebelum ia mengantarkanku pulang. Ia kembali mengajakku ke restoran mewah miliknya tempat kami bertemu pertama kali setelah peristiwa di hotel. Kami kembali mengambil tempat di ruangan VIP restoran itu.
__ADS_1
"Kamu mau makan apa?" tanya Roni lembut.
"Pesankan saja seperti yang waktu itu." jawabku. Aku. Kita lihat, apakah dia mengingat apa yang ia pesankan padaku waktu itu?!
Roni memesankan beberapa makanan untukku dan aku sangat terkejut! Ia masih mengingat semua menu yang ia pesankan untukku waktu itu. Dia benar-benar pria dengan hati yang hangat! Dan kurasa aku mulai mencintainya!
Aku mulai menyantap makananku dan baru saja beberapa kali aku menelan makanan-makanan itu tiba-tiba saja aku merasakan mual yang sangat hebat, perutku pun terasa sangat sakit.
"Di mana toiletnya?" tanyaku.
"Di samping meja kasir." jawab Roni. Ia terlihat bingung karena tiba-tiba saja aku menanyakan toilet padahal aku belum selesai menyantap makananku.
"Mel!" seru Roni yang terlihat sangat terkejut, aku pun sangat terkejut bisa memuntahkan isi perutku di tempat itu. Bagaimana ini? Roni pasti marah padaku! Aku berjongkok di samping muntahanku. Perutku terasa sangat sakit! Air mataku mulai meluncur membasahi.
Jantungku berdebar kencang ketika Roni melangkah dengan cepat mendekatiku. Tangannya bergerak dengan cepat, apakah dia akan memukulku? Aku memejamkan mataku karena merasa ketakutan Roni akan bersikap kasar padaku karena amarahnya.
"Kamu kenapa?" Tidak seperti bayanganku! Suaranya justru terdengar sangat lembut menanyakan keadaanku dan tangannya menyentuh kepalaku dengan sangat lembut.
Perlahan aku membuka mataku dan menatap kedua matanya dengan seksama. Tatapan matanya terasa sangat lembut membalas tatapan mataku.
__ADS_1
"Maaf..." lirihku. Roni menggelengkan kepalanya pelan.
"Kamu mual? Ayo kita ke dokter dan meminta obat untuk menghilangkan mualmu!" ajaknya. Ya Tuhan, pria ini sangat baik! Bahkan terlalu baik untuk Tuhan hadiahkan di hidupku! Aku yang telah menghancurkan masa depannya malah mendapatkan perlakuan yang sespesial ini.
...
Cerita ini adalah versi lain dari cerita sebelumnya.
Mohon untuk kembali membacanya dari awal agar bisa merasakan perbedaannya.
Terima kasih banyak untuk dukungannya pada cerita sebelumnya.
Dukung terus karya-karyaku ya..
Aku sayang kalian semua.. 🤗😘🥰😊☺
Jangan lupa like di setiap episodenya, vote, dan share ya supaya lebih banyak yang baca cerita ini..
Dukungan darimu sangat berarti untukku.. ❤
__ADS_1
Terima kasih 😘🤗🥰