Sebuah Kebodohan

Sebuah Kebodohan
Episode 69


__ADS_3

Roni benar-benar mengantarkanku sampai tempat aku dan Ropha janji bertemu. Ia memperhatikan sekitar tempat itu, sepertinya ia mencari keberaraan Ropha.


"Kamu mau aku menemanimu menunggu sampai Ropha datang?" tanya Roni pelan. Ia menatapku lembut dan aku pun menatapnya tapi entah mengapa aku merasa kalau menatapnya dengan tatapan yang dingin.


"Apa kamu ingin bertemu dengannya?" tanyaku tiba-tiba.


"Apa kamu merindukannya?" Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutku tanpa bisa kuhentikan. Roni tampak sangat terkejut mendengar ucapanku barusan.


"Ka.. kamu bicara apa?!" ucapnya kikuk. Sejenak ia hanya menatapku tanpa berkata apa-apa lagi tapi kemudian ia memalingkan pandangannya, ia menatap lurus ke depan. Aku menghela nafasku dengan kasar.


"Memang kesalahanku, seharusnya aku tidak pernah berdiri di antara kalian!" ucapku pelan. Roni kembali menatapku, ia terlihat kesal dengan ucapanku.


"Kamu masih bisa membatalkan pernikahannya!" lanjutku.


"Menikahlah dengan wanita yang selalu kamu rindukan itu!" tambahku.


"STOP!" teriaknya. Ini pertama kalinya ia berteriak padaku. Aku menatap wajahnya, ia terlihat sangat marah denganku.


Aku memasukkan ponselku ke dalam tas dan dengan cepat keluar dari mobil Roni. Roni tidak menghentikanku sama sekali, ia tidak berkata apa-apa sedikitpun untuk menahanku tapi mobilnya tidak bergerak meninggalkan tempat itu, setelah aku melangkah masuk ke dalam kafe tempat aku dan Ropha janji bertemu, barulah mobil Roni melaju dengan kencang. Aku duduk di sudut ruangan kafe yang tidak terlalu ramai siang itu dan mulai menunggu kedatangan Ropha.

__ADS_1


Sudah sekitar 30 menit aku menunggu Ropha tapi wanita itu belum juga muncul di tempat pertemuan kami.


"Ke mana sih dia?!" gerutuku pelan. Aku melirik jam yang melingkar di tangan kiriku. Tadi Roni yang membuatku kesal, sekarang pujaan hatinya yang bernama Ropha itu yang membuatku kesal. Kalau 30 menit lagi dia tidak datang juga, aku akan meninggalkan tempat ini!


"Maaf membuatmu menunggu!" ucap seseorang yang berdiri di hadapanku, suaranya terdengar sangat lembut. Aku mengangkat kepalaku perlahan, Ropha sudah berdiri di hadapanku, ia terlihat sangat cantik! Kulitnya yang putih terlihat sangat bersinar dan cantik, ditambah lagi ia mengenakan setelan keren berwarna hitam. Kecantikannya sungguh luar biasa!


Ropha duduk di kursi yang ada di hadapanku, ia tersenyum lembut padaku. Mataku tidak bisa berhenti menatap wajahnya yang sangat cantik itu. Pantas saja Roni tidak bisa berpaling darinya! Tapi tunggu dulu! Matanya terlihat sembab! Apa dia habis menangis?


"Bagaimana kabarmu, Mel?" tanya Ropha lembut.


"A.. aku baik!" jawabku gugup.


"Syukurlah!" ucapnya pelan.


"Lima bulan!" jawabku singkat. Ropha terlihat menghela nafasnya perlahan.


"Kamu bilang ada yang ingin kamu bicarakan denganku. Apa itu?" tanyaku pelan. Ropha kembali menatapku, sejenak kami hanya saling menatap tanpa berkata apa-apa.


"Apa kamu mengenal Bayu?" tanya Ropha akhirnya. Pertanyaan Ropha itu membuat jantungku berdebar kencang. Mengapa ia tiba-tiba menanyakan tentang Bayu? Apa dia mengetahui sesuatu tentang kejahatan kami? Atau Bayu yang mengatakannya sendiri?

__ADS_1


...


Cerita ini adalah versi lain dari cerita sebelumnya.


Mohon untuk kembali membacanya dari awal agar bisa merasakan perbedaannya.


Terima kasih banyak untuk dukungannya pada cerita sebelumnya.


Dukung terus karya-karyaku ya..


Aku sayang kalian semua.. πŸ€—πŸ˜˜πŸ₯°πŸ˜Šβ˜Ί


Jangan lupa like di setiap episodenya, vote, dan share ya supaya lebih banyak yang baca cerita ini..


Dukungan darimu sangat berarti untukku.. ❀


Terima kasih πŸ˜˜πŸ€—πŸ₯°


Baca juga karyaku yang lainnya ya! Kamu pasti suka! πŸ˜πŸ˜Šβ˜ΊπŸ˜šπŸ˜˜πŸ€—

__ADS_1




__ADS_2