
"Tttrrrtttt... tttrrrrtttt... ttttrrrrttt" Tiba-tiba saja ponselku yang sedari tadi tergeletak di meja yang berada di samping ranjang baruku bergetar. Aku melangkah dengan cepat untuk melihat siapa yang meneleponku. Adnan! Adnan meneleponku! Bagaimana ini? Sedangkan ada Roni di sini!
Aku memindahkan ponselku ke ranjangku dan menyembunyikannya di balik bantal agar getarannya tidak terdengar. Aku kembali ke tempatku semula dan duduk di samping Roni yang terlihat sedang fokus dengan apa yang di tontonnya.
...
Aku merebahkan tubuh di ranjang baruku setelah Roni pergi dari apartemen yang di sewakannya untukku. Kurasa aku mulai merasa sangat nyaman dan terbiasa dengan adanya Roni di sisiku.
"Tttrrrttt... ttttrrrrttt" Tiba-tiba saja aku merasakan getaran kuat di bantalku, aku hampir saja terlupa kalau aku menyembunyikan ponselku di balik bantal.
Aku merogoh bantalku itu untuk meraih ponselku dan melihat siapa yang meneleponku. Adnan lagi?! Tidak seperti biasanya Adnan meneleponku berkali-kali seperti ini.
"Halo." sapaku pelan.
"Hei! Sudah jadi istri pengusaha kaya ya sampai-sampai sulit sekali di telepon!" seru Adnan. Seruannya itu terdengar seperti merendahkanku. Aku benci sekali kalau Adnan sudah bersikap seperti itu.
"Bu.. bukan begitu!" bantahku.
"Lo resign dari toko temannya Bayu?" tanya Adnan.
"Iya." jawabku singkat.
__ADS_1
"Terus, lo tidak bekerja sekarang?" tanya Adnan lagi.
"Iya! Ada sedikit masalah dengan kandunganku jadi Roni menyuruhku untuk tidak bekerja." terangku.
"Oh! Sekarang lo sudah jadi wanita kesayangannya Roni ya!" Lagi-lagi Adnan berbicara dengan nada yang seakan-akan merendahkanku.
"Ada apa lo nelpon gue? Tidak biasanya lo nelpon gue berkali-kali seperti ini!" tanyaku. Aku berusaha mempercepat pembicaraan kami, aku sudaj benar-benar kesal dengan ucapan Adnan yang terlalu sering merendahkanku.
"Waaah! Sudah sombong ya sekarang! Tidak memberi kabar kalau sudah banyak perubahan dalam hidupnya dan sekarang bertingkah seperti ini!" seru Adnan dari seberang sana. Serba salah berbicara dengannya.
"Bertingkah seperti apa sih? Sombong bagaimana?" tanyaku kesal.
"Ingat ya, Mel! Lo bisa seperti sekarang ini semuanya karena siapa!" ucap Adnan. Ya, aku tahu semuanya ini karena kau dan Bayu!
"Maksud lo?" tanyaku pelan.
"Karena hidup lo sekarang sudah jauh lebih baik, lo harus mulai membayar kembali semua yang gue dan Bayu lakulan sampai lo bisa berada pada posisi sekarang!" terang Adnan. Adnan berhasil membuat jantungku berdebar dengan sangat kencang hingga dadaku terasa sesak.
"Membayar? Membayar bagaimana maksud lo?" tanyaku lagi.
"Lo bodoh atau bagaimana? Seperti itu saja tidak paham!" maki Adnan.
__ADS_1
"Gue dan Bayu sudah mengeluarkan banyak uang dan tenaga untuku membawa lo sampai pada keadaan sekarang ini dan sekarang gua mau meminta semuanya kembali!" Adnan memperjelas ucapannya. Aku benar-benar tidak menyangka kalau Adnan akan seperti ini!
"Gue mau bayar dari mana? Gue kan tidak bekerja lagi." ucapku.
"Lo kan punya calon suami! Roni pasti memberikan akses buat lo bisa merasakan hartanya!" seru Adnan.
...
Cerita ini adalah versi lain dari cerita sebelumnya.
Mohon untuk kembali membacanya dari awal agar bisa merasakan perbedaannya.
Terima kasih banyak untuk dukungannya pada cerita sebelumnya.
Dukung terus karya-karyaku ya..
Aku sayang kalian semua.. 🤗😘🥰😊☺
Jangan lupa like di setiap episodenya, vote, dan share ya supaya lebih banyak yang baca cerita ini..
Dukungan darimu sangat berarti untukku.. ❤
__ADS_1
Terima kasih 😘🤗🥰