Sebuah Kebodohan

Sebuah Kebodohan
Episode 20


__ADS_3

Roni menekan bell yang ada di samping sebuah apartemen, tak lama kemudian seorang wanita cantik muncul dari balik pintu. Wajah cantiknya itu terlihat sangat terkejut ketika melihat Roni ada di hadapannya. Roni tersenyum lembut pada wanita itu, ia menerobos masuk ke dalam apartemen wanita itu.


"Kapan kamu pulang, yank?" tanya wanita berkulit putih itu.


"Tadi pagi." jawab Roni singkat sambil memjatuhkan tubuhnya di sofa empuk milik kekasihnya itu.


"Kenapa tidak mengabariku? Aku kan bisa menjemputmu!" gerutu wanita itu. Roni hanya tersenyum lebar pada wanita itu.


"Kamu sudah makan?" tanya wanita berambut panjang itu.


"Belum!" jawab Roni pelan.


"Kalau begitu aku masakkan spaghetti kesukaanmu, ya!" tawar wanita itu.


"Oke!" sahut Roni, ia terlihat senang sekali.


Roni menghampiri wanita yang sedang sibuk membuatkan makanan kesukaannya itu dan perlahan tangannya melingkar di pinggang wanita itu, sikapnya itu membuat wanita cantik itu sangat terkejut.


"Kamu ini!!" gerutunya. Roni menyandarkan kepalanya di pundak wanitanya itu dan perlahan menghela nafasnya.


"Aku tidak bisa memasak kalau kamu seperti ini!" ucap wanita itu.


"Kamu menonton tv saja sana!" perintahnya. Roni menggelengkan kepalanya.


"Tidak mau!" ucapnya pelan.


"Biarkan aku seperti ini sebentar saja!" pinta Roni.

__ADS_1


"Aku mencintaimu!" bisik Roni di telinga perempuan itu.


...


Roni duduk di salah satu kursi makan dan kekasihnya mengikutinya serta duduk di sampingnya. Di hadapannya sudah tersaji makanan yang paling di sukainya. Ia menyantap saghetti-nya itu dengan lahap.


"Ada sesuatu yang mau kamu katakan?" tanya wanita berambut hitam panjang itu tiba-tiba, ketika Roni hampir menyantap habis makanannya. Roni melirik ke arah wanita itu, ia menyelesaikan kegiatan makannya.


Roni menggeser piring yang digunakannya tadi, dan perlahan ia meraih tangan kekasihnya itu serta menggenggamnya erat.


"Aku sangat merindukanmu!" ucapnya dengan suara berbisik. Wanita itu menatap Roni dengan pandangan curiga.


"Aku tahu itu!" sahut wanita itu.


"Cepat katakan apa yang kamu sembunyikan!" desaknya.


"Yank, kita sudah bersama selama lebih dari 4 tahun! Aku sudah hafal betul bagaimana kamu kalau menyembunyikan sesuatu dariku!" ungkap wanita itu. Roni tersenyum lembut pada kekasinya, perlahan tangannya membelai lembut rambut hitam kekasihnya itu. Ia menghela nafasnya perlahan.


"Aku bingung akan memulainya dari mana." ucap Roni pelan.


"Katakan saja apa yang ada di pikiranmu saat ini, aku pasti bisa mengertinya!" bujuk wanita itu. Lagi-lagi Roni menghela nafasnya sambil tersenyum lembut.


"Kamu ingat saat terakhir kali aku menemui Adnan dan Bayu untuk meeting waktu itu?" tanya Roni. Wanita itu tampak seperti sedang mengingat-ingat.


"Oh ya! Aku ingat!" seru wanita itu setelah mengingatnya.


"Emm.." Roni tampak ragu untuk menceritakan lanjutannya.

__ADS_1


"Terjadi sesuatu di sana." ungkapnya pelan.


"Terjadi sesuatu?" gumam wanita cantik itu, ia terlihat bingung. Roni mengangguk pelan.


"Terjadi apa?" tanya wanita itu penasaran. Roni menatap kedua mata kekasihnya itu dengan seksama. Ia menghela nafasnya kembali.


"Apa hal itu sangat buruk?" tanya wanita itu lagi. Roni menganggukkan kepalanya pelan.


"Sangat! Sangat buruk!" jawabnya pelan.


...


Cerita ini adalah versi lain dari cerita sebelumnya.


Mohon untuk kembali membacanya dari awal agar bisa merasakan perbedaannya.


Terima kasih banyak untuk dukungannya pada cerita sebelumnya.


Dukung terus karya-karyaku ya..


Aku sayang kalian semua.. 🤗😘🥰😊☺


Jangan lupa like di setiap episodenya, vote, dan share ya supaya lebih banyak yang baca cerita ini..


Dukungan darimu sangat berarti untukku.. ❤


Terima kasih 😘🤗🥰

__ADS_1


__ADS_2