Sebuah Kebodohan

Sebuah Kebodohan
Episode 22


__ADS_3

"Tadi siang, kami bertemu lagi untuk pertama kalinya setelah peristiwa itu terjadi." ucap Roni pelan.


"Kami membicarakan apa yang akan kami lakukan pada bayi dalam kandungannya itu." lanjutnya.


"Lalu apa yang akan kalian lakukan?" tanya wanita itu.


"Aku berencana membawa anak itu setelah ia melahirkan." jawab Roni.


"Membawa? Membawa bagaimana maksudmu?" tanya wanita cantik itu bingung. Roni menghela nafasnya, ditatapnya kembali pujaan hatinya itu.


"Aku berencana untuk mencukupi kebutuhannya dan anak dalam kandungannya itu dan membawa serta membesarkannya sendiri setelah anak itu lahir." jelas Roni. Wanita itu tersentak mendengar ucapan Roni barusan.


"Kamu mau kan kalau kita merawat anak itu bersama, yank?" tanya Roni.


"Lalu bagaimana dengan wanita itu?" ucap wanita itu balik bertanya.


"Biar saja dia menjalani kehidupannya seperti sebelumnya!" jawab Roni.


"Aku tidak mungkin menikahinya, aku tidak mencintainya sama sekali! Aku bahkan tidak mengenalnya!" tukas Roni.


"PLAAAKKK!!" Roni seketika terdiam, sebuah tamparan keras mendarat di pipinya. Terdengar suara nafas yang menderu. Wanita itu menatap Roni dengan tatapan tajam, air matanya kembali membanjiri pipinya.


"Sekian lama kita bersama, ini pertama kalinya aku mendengarmu berbicara seperti seorang pengecut!" ucap wanita itu.


"Apa kamu tidak dilahirkan oleh seorang wanita?" tanyanya.

__ADS_1


"Apa kamu tidak memiliki hati nurani?" makinya. Roni terdiam, kepalanya tertunduk dan matanya memerah.


"Aku juga sangat terpukul dengan kejadian ini, 4 tahun kita bersama kenapa semuanya ini terjadi ketika kita akan mengambil langkah untuk bertunangan?!" ungkap wanita itu.


"Aku sangat kecewa, yank!" akunya. Perlahan Roni meneteskan air matanya.


"Tapi coba kamu pikirkan bagaimana wanita itu! Dalam semalam kamu menghancurkan masa depannya, sekarang dia memiliki bayi di rahimnya karenamu dan dengan mudahnya kamu bilang akan membawa anaknya setelah ia melahirkan!" tukas wanita itu.


"Apa kamu memikirkan bagaimana hancur hatinya mendengar ucapanmu itu?" tanyanya.


"Dia sedang mengandung anakmu dan kamu menyakiti hatinya!" ucap wanita itu. Roni terus terdiam, ia tidak bisa berkata apa-apa, sementara itu kekasihnya menangis di hadapannya.


...


"Bagaimana pertemuan kalian siang tadi?" tanya Adnan yang tampak sudah tidak sabar mendengar bagaimana pertemuanku dengan Roni.


"Buruk bagaimana?" sambung Bayu yang tampak sangat terkejut.


"Dia hanya meninginkan anak ini saja." terangku.


"Maksud lo?" tanya Adnan bingung.


"Dia akan mengambil anak ini setelah anak ini lahir." jawabku sambil mengusap lembut perutku.


"Parah!" seru Bayu.

__ADS_1


"Itu pasti idenya Ropha!" sambung Adnan. Bayu menganggukkan kepalanya.


"Ropha?" gumamku pelan.


"Pacarnya Roni!" ucap Bayu.


"Sudah tahu kan bagaimana culasnya Ropha!" seru Adnan. Benarkah itu semua idenya kekasihnya Roni?


"Lalu lo menerimanya?" tanya Adnan. Aku menggeleng pelan.


"Kenapa? Lo tinggal meminta uang yang banyak saja pada Roni untuk mengganti anak lo yang diambil oleh Roni!" tukas Adnan. Aku tersentak mendengar ucapan Adnan barusan. Apakah ia sedang bercanda? Ucapannya itu terdengar kejam sekali! Bagaimana mungkin aku menukar bayiku dengan sejumlah uang?


...


Cerita ini adalah versi lain dari cerita sebelumnya.


Mohon untuk kembali membacanya dari awal agar bisa merasakan perbedaannya.


Terima kasih banyak untuk dukungannya pada cerita sebelumnya.


Dukung terus karya-karyaku ya..


Aku sayang kalian semua.. 🤗😘🥰😊☺


Jangan lupa like di setiap episodenya, vote, dan share ya supaya lebih banyak yang baca cerita ini..

__ADS_1


Dukungan darimu sangat berarti untukku.. ❤


Terima kasih 😘🤗🥰


__ADS_2