
"Selamat siang!" sapa seorang wanita muda yang tiba-tiba saja berdiri di hadapan Ropha.
"Ah iya, selamat siang!" sahut Ropha.
"Ibu Aropha, benar?" tanya wanita itu.
"Iya, saya Aropha!" jawab Ropha.
"Perkenalkan, saya Intan, sekretaris bapak Rangga!" terang wanita muda itu. Ropha dan Intan berjabat tangan.
"Mohon maaf sebelumnya karena sudah membuat ibu menunggu, kebetulan tadi pagi bapak Rangga ada meeting mendadak jadi beliau memerintahkan saya untuk menjemput ibu di sini dan mengantarkan ibu ke ruangan beliau." terang Intan. Ropha menganggukkan kepalanya pelan.
"Tidak apa-apa, bu!" ucap Ropha lembut.
"Mari saya antarkan ibu ke ruangan pak Rangga." ajak Intan. Ropha beranjak dari tempatnya dan mengikuti langkah Intan.
Kantor hotel tersebut berada di lantai paling atas gedung hotel. Sama seperti hotel tersebut, bagian kantor hotel itu pun terlihat sangat mewah.
"Silahkan masuk, bu!" ucap Intan mempersilahkan Ropha untuk masuk ke dalam ruangan general manager hotel tersebut.
"Ibu ingin minum sesuatu sambil menunggu pak Rangga?" tanya Intan. Ropha tersenyum lembut sambil menggelengkan kepalanya.
"Tidak usah, bu!" tolak Ropha sopan.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu mohon menunggu sebentar ya, bu! Pak Rangga sebentar lagi akan menyelesaikan meeting-nya." ucap Intan.
"Baik!" sahut Ropha.
Setelah Intan keluar dari ruangan itu, mata Ropha mulai menjelajah ke setiap sudut ruangan. Cukup banyak piagam penghargaan di ruangan itu, sepertinya manager yang menjalankan hotel ini bekerja dengan sangat baik. Ropha beranjak dari tempat duduknya dan mencoba melihat-lihat beberapa piagam penghargaan yang tergantung di dinding ruangan itu.
"Selamat siang, maaf membuat anda menunggu lama!" Tiba-tiba terdengar suara dari belakang tubuh Ropha yang membuat Ropha sangat terkejut.
"Eh.. maaf membuat anda terkejut!" ucap seorang pria yang berdiri di belakang tubuh Ropha itu.
"Ah! Maaf saya sudah lancang melihat-lihat ruangan bapak!" seru Ropha.
"Tidak apa-apa, bu!" ucap pria itu.
"Eem.. perkenalkan, saya Rangga Prayoga Dirgantara!" ucap pria bertubuh tegap itu sambil mengulurkan tangannya untuk mengajak Ropha berjabat tangan.
"Silahkan duduk, ibu!" ucap Rangga.
Ropha duduk di sofa mewah yang ada di ruangan general manager itu, sementara itu Rangga menyuruh sekretarisnya untuk membawakan minuman hangat untuk Ropha dan dirinya melalui telepon.
"Jadi, apa yang sekiranya bisa saya bantu untuk ibu?" tanya Rangga pelan. Ropha terdiam sejenak, ia hanya menatap Rangga dengan seksama.
"Begini, pak..." ucap Ropha memulai ceritanya.
__ADS_1
"Beberapa bulan yang lalu, sahabat saya mengalami sesuatu peristiwa yang sedikit aneh di hotel ini." terangnya. Rangga terlihat terkejut mendengar ucapan Ropha barusan.
"Aneh bagaimana maksud ibu?" tanya Rangga.
"Saya merasa sepertinya ada orang-orang yang menjebak sahabat saya itu." jawab Ropha. Rangga terlihat semakin penasaran.
"Ini masih dugaan saya saja, pak! Saya belum mempunyai bukti apa-apa, makanya di sini saya ingin mencari bukti dari kecurigaan saya itu." terang Ropha. Rangga menatap kedua mata Ropha dengan seksama.
...
Cerita ini adalah versi lain dari cerita sebelumnya.
Mohon untuk kembali membacanya dari awal agar bisa merasakan perbedaannya.
Terima kasih banyak untuk dukungannya pada cerita sebelumnya.
Dukung terus karya-karyaku ya..
Aku sayang kalian semua.. π€ππ₯°πβΊ
Jangan lupa like di setiap episodenya, vote, dan share ya supaya lebih banyak yang baca cerita ini..
Dukungan darimu sangat berarti untukku.. β€
__ADS_1
Terima kasih ππ€π₯°
Baca juga karyaku yang lainnya ya! Kamu pasti suka! ππβΊπππ€