
Ropha menghela nafasnya perlahan sebelum akhirnya ia membalik tubuhnya dan kembali ke mejanya. Ia duduk di tempat duduknya dengan tenang meskipun di dalam hatinya masih penasaran dengan wajah familiar dari calon istri Roni.
"Loh, Pha! Itukan Roni!" seru salah satu teman Ropha yang berambut ikal.
"Ah iya, Pha!" sambung teman lainnya yang mengenakan dress berwarna hijau muda.
"Ssstttt!" Ropha memperingatkan teman-temannya itu untuk sedikit lebih tenang.
"Suara kalian itu bisa terdengar mereka!" gerutu Ropha.
"Itu calon istrinya ya, Pha?" tanya wanita bergaun hijau muda itu. Ropha mengangguk pelan.
"Itu wanita yang menyebabkan hubungan kalian yang sangat sempurna itu berakhir?" terka wanita bergaun hijau muda itu lagi. Ropha tersentak mendengar ucapan temannya itu barusan.
"Ternyata payah ya selera Roni!" ejeknya. Ropha menatap temannya itu.
"Harusnya gue yang berkata seperti itu, tapi kenapa malah lo yang menghina-hina wanita itu?" protes Ropha. Kedua teman Ropha itu terkejut melihat respon Ropha.
"Hubungan lo dan Roni itu jadi panutan untuk gue. Gue suka melihat kalian bersama, dan kalian benar-benar terlihat sangat sempurna ketika bersama, jadi ketika hubungan kalian harus berakhir seperti ini rasanya gue ikut tidak rela, Pha!" terang wanita bergaun hijau muda itu.
__ADS_1
"Gue sangat berterima kasih kalau lo sangat mendukung hubungan gue dengan Roni dulu tapi itu bukan alasan untuk lo bisa begitu saja mengejek orang lain." ucap Ropha.
"Roni bukan jodoh gue dan wanita itu yang berjodoh dengannya." tambahnya.
"Tapi ya Pha, gue pernah denger kabar katanya Roni menghamili calon istrinya itu, ya?" tanya temannya yang berambut ikal.
"Dari mana kamu dapat kabar seperti itu?" seru Ropha balik bertanya, ia terlihat sangat terkejut karena temannya itu mengetahui kabar itu.
"Jadi itu alasan kenapa kalian putus, Pha?" sambung wanita bergaun hijau yang juga terlihat terkejut mengetahui kabar itu.
"Gue tahu dari Bayu, Pha!" jawab wanita berambut ikal itu. Ropha terlihat sangat terkejut.
"Dari mana Bayu tahu tentang hal itu?" tanya Ropha lagi.
"Roni menceritakan hal itu pada Bayu?" tanya Ropha tak percaya. Wanita berambut ikal itu menganggukkan kepalanya.
"Aku tidak percaya pria sebaik Roni bisa berbuat hal memalukan seperti itu!" seru wanita bergaun hijau muda.
"Apa Roni sering bernafsu seperti itu, Pha?" tanyanya.
__ADS_1
"Apa selama ini Roni sering mengajakmu berbuat yang tidak-tidak, Pha?" cecarnya. Ropha menatapnya dengan ekspresi datar.
"Jangan suka menduga-duga hal yang tidak baik pada orang lain, aku sangat mengenal Roni dengan baik dan aku tahu Roni orang yang sangat baik!" ucap Ropha.
"Aku juga yakin kalau wanita itu juga baik, karena aku percaya orang baik akan berjodoh dengan orang baik juga!" tambahnya. Mendengar ucapan Ropha barusan kedua temannya itu terdiam dan tidak lagi membicarakan tentang hal itu.
...
Cerita ini adalah versi lain dari cerita sebelumnya.
Mohon untuk kembali membacanya dari awal agar bisa merasakan perbedaannya.
Terima kasih banyak untuk dukungannya pada cerita sebelumnya.
Dukung terus karya-karyaku ya..
Aku sayang kalian semua.. 🤗😘🥰😊☺
Jangan lupa like di setiap episodenya, vote, dan share ya supaya lebih banyak yang baca cerita ini..
__ADS_1
Dukungan darimu sangat berarti untukku.. ❤
Terima kasih 😘🤗🥰