
Acha penasaran,benar atau tidak Riki bicara seperti itu dengan mama dan papanya. Sepertinya tidak mungkin sekali Riki bicara seserius itu, toh dengan dirinya saja bersikap biasa saja?
“Kamu kok gak percaya sih? Tanya mama kamu saja. Iya kan, Ma?”
“Iya, Riki bilang gitu sama papa dan mama. Setelah bilang pengin ngajak kamu makan malam Riki bilang seperti itu dengan kami. Mama dan papa gak bohong, Cha. Memang seperti itu. Ya mama sama papa jawabnya semua tergantung sama kamunya,” jelas Nadia.
“Ah bohong nih, buktinya Dokter Riki sama aku biasa saja, gak ada tuh ngedeketin, paling pas tadi sore aku mau pulang, dia bilang mau gak makan malam denganku. Aku tidak jawab apa-apa, karena ya bingung saja, tiba-tiba dia ngajak dinner, kami kan gak pernah ngobrol, hanya ngobrol kerjaan saja,” ucap Acha.
“Kalau tidak percaya, ini ada bukti chatnya kok sama mama. Ini semuanya ada di sini, kamu baca, dia benar-benar minta kamu, dan ingin melamar kamu. Samain saja itu nomor dia di hape mama sama nomor dia yang kamu punya,” ucap Nadia.
“Cie ... ada yang ngajakin ta’arufan nih? Sudah kak, mau saja, jarang ada laki-laki yang begini, ngejar anaknya, tapi yang utama dikejar orang tuanya dulu,” tutur Fatih.
“Iya, Kak. Sudah move on dong dari Kak Zhafran?” ucap Shaka.
“Idih, move on gimana. Aku gak pernah pacaran sama dia?” jawab Acha.
“Tapi pernah suka, kan? Kak Zhafran juga kek ngerespon?” ucap Shaka.
“Iya, ngerespon. Ngerespon sana-sini. Sama lain-lainnya. Padahal saat itu sudah pacaran sama Binka. Ya sekarang dia mau terima karmanya. Binka selingkuh,” ucap Acha kelepasan.
“Kakak! Ih ngapain ngomong gitu?” ucap Shaka.
__ADS_1
“Ma—maaf aku kelepasan,” uca Acha.
“Ini maksud kalian Binka istrinya Zhafran selingkuh?” tanya Devan.
“I—iya, Pa. Sudah lama Acha sebetulnya tahu, ya di rumah sakit juga sudah banyak yang tahu, Pa. Tapi kan semua orang gak tahu kalau Binka itu masih ada hubungan saudara sama aku, papa sama mama tahu sendiri Binka itu sombong, kan? Tahu Acha saudaranya ya kayak sama orang biasa. Jadi Acha jarang nyapa dia, dia saja gak nyapa kok? Lagian dia kan asisten dr. Alex, selingkuhannya itu,” jelas Acha.
“Bisa-bisanya perempuan malah yang selingkuh? Tapi kalau dilihat Binka pun sama seperti Zhafran. Ya jodoh memang cerminan,” ucap Devan.
“Gak nyangka Binka seperti itu, kalau Zhafran tahu kasihan sekali dia, apalagi dia itu cinta banget sama Binka,” ucap Nadia.
“Ma, Pa, jangan bilang sama Om Arkan, ya? Sama Tante Lia juga, sama siapa pun pokoknya jangan. Biar mereka tahu sendiri kalau Binka seperti itu,” ucap Acha.
“Tapi Kak Ardha dan Kak Lina tahu kalau Binka selingkuh kok, aku juga tahu dari lama sebetulnya, awalnya tahu dari Kak Ardha, eh aku lihat sendiri, Kak Binka jalan sama laki-laki. Penasaran aku ikutin dong? Eh ke hotel, aku kan pakai sepeda motor waktu itu. Terus aku telefon Kak Zhafran, ternyata dia gak di rumah, sedang di luar kota sudah tiga hari, pantas saja Kak Binka bisa bebas keluyuran malam-malam,” jelas Fatih.
“Idih ngapain gitu diceritakan, orang Kak Lina udah bilang sama Kak Zhafran saja tetap gak percaya Kak Zhafrannya? Biarlah, katanya cinta itu kan buta? Ya begitulah seperi Kak Zhafran, buta, padahal lihat sebetulnya,” ucap Fatih.
“Iya sih, itu kan masalah rumah tangga mereka, jadi ya biar saja mereka yang menyelesaikannya kalau sudah tahu bagaimana,” ucap Nadia.
“Semoga, di keluarga kita tidak ada yang mendapatkan pasangan seperti itu. Makanya kita itu harus memperbaiki diri kita, karena jodoh itu benar-benar cerminan diri kita, ya kalian sudah lihat sendiri bagaimana Kak Zhafran, dan dia dapat perempuan yang seperti itu, kan?” tutur Devan.
Devan benar-benar tidak menyangka, Zhafran akan dikhianati istrinya. Padahal Zhafran selalu mengutamakan kebahagiaan istrinya, apa pun yang istrinya mau, dia akan menurutinya meski harus bersusah payah.
__ADS_1
^^^
Zhafran semakin curiga dengan gerak gerik istrinya akhir-akhri ini. Apalagi Binka sekarang tidak pernah lepas dari ponselnya. Liburan saja dia tidak bisa lepas dari gawainya. Binka malah lebih fokus dengan benda pipih yang sudah membuat dirinya melupakan segalanya. Padahal liburan kali ini adalah dia yang minta. Zhafran rela menunda semua pekerjaannya selama seminggu untuk berlibur dengan istrinya.
Binka meminta seperti itu, karena Binka tahu, pasti sepulang liburan suaminya akan fokus dengan pekerjaannya lagi, jadi dia bisa punya banyak waktu untuk bersama selingkuhannya. Entah pergi ke hotel atau sekadar pergi liburan berduaan dengan selingkuhannya.
Zhafran mendekati Binka yang sedang asyik dengan gawainya, ia bermanja di pangkuan Binka, tapi Binka bersikap dingin, tidak seperti biasanya, yang langsung ikutan manja dan akhirnya semakin memanas perhelaatannya di ranjang.
“Sayang, kamu masih sibuk?” tanya Zhafran.
“Sebentar, ini sedang balas chat temanku, yang mau nitip belanjaan. Sebentar ya, Sayang?” ucap Binka.
Zhafran mengangguk, tapi tangannya tidak diam menyentuh bagian sensitif di tubuh istrinya. Binka yang tidak tahan dengan sentuhan Zhafran, ia langsung meletakkan gawainya, tidak peduli layarnya masih menampakkan tampilan chat dirinya dengan selingkuhannya.
Selesai bercinta, Binka langsung tertidur pulas karena kecapekan. Zhafran yang penasaran sekali dengan isi ponsel Binka ia mengambilnya, dan membukanya. Karena Binka selama ini sudah tidak mau memperlihatkan ponselnya pada Zhafran. Ia semakin tertutup, tidak seperti dulu, Zhafran bebas membuka ponselnya. Zhafran mengambil ponsel Binka, ia membuka kuncinya, beruntung passwordnya belum Binka ganti.
Zhafran menajamkan matanya, melihat percakapan di sebuah Chatroom Binka dengan temannya yang bernama Alex. Zhafran membaca satu persatu tanpa ada yang tertinggal. Zhafran bergidik ngeri membaca obrolan mereka. Benar-benar menjijikan sekali obrolan mereka, dan tidak Zhafran sangka, Alex dan Binka saling bertukar gambar yang menampakkan dirinya telanjang. Pose Binka benar-benar menggoda syahwat, tidak menggoda lagi, karena pose Binka polos tidak memakai apa pun.
“Astaga, Binka ....!” erang Zhafran penh frustasi melihat foto istrinya yang dikirim ke teman laki-lakinya yang bernama Alex.
Zhafran meredam emosinya, ia menyimpan semua bukti itu. Zhafran sekarang baru percaya, kalau istrinya benar-benar selingkuh. Ternyata benar apa yang dikatakan adik-adiknya, bahkan Tiara, Alka, dan dua kakak mereka yang hidup di Singapura pun tahu kalau Binka selingkuh, tapi Zhafran hanya menutup telinga, ia tidak mau mendengarkan apa kata mereka. Sekarang ia sudah mengetahuinya sendiri, kalau istrinya berkhianat.
__ADS_1
“Aku harusnya percaya dengan saudaraku sendiri, bodoh sekali kamu, Fran, sampai dibohongi dan dikhianati istrimu sendiri. Kamu bodoh sekali!” Zhafran benar-benar frustasi melihat semua itu. Ia meremas kepalanya, kalau tidak ada hukum, mungkin ia sudah membunuh istrinya yang sedang tertidur pulas di sampingnya.