Sejuta Cinta Untuk Alana

Sejuta Cinta Untuk Alana
Nikah, yuk?


__ADS_3

Ardha menceritakan semuanya pada Devan dan Nadia, kalau mami dan papinya sudah tahu bahwa Alana adalah Ayleen. Devan tidak masalah untuk itu, memang seharusnya Arkan dan Thalia tahu kalau dirinya adalah orang tua kandung Alana.


“Mami papi juga pengin ketemu Alana, Om,” ucap Ardha.


“Kalau masalah itu, kamu tanyakan pada Alana. Om sama tante tidak masalah papi dan mamimu mau ke sini. Bagaimana pun Alana pernah menjadi bagian dari keluarga kamu, dia juga pernah menjadi menantu orang tuamu, ada mantan suami, ada juga mantan mertua, tapi tidak ada mantan keturunan, anak atau cucu. Askara anak dari kakakmu, dan cucu dari kedua orang tuamu, dia satu aliran darah dengan keluargamu,” tutur Devan.


“Iya om, aku paham soal itu. Aku juga bilang pada Alana, jangan pernah jauhkan Askara dari Kak Zhafran, ya bukan maksud harus dekat dengan Kak Zhafran, setidaknya Askara juga harus tahu siapa ayah kandungnya kelak,” ucap Ardha.


“Iya benar katamu, ya meski Zhafran sudah menyakiti Alana, tapi Askara adalah anak kandungnya, dan itu sama sekali tidak dapat diubah, darah Zhafran ada pada Askara,” ucap Devan.


“Jadi, kamu harus bisa menerima kenyataan kalau Askara berhak tahu siapa ayah kandungnya. Oke, papa paham kamu kecewa, mungkin saat ini kamu tidak ingin Zhafran tahu bahkan dekat dengan Askara. Tapi, suatu hari nanti, setelah dia dewasa, kamu wajib memberitahu siapa ayah kandung Askara,” tutur Devan pada Nadia.


“Iya, Pa, Alana paham itu,” jawab Alana, tapi Alana belum siap kalau saat ini Askara harus ketemu Kak Zhafran,” lanjutnya.


“Iya, papa tahu saat ini kamu masih kecewa dengan Zhafran,” ucap Devan.


“Mama hanya mengingatkan sama kamu, Lan. Jangan sampai Askara bernasib seperti mama, selalu tanya ayah di mana, ayahku seperti apa? Mama juga dulu korban dari orang tua yang bercerai, Lan, tapi opamu rujuk dengan oma, setelah mama lima tahun, dan saat itu mama baru tahu ayahnya mama seperti apa, jangan sampai Askara begitu, meski nantinya Askara memiliki ayah sambung yang lebih baik dari ayah kandungnya,” tutur Nadia.


“Iya, Alana tidak akan seperti itu, tapi kasih waktu Alana untuk menyembuhkan luka di hati Alana, Ma, Pa,” ucap Alana.


“Sembuhkan seluruh luka di hatimu. Papa tahu perasaanmu, tidak mudah menyembuhkan luka, apalagi karena sebuah pengkhianatan, mungkin luka ditinggal pergi pasangan kita karena dipanggil Tuhan, akan mudah sembuh, karena pasangan kita adalah orang yang dipilih Tuhan untuk berpulang lebih awal. Berbeda dengan pasangan yang diambil orang lain, tentunya luka itu sangat parah, dan sulit untuk disembuhkan,” tutur Devan.

__ADS_1


“Iya, Pa. Alana akan mencoba berdamai dengan diri sendiri, untuk menyembuhkan luka di hati Alana,” ucap Alana.


“Dan kamu, Ardha. Om tahu kamu mencintai Alana, mengharapkan Alana, kamu harus sabar, dampingi dia sebisamu saat seperti ini. Alana butuh teman yang bisa menyembuhkan lukanya. Sembuhkan lukanya, karena mungkin hanya kamu yang bisa, om percayakan padamu. Tapi, satu kali kamu menyakiti Alana, om tidak akan membiarkan kamu dekat dengan Alana lagi,” cetus Devan.


“Kamu dengar apa yang papanya Alana bilang, kan? Kamu mengerti, Ar?” ucap Nadia.


“Iya aku mengerti, om, tante,” jawab Ardha.


Alana tahu Ardha mencintainya sejak dulu, tapi entah kenapa hatinya dari dulu tidak pernah terbuka. Dia hanya menganggap Ardha adalah orang yang sangat baik, yang selalu ada saat dia butuh seorang teman untuk berkeluh kesah. Alana suka dengan Ardha, karena dia dewasa, dia bisa mengerti apa yang Alana butuhkan. Dia yang selalu ada saat Alana terkena masalah. Sama halnya dengan Fatih dulu.


Dua orang yang sibuk mengejar cintanya, tapi Alana sama sekali tidak menghiraukan cinta mereka. Alana hanya menganggap mereka adalah sosok kakak yang peduli dengan adiknya, yang sedang melindungi adiknya. Karena, di setiap Alana terkena masalah, mereka selalu ada, selalu bergantian memberikan perhatian. Dan itu membuat Alana selalu nyaman dengan mereka yang sangat peduli dengan dirinya, apalagi di Jakarta, di kota metropolitan, ia hidup sendirian. Hanya Fatih dan Ardha yang sangat peduli dengannya dulu.


^^^


Hari ini Arkan dan Thalia mengunjungi Alana. Alana sudah mau bertemu dengan Thalia dan Arkan setelah Devan dan Nadia menasihatinya. Alana sadar, mereka juga opa dan omanya Askara.


“Mami sama Nina juga kan, Ar?” tanya  Alana.


“Iya, kalau gak sama Nina, Nina di rumah sama siapa? Kak Lina kan sedang di luar negeri, Lan? Dia mana mungkin mau tinggal di rumah Kak Zhafran, ketemu saja dia gak mau. Ya kadang aku kasihan sama Kak Zhafran dan Kak Binka, dia hanya berdua, ingin ketemu sama Nina saja kalau Nina gak mau ya gak bakal ketemu. Ya meski Kak Zhafran begitu, aku tetap kasihan, karena bagaimana pun dia kakakku, dia juga sangat menyayangiku, setiap hari dia tanya kabarku bagaimana, dia juga sering memintaku untuk membujuk Nina, tapi ya kamu tahu Nina bagaimana, kan? Dia selalu bilang sama aku, dia mau ketemu lama dengan papanya dan mamanya kalau sudah ketemu kamu, dan kamu kembali,” jelas Ardaha.


“Bernarkah seperti itu? Ya kasihan sih, terpisah sama anaknya. Itu juga karena ulahnya sendiri,” ucap Alana.

__ADS_1


“Iya sih, tapi ya semoga dia bisa memaafkan mama dan papanya lagi.” Ujar Ardha.


“Semoga saja dengan dia ke sini, dia mau sama mama papanya lagi. Mungkin mama papanya sudah membuat dia kecewa, tapi tidak seharusnya dia selarut ini kecewa dengan papanya. Sudah mau satu tahun lho, Ar? Malah setahun lebih mungkin. Sekarang saja Askara sudah mau sepuluh bulan?” ucap Alana.


“Iya semoga saja, kamu kan bisa meluluhkan hati anak kecil?” ujar Ardha.


“Kamu yang lebih bisa? Buktinya Askara kalau nangis kamu yang bisa meluluhkan, bukan aku?” ujar Alana.


“Kamu bisa saja,” ucap Ardha dengan memeluk Alana dari belakang.


“Jangan gini, ada ibu, nanti kamu dijewer lagi sama ibu lho?” ucap Alana.


“Biar, yang penting jangan dibogem papamu saja, galak dia, kalau gak ada kamu galak banget sama aku,” ucap Ardha. “Nikah yuk, Lan?” ajak Ardha.


“Kak Fatih baru mau menikah, setelah itu Kak Shaka, masa aku mau melangkahinya lagi? Kemarin aku saja sudah melangkahinya, ya karena gak tahu aku ini anak Papa Dev. Kalau tahu mana boleh aku sama kakakmu. Orang papa sama mama saja kek gak rela waktu aku mau nikah sama kakakmu,” ucap Alana.


“Kalau sama aku?”


“Nyatanya papa langsung menyuruh kamu jagain aku di sini, kan? Kamu malah lebih over protektif ketimbang papa,” ucap Alana.


“Ya karena aku diberikan tanggung jawab penuh oleh papamu, kalau gak, ya aku bebas, takut udah diberi tanggungjawab papamu,” ucap Ardha.

__ADS_1


Ardha memang lebih over proterktif sekali setelah diberikan tanggung jawab oleh Devan untuk menjaga Alana.


__ADS_2