Sekelumit Asa

Sekelumit Asa
Malu ...


__ADS_3

Cuaca pagi ini cerah sekali, secerah hati pasangan muda - mudi yang saat ini sedang ber bunga - bunga.


Seperti biasa, Andy menjemput Anita untuk berangkat bersama ke sekolah.


Meski sudah memadu kasih beberapa bulan lama nya, Anita masih saja malu - malu untuk meng ekspresikan cinta nya. Selalu Andy yang memulai terlebih dulu.


Andy meraba - meraba tangan Anita, dan setelah mendapat kan nya Andy melingkar kan nya diperut nya.


" Kenapa kau tidak pernah memeluk ku terlebih dulu, apakah aku bau ? " Tanya Andy.


" Bukan begitu, aku ... aku hanya malu. " Jawab Anita.


" Kenapa harus malu, kita sudah bepacaran ber bulan - bulan. Kau harus membiasakan nya. " Pinta Andy sambil mengusap - usap pelan tangan Anita yang melingkar di perut nya.


Anita pun mengerat kan pelukan nya dan menyandar kan kepala nya dipunggung Andy. Menghirup dalam - dalam bau parfum Andy yang sangat disukai nya.


Andy pun tersenyum bahagia.


" Ndy ... kenapa tidak berhenti. " Tanya Anita saat mereka melewati tempat dimana Anita biasa nya berhenti.


" Kenapa harus berhenti, bukan kah kata mu teman - teman mu sudah tau tentang hubungan kita ? " Tanya Andy.


" Iya ... memang ... " Jawab Anita.


" Kalo begitu tidak masalah kan ? " Sahut Andy.


Anita melepaskan pelukan nya saat sudah memasuki lingkungan sekolah.


Andy memarkir kan motor nya di parkiran sekolah.


" Ndy ... Aku masuk duluan ya. " Pamit Anita.


" Tunggu ..... " Jawab Andy masih sambil menata letak motor nya.


Anita pun menunggu nya.


" Ada apa ? " Tanya Anita saat Andy menghampirinya.


Andy pun menggenggam tangan Anita.


" Ayo masuk ... " Ajak Andy.


Memasuki koridor sekolahan, mereka berpapasan dengan banyak pasang mata yang semua nya memperhatikan mereka.


Apalagi para siswi, mereka terlihat saling bisik - bisik yang bisa ditebak pasti sedang menggunjing kan Anita dan Andy.


Anita mulai risih, dia berusaha menarik tangannya sekuat tenaga. Namun Andy menggenggam nya begitu kuat, membuat Anita kesusahan untuk melepaskan.


" Ndy ... lepasin ndy, banyak yang lihatin. Aku malu. " Ucap Anita sedikit berbisik.

__ADS_1


" Kenapa harus malu, biar saja semua orang tau kalau kau kekasih ku. " Jawab Andy dengan bangga nya.


Andy merasa lega karena bisa menunjuk kan hubungan nya pada semua orang, dan tidak harus sembunyi - sembunyi seperti kemarin.


Dia juga jadi punya alasan untuk menolak beberapa teman wanita nya yang sejak lama berusaha mendekati nya.


Anita pun pasrah, membiarkan tangan kekar Andy menggandeng nya dan berjalan sambil menutupi wajah nya dengan tangan.


" Cie cie ... Yang udah ga backstreet lagi, gan - deng terus ... " Ledek Adis saat mereka sudah sampai di depan kelas Anita.


" Apaan sih dis ... " Sahut Anita sambil tersipu malu dan memukul pelan tangan Adis setelah Andy melepaskan tangan nya.


" Tega kau melakukan nya di depan ku, oh ... hatiku hancur bang Andy ... " Pekik Amel penuh drama, membuat Andy tersenyum.


" Lebay kamu mel ... " Sahut Sinta.


" Sayang ... Aku kelas dulu ya. " Pamit Andy pada Anita.


Anita hanya mengangguk sambil tersenyum.


" Yuk semuanya, aku duluan ke kelas ya. " Pamit Andy pada Adis, Amel dan juga Sinta kemudian berlalu pergi.


" Iya sayang ... Sampai nanti ya. "


" Jangan genit sama cewek lain ya sayang. "


" Istirahat nanti aku tunggu dikantin ya sayang. "


Mereka ber empat pun tertawa bersama, kemudian masuk ke kelas setelah bel berbunyi.


** Jam Istirahat, dikantin **


" Eh ... Si Andy kok mau - mau nya ya sama Anita. " Ucap vera.


Vera adalah teman sekelas Andy yang sejak dulu tidak pernah berhenti mengejar - ngejar Andy, meski Andi selalu cuek dan mengabaikan nya.


" Tau tuh, cantikan juga kamu ver. " Sahut Linda.


" Ya jelas lah, secara gue kan perawatan rutin disalon terkenal. " Jawab Vera penuh percaya diri.


" Mungkin si Anita pake pelet kali. " Sahut Linda lagi mengompori.


" Mungkin juga sih. Kalo ga, mana mungkin si Andy lebih milih dia daripada gue. " Jawab Vera.


" Syutt ... tuh yang di omongin dateng. " Ucap Linda sambil berbisik saat melihat Anita dan kawan - kawan masuk ke kantin.


" Kok tiba - tiba panas gini ya kantin nya, cabut yuk ah ... " Ucap Vera pada Linda dengan suara sengaja dikeraskan.


Saat berjalan keluar kantin Vera sengaja menyenggol bahu Anita dengan keras membuat Anita tersungkur ke belakang. Untung tidak sampai jatuh.

__ADS_1


" Apaan sih kamu, sengaja ya. " Semprot Adis tidak terima.


" Ups maaf, ga sengaja. " Sahut Vera sambil tersenyum puas.


" Ga sengaja gimana, orang jalan nya masih lebar gitu kok bisa nabrak. Kamu pasti sengaja kan nenek lampir. " Timpal Amel sebal.


" Orang dibilangin ga sengaja ya ga sengaja, apa kamu ... " Teriak Vera menantang.


Baru saja Adis mau ngomong, Anita sudah menyela.


" Udah ... udah ... biarin aja. Yuk ah ... Laper nih. " Sahut Anita menengahi.


Sinta pun ikut mengangguk dan menggandeng tangan Adis mencari tempat duduk.


Vera dan Linda pun berlalu pergi.


" Kok dibiarin aja sih nit, harus nya kita kasih pelajaran biar kapok. " Ucap Adis masih emosi.


" Nenek lampir kayak gitu harus disumpal mulut nya pake gangang sapu, biar ga semena - mena lagi. " Timpal Amel lagi tak kalah emosi.


" Makasih ya guys udah pada belain aku. Tapi aku rasa belum perlu deh, kita lihat aja dulu mau nya apa. Kalo dirasa keterlaluan atau mengancam baru kita bertindak. " Ucap Anita menenangkan.


" Terserah kamu deh nit ... " Ucap Adis pasrah


" Guys ... Aku pesenin ya, seperti biasa kan ? " Tanya Sinta mengalihkan pembicaraan.


Adis, Amel dan Anita pun mengangguk.


Tak berapa lama kemudian pesanan mereka pun datang dan mereka segera menyantap nya.


Saat mereka sedang asyik makan, tiba - tiba terlihat bayangan seseorang berdiri disamping Anita. Membuat mereka berempat mendongak mengarahkan pandangan kearah nya.


" Hai ... boleh gabung ga? " Tanya seseorang yang tak lain adalah Andy yang sedang bersama Rhendy.


" Boleh kok, silahkan. " Sahut Anita.


Andy pun duduk di samping Anita, sedangkan Rhendy duduk disamping Amel.


Rhendy yang sudah terbiasa direcokin oleh Amel tiba - tiba merasa kehilangan karena beberapa bulan ini Amel mendiam kan nya.


" Hai mel ... " Sapa Rhendy sambil tersenyum pada Amel.


Amel yang masih marah dengan Rhendy pun hanya diam saja tak menyauti.


Rhendy menatap Andy dan menaik kan alis nya, seolah bertanya " bagaimana ini " . Andy pun mengerjap kan kedua mata nya sebagai jawaban.


" Ehmm ... mel ... bisa bicara sebentar ga. " Rhendy bertanya pada Amel.


" Ya udah ngomong aja, kenapa pake ijin segala. " Sahut Amel ketus.

__ADS_1


Rhendy pun mengacak rambut nya karena kesal Amel tidak faham maksud nya.


" Ehmm ... maksud ku, kita bicara empat mata. Bagaimana kalau kita duduk disebelah sana ? " Sambung Rhendy sambil menunjuk kearah bangku yang kosong disudut kantin.


__ADS_2