Sekelumit Asa

Sekelumit Asa
Minimarket ...


__ADS_3

Pak Ferdy manggut - manggut menyetujui ucapan pak kepala sekolah.


" Lalu bagaimana dengan anak yang bersekongkol dengan Vera, apakah dia juga mendapat kan hukuman yang sama ? " Tanya pak Ferdy.


" Linda berasal dari keluarga broken home, ayah dan ibunya berpisah dan masing - masing memiliki keluarga sendiri - sendiri dan memasrahkan pengasuhan kepada kakek dan nenek Linda. Dan karena kondisi kesehatan, mereka tidak bisa hadir. Karena itu Linda mewakilkan dirinya sendiri sebagai wali.


Saat kami tanyai Linda mengakui perbuatan nya, tapi melempar kan semua kesalahan pada Vera. Dia bilang Vera yang mempunyai ide dan juga pelaku utama nya. Tapi jangan khawatir, karena meski begitu kami juga memberikan hukuman yang sama dengan Vera kepada Linda. Karena bagaimana pun, Linda juga ikut bersekongkol dan membantu Vera dalam melakukan aksi nya. " Ucap pak kepala sekolah menjelaskan.


" Saya rasa itu cukup adil pak. Lalu bagaimana dengan keluarga Anita, apakah mereka berencana akan menuntut Vera dan Linda ? " Tanya pak Ferdy lagi.


" Kami belum menanyakan hal itu kepada keluarga Anita. Kami berencana akan memanggil Anita dan wali nya besok untuk memberitahu pelaku penguncian dirinya dan sekaligus bertanya apakah mereka berniat untuk membawa hal ini ke jalur hukum atau tidak, karena bagaimana pun juga ini juga berkaitan dengan nama baik sekolah. " Jawab pak kepala sekolah.


" Saya sebagai orang tua Vera ingin meminta maaf kepada bapak selaku wakil dari sekolahan atas apa yang sudah Vera perbuat. Terus terang saya juga merasa gagal mendidik Vera. Sikap saya yang selalu memanjakan dan menuruti semua keinginan Vera yang membuatnya menjadi seperti ini. "


" Kami memaklumi nya pak, tapi saya harap hal ini bisa dijadikan pelajaran bapak untuk lebih mengawasi dan memperhatikan Vera kedepan nya agar kejadian ini tidak akan terulang lagi. " Pinta pak kepala sekolah.


" Tentu saja pak, saya pasti akan melakukan nya. Tapi ... Apakah saya boleh meminta satu hal pada bapak ? " Tanya pak Ferdy.


" Apakah itu pak ? " Tanya pak kepala sekolah balik.


" Apakah bapak keberatan jika saya yang memberitahu keluarga Anita ? Sekalian saya ingin meminta maaf langsung kepada Anita atas perbuatan Vera. Dan saya juga yang akan berusaha membujuk keluarga Anita agar tidak membawa hal ini ke jalur hukum. Bagaimana pak, apakah bapak mengijinkan nya ? " Tanya pak Ferdy.


Pak kepala sekolah terlihat berpikir sejenak, kemudian mengiyakan.


" Baiklah kalo begitu pak, tapi saya memohon agar hal itu dibicarakan dengan baik dan jangan sampai ada ancaman apalagi kekerasan. " Pinta pak kepala sekolah.


" Bapak jangan khawatir, saya bukan tipe orang seperti itu. Apalagi kesalahan memang ada pada Vera dan Anita hanya lah korban nya. Kalau perlu saya akan memohon pada mereka. " Ucap pak Ferdy.


" Baiklah pak, saya sangat percaya dengan yang bapak ucap kan. " Kata pak kepala sekolah.

__ADS_1


" Terima kasih pak. Kalau begitu saya pamit karena harus kembali ke kantor. Terima kasih atas semua nya. " Ucap pak Ferdy sambil menjabat tangan pak kepala sekolah.


" Terima kasih juga atas waktu dan kerjasama nya pak. " Ucap pak kepala sekolah.


Pak Ferdy pun keluar ruang guru dan kembali ke kantor nya lagi.


Saat perjalanan pulang, Andy menceritakan pada Anita tentang rekaman cctv dan pelaku penguncian Anita.


Anita sangat terkejut mendengar nya. Meski Vera selama ini selalu mengganggu nya, tapi dia sama sekali tidak mengira kalau Vera akan berbuat senekat itu.


" Aku tidak menyangka Vera akan berbuat seperti itu. Selama ini aku membiarkan nya karena kupikir dia akan bosan menggangguku dan berhenti dengan sendiri nya, tapi ternyata dia malah semakin nekat. " Ucap Anita.


Gadis itu sedang memeluk Andy dan menyandar kan kepala nya di punggung Andy. Merasakan kehangatan dan menghirup kuat - kuar aroma parfum Andy yang sangat disukai nya. Dia pun sesekali menuliskan sesuatu dipunggung Andy dengan telunjuk nya hingga membuat Andy sedikit geli.


" Apa kau ingin membalas nya sekarang sayang ? Kita bisa melapor kan nya ke polisi. Aku yakin akan berhasil karena kita memiliki bukti yang sangat kuat. " Kata Andy.


" Apa pihak sekolah memberi nya hukuman ? " Tanya Anita.


" Oo ... begitu ... " Jawab Anita singkat sambil merapikan rambut nya yang tertiup angin.


" Ndy ... Berhenti di minimarket depan ya. " Pinta Anita.


Andy pun berhenti dan memarkir kan motor nya. Anita turun dari motor.


" Ndy ... Kamu nunggu sini aja ya, aku ga akan lama kok. " Ucap Anita saat Andy hendak turun dari motor.


" Aku ikut masuk sayang, kebetulan aku juga mau membeli sesuatu. " Sahut Andy.


" Kamu mau beli apa, biar aku yang beliin. " Ucap Anita.

__ADS_1


" Ga perlu sayang, biar aku aja. Ayo masuk. " Ajak Andy sambil menggandeng tangan Anita.


Andy mengambil keranjang dan bergandengan dengan Anita berkeliling mencari barang yang ingin mereka beli. Andy berhenti saat menemukan barang yang dicari nya dan kemudian mengambil nya. Sebuah pisau cukur dan dua pasang kaos kaki serta minuman kaleng.


Anita hanya mengambil beberapa snack kesukaannya saja.


" Ada lagi yang lain sayang ? " Tanya Andy.


" Sebentar ... " Ucap Anita sambil berlalu mencari barang yang ingin dibeli nya. Setelah dapat Anita menghampri Andy dan memasuk kan nya ke keranjang yang dibawa Andy.


" Apa ini sayang ? Roti ? " Tanya Andy penasaran sambil meraih barang yang dimasuk kan Anita tadi.


Andy tersenyum saat melihat kemasan nya. Andy menatap Anita dan Anita ikut tersenyum.


" Apa ? " Tanya Anita sambil menaik kan kedua alis nya.


" Tidak ... Ayo pergi. " Jawab Andy sambil mencubit pipi Anita kemudian menggandeng nya.


" Kamu tunggu di luar saja sayang, biar aku yang antri di kasir. " Pinta Anita.


" Beneran ? Emang kamu ga malu ketahuan kasir membeli pembalut ? " Tanya Anita.


" Kenapa aku harus malu, yang penting kan aku tidak memakai nya. " Ucap Andy.


" Baik lah kalo begitu. Terima kasih, aku tunggu diluar . " Sahut Anita.


Anita duduk di depan minimarket sambil memainkan ponsel nya. Sesaat kemudian Anita berjalan ke dekat trotoar untuk membuang bungkus permen yang tadi di makan nya ke tempat sampah.


Saat hendak berbalik Anita terbelalak mendapat i sebuah motor yang melaju dengan kencang dari jarak agak jauh, sedangkan tepat di depan ada seorang anak laki - laki yang kesulitan menyebrang.

__ADS_1


Anita berlari dengan cepat meraih tangan anak itu dan menarik nya ke pinggir. Anita terserempet motor itu hingga membuat mereka berdua tersungkur jatuh.


Seorang laki - laki paruh baya melihat kejadian itu dari jauh kemudian berlari mendekat.


__ADS_2