
" Assalaamu'alaikum ... " Andy masuk sambil mengucap salam.
" Wa'alaikum salam ... " Jawab nyonya Merry.
" Banyak banget makanan nya mah, mama habis belanja ya ? " Tanya Andy sambil menduduk kan dirinya disofa berhadapan dengan sang mama.
" Bukan ... Kekasih mu Vera yang bawa. " Jawab mama Merry.
" Apa ! Kekasih ? Vera ? Mama ngomong apa sih ? " Tanya Andy kaget sekaligus bingung.
" Biasa aja kali ndy, ga usah kaget gitu. " Ucap sang mama.
" Habis mama ngomong nya aneh sih. " Sahut Andy.
" Begini ... Tadi ada gadis yang datang kemari. Katanya nama nya Vera. Dia mengaku sebagai kekasihmu. Dia membawa semua makanan ini untuk mama dan terus saja berbicara tanpa jeda. " Ucap sang mama.
" Berani sekali tuh cewek ngaku - ngaku kekasih Andy. Pake nyogok mama dengan makanan lagi. Trik murahan. " Cebik Andy kesal.
" Vera bilang kalian satu kelas dan hubungan kalian sangat dekat. Apa itu benar ? Bukan kah baru kemarin kamu cerita sama mama soal kekasih mu Anita dengan menggebu - gebu. " Tanya nyonya Merry.
" Itu sama sekali tidak benar mah. Buat apa Andy menduakan Anita hanya untuk cewek matre, sombong, egois dan gila status sepertinya. Bodoh sekali Andy kalo melakukan nya. " Jawab Andy.
Nyonya Merry manggut - manggut membenar kan omongan anak nya.
" Jadi maksud mu Vera hanya mengaku - ngaku saja ? " Tanya nyonya Merry lagi.
" Ya iya lah mah. Hubungan Andy dan Anita baik - baik saja. Bahkan semakin lama rasa cinta Andy semakin bertambah pada Anita. Vera menyukai Andy dari dulu. Dia selalu saja berusaha mendekati Andy, bahakan beberapa kali nembak Andy. Tapi Andy menolak nya. Andy sama sekali tidak menyukainya, apalagi mencintai nya. Dari dulu cinta Andy hanya untuk Anita. Vera pun tahu itu, tapi dia masih saja belum menyerah. " Ucap Andy menjelas kan.
" Mama sudah menduga nya. Mama bertanya hanya untuk memastikan saja. Jadi lain kali mama tahu bagaimana mama harus bersikap jika dia datang lagi kemari. " Ucap sang mama.
" Iya mah, terimakasih. Mama memang slalu mengerti Andy. " Sahut Andy.
Nyonya Merry hanya mengangguk sambil tersenyum.
" Oh iya, kamu habis dari mana aja ? Tumben bawa mobil. " Tanya sang mama.
" Andy habis jemput Anita dari rumah sakit dan mengantar nya pulang mah. " Jawab Andy.
__ADS_1
" Anita sakit ? Sakit apa ? " Tanya nyonya Merry.
" Kemarin ada yang ngunci-in Anita ditoilet mah. Andy dan teman - teman yang lain mencari nya dan baru ketemu setelah satu jam lebih. Dia pingsan karena kelelahan dan kurang oksigen. Untung Andy dan teman - teman langsung membawanya kerumah sakit. Dia hanya dirawat 24 jam dan sudah boleh pulang. " Ucap Andy menceritakan kejadian yang menimpa Anita kemarin.
" Ya tuhan ... Siapa sih yang tega melalukan perbuatan jahat seperti itu ? " Tanya sang mama.
" Belum tahu mah, Andy masih menyelidiki nya. Orang seperti itu harus mendapatkan hukuman. Jika tidak, maka bisa jadi dia akan berbuat jahat lagi. " Ucap Andy.
" Kamu betul sayang. Ya sudah ... Buruan mandi gih, bentar lagi maghrib. " Ucap sang mama.
" Iya mah ... Andy keatas dulu ya. " Pamit Andy yang dijawab dengan anggukan oleh sang mama.
*** Ke esokan harinya ***
Andy meminta meminta maaf pada Anita karena tidak bisa mengantar nya pulang. Dia meminta Anita untuk pulang lebih dulu karena ada urusan lain yang harus dia kerjakan.
" Kamu tidak apa - apa kan sayang kalau pulang sendiri ? " Tanya Andy.
" Ga masalah ndy, sebelum sama kamu juga aku selalu pulang sendiri. " Jawab Anita.
" Baiklah ... Aku pulang dulu. " Pamit Anita.
Baru dua langkah Anita berjalan Andy mencekal tangan nya dan sedikit menarik nya. Anita pun berbalik lagi menghadap Andy.
" Ada apa lagi ? " Tanya Anita.
Andy menempelkan telunjuk nya ke pipi nya, kemudian mendekat ke Anita.
" Apa ... ? " Tanya Anita sambil menaik kan kedua alis nya, tidak faham dengan maksud Andy.
" Kok apa ... Ya cium lah ... " Jawab Andy sambil mengulas senyum menggoda nya.
" Disini ... ? Ga mau ah, nanti ada yang lihat. " Tolak Anita sambil mencoba melepaskan tangan nya dari genggaman Andy.
" Ga akan ada yang lihat, sekolah sudah sepi. Semua nya sudah pada pulang. Hmm ... ayolah ... " Bujuk Andy.
Anita menoleh kekanan dan kekiri memastikan tidak ada orang disekitar nya. Setelah yakin dia pun mendekat kan wajah nya ke pipi Andy dan ... Cup ... Anita mencium pipi Andy dengan lembut.
__ADS_1
" Ehheemm ... "
Anita kaget dan reflek mendorong Andy saat mendengar suara orang berdehem didekat nya.
Andy sedikit tersungkur ke belakang dan kakinya membentur tiang besi.
" Aauww ... Auww ... " Ringik Andy karena mata kaki nya terasa sakit.
" Maaf ndy maaf, aku tidak sengaja. " Ucap Anita meminta maaf.
Anita hendak meraih tangan Andy tapi mengurung kan nya saat melihat bayangan besar di belakang nya. Anita kemudian menoleh ...
" Aaaaa .... " Teriak Anita kaget saat melihat pak Selamet berdiri tepat dibelakang nya. Anita mundur beberapa langkah, membuat jarak dengan pak Selamet.
" Maaf pak ... Maaf ... Permisi ... " Anita berlari sambil menutup wajah nya. Dia sangat malu karena gurunya memergoki nya sedang mencium Andy.
" Iisshh ... Dasar Andy ... Bagaimana ini ... Aku malu sekali. Mau ditaruh dimana muka ku kalo besok bertemu pak Selamet lagi. Ah ... Sudah lah ... Pura - pura amnesia saja. " Gerutu Anita sambil berlalu pergi.
" Kamu ini ... Dari tadi bapak tungguin di kantor malah mesra - mesra an disini, pake cium - cium segala lagi. Bikin bapak iri saja. " Omel pak Selamet.
" He he he ... Biasa pak, anak muda ... " Sahut Andy.
" Bapak ngerti, bapak kan juga pernah muda. Tapi juga ga disekolahan kali, apalagi depan kelas seperti ini. " Nasehat pak Selamet.
" Iya pak ... Maaf ... Khilaf ... Lain kali Andy ulangi lagi deh. " Ucap Andy.
" Apa ... !!! " Teriak pak Selamat.
" Maaf pak, salah ngomong. Maksud Andy ... Lain kali Andy ga akan ulangi lagi pak. " Jawab Andy sambil nyengir.
" Oooh ... Ya sudah, ayo ikut bapak ke kantor. " Ajak pak Selamet.
Pak Selamet berjalan menuju ruangan nya dikantor. Semalam Andy menghubungi pak Selamet dan menanyakan perihal kamera cctv yang terpasang di depan toilet. Dan sekarang mereka berdua sedang memeriksanya.
" Kamera itu sudah lama sekali terpasang, mungkin sekitar tiga tahun lalu. Beberapa siswa ditahun itu ada yang nakal. Mereka membolos di jam pelajaran. Dan didepan toilet itulah markas mereka. Mereka makan, minum, mengobrol, tertawa dan merokok seenak nya saat para murid yang lain sedang belajar. Dan kamera itu dipasang untuk memantau mereka.
Terakhir bapak cek beberapa bulan yang lalu sih masih menyala. Coba sekarang kita cek lagi. " Ucap pak Selamet sambil mengotak - atik laptop milik nya.
__ADS_1