
Setelah dari kamar mandi, Hendra membangun kan Dion dan mengajak nya sholat shubuh. Mereka berdua sholat di ruangan Anita karena tidak ingin meninggal kan Anita sendiri.
Setelah sholat Hendra hendak menceritakan pada Dion tentang Anita, karena kemarin belum sempat mencerita kan nya. Hendra menduduk kan Dion di sofa dan memulai cerita nya. Anita yang berbaring diatas ranjang ikut mendengar kan.
" Dion ... Dulu sebelum papa menikah dengan mama mu dan memiliki mu, papa sudah pernah menikah lebih dulu. Istri papa bernama ibu Rahmi. Dulu dia teman sekolah papa. Papa sangat mencintai nya dan kemudian menikahi nya. Kami sangat bahagia sekali waktu itu. Tapi saat kakak mu Anita berumur 8 tahun keadaan mulai berubah. Papa melakukan kesalahan yang sangat besar pada ibu Rahmi dan kak Anita, hingga akhir nya papa dan ibu Rahmi berpisah. Tak lama kemudian, papa menikah dengan mama mu. Mama mu mengajak papa pindah ke rumah kakek mu di kota xxx dan menetap disana, lalu lahir lah kau. Karena waktu itu papa sibuk sekali kuliah sambil bekerja, papa jadi tidak punya waktu untuk menjenguk kak Anita. Apalagi jarak kota xxx dan kota yyy sangat jauh. Karena itu papa merasa sangat bersalah sekali pada kakak mu Anita. Dan sekarang papa ingin menebus 9 tahun itu dengan selalu berada didekat kakak mu, menjaga, menyayangi dan melindungi nya. Hal yang selama ini tidak bisa papa lakukan. Kau tidak keberatan kan ? Kau mau kan menerima dan menyayangi kak Anita sebagai kakak mu ? " Tanya Hendra pada Dion.
" Tentu saja Dion mau pa. Selama ini Dion memang ingin memiliki seorang kakak. Dion senang sekali karena bisa memiliki nya sekarang. " Ucap Dion.
" Terima kasih sudah mau mengerti. Kau memang hebat nak, papa bangga pada mu. Apa kau tidak mau memeluk kakak mu ? " Tanya Hendra.
Dion berjalan menghampiri Anita yang kini menatap nya sambil tersenyum dengan mata ber kaca - kaca.
" Kak Anita ... Apa kakak mau menerima Dion sebagai adik ? Dion janji akan jadi adik yang baik dan menjaga kakak. Dion juga janji akan jadi anak baik dan tidak akan nakal. " Ucap Dion sambil berdiri di hadapan Anita. Dion terlihat manis sekali saat mengucap kan nya.
" Tentu saja kakak mau. Siapa sih yang bisa menolak adik sebaik dan semanis kamu. " Ucap Anita.
" Kemarilah ... Peluk kakak ! " Imbuh Anita lagi.
Dion mendekat dan berhambur memeluk Anita.
" Terima kasih kak. " Ucap Dion.
Ya ... Meski Hendra sudah bercerita pada Anita kalau Dion sebenar nya bukan anak kandung nya yang berarti tidak memiliki hubungan darah dengan Anita. Namun seperti hal nya Hendra yang menyayangi dan menjaga serta menganggap Dion sebagai anak kandung nya, maka Anita pun akan melakukan hal yang sama. Dia akan menyayangi dan menjaga Dion seperti adik kandung nya.
Pukul 6 pagi, Hendra memutus kan untuk mandi karena badan nya terasa lengket sekali. Sebelum nya dia sudah menyuruh seseorang untuk membawakan nya dan Dion baju ganti.
Sementara diluar, Rahmi yang baru sampai bertanya pada perawat ruang tempat Anita dirawat. Rahmi terkejut saat perawat mengatakan Anita di ruang VIP yang dia tahu pasti bahwa itu sangat mahal sekali.
Rahmi berjalan mencari ruangan itu dan menemukan nya.
Rahmi mengetuk pintu di depan nya yang tertutup rapat. Seorang anak kecil membuka kan pintu nya.
" Cari siapa tante ? " Tanya anak itu.
__ADS_1
Rahmi terlihat bingung.
" Siapa anak ini ? Apa aku salah kamar ? " Pikir Rahmi.
Rahmi mundur beberapa langkah dan membaca plakat diatas pintu dan itu memang betul ruangan Anita.
Rahmi berjalan mendekati anak itu lagi.
" Maaf nak, tante mau mencari anak tante Anita. Apa benar ini ruangan nya ? " Tanya Rahmi.
Dion langsung berhambur memeluk Rahmi saat tahu wanita yang berdiri di depan nya itu ibu dari kakak nya. Meski bingung, Rahmi membalas dengan mengusap - usap lembut kepala Dion.
" Kak Anita di dalam, mari masuk tante. " Ucap Dion mempersilah kan.
Rahmi masuk dan membawa semua barang bawaan nya, Dion membantu nya.
" Ibu ..... " Panggil Anita saat melihat ibu nya datang.
Rahmi meletak kan barang nya begitu saja dan memeluk Anita.
Dion yang merasa bersalah pada Anita hanya menunduk.
" Duduk lah dulu bu, ibu pasti capek. Nanti Anita ceritakan. Oya, ibu bawa apa ? Banyak sekali. " Tanya Anita mengalih kan pembicaraan.
" Semalam ibu sudah merapikan baju dan keperluan mu yang lain di tas. Dan habis sholat shubuh tadi ibu memasak beberapa menu kesukaan mu. Ibu juga bawa roti dan buah - buah an. " Jawab Rahmi.
" Wah ... banyak sekali. Kenapa ibu repot - repot ? " Tanya Anita.
" Tidak repot sayang. Ibu taruh ini dulu ya. " Ucap Rahmi.
Rahmi memasuk kan buah dan minuman di kulkas kecil dipojok ruangan. Lalu memasuk kan tas besar nya dalam lemari dan meletak kan makanan yang di bawa nya di atas nakas.
" Apa Andy yang membawa mu kesini nak ? Ruangan ini besar sekali, pasti mahal. " Tanya Rahmi.
__ADS_1
" Rahmi ..... " Panggil Hendra yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada.
Rahmi berbalik dan terkejut mendapati Hendra berdiri di depan kamar mandi.
Rahmi memperhatikan Hendra dengan lekat. Mata nya ber kaca - kaca saat bertemu pandang dengan Hendra. Wajah yang sudah lama di rindu kan nya, wajah yang selama 9 tahun ini selalu membayangi nya dan wajah itu sama sekali belum berubah. Masih terlihat tampan, berkarisma dan ... Rahmi berpaling saat menyadari Hendra bertelanjang dada.
" Ah ... maaf ... Baju ku kotor, jadi ...
Tok tok tok ... Pintu di ketuk dan Hendra membuka nya.
" Ini baju yang anda minta tuan. " Kata seorang laki - laki bertubuh tegap bernama Bimo sambil menyodor kan paper bag besar berisi baju.
" Terima kasih, kau bisa langsung pulang. " Perintah Hendra.
" Baik tuan, permisi. " Ucap Bimo yang kemudian pergi.
Hendra masuk kembali ke kamar mandi untuk berganti baju dan keluar lagi setelah selesai.
" Dion ... Ini baju mu nak. Mandi lah, dari kemarin kau belum mandi.
" Baik pah, Dion mandi dulu. " Ucap Dion yang kemudian menuju kamar mandi.
Hendra berjalan mendekati Rahmi.
" Sudah lama tidak bertemu, bagaimana kabar mu ? " Tanya Hendra.
" Kabar ku baik - baik saja, kau sendiri bagaimana ? " Tanya Rahmi.
" Syukur lah, kabar ku juga baik. " Ucap Hendra.
Kedua nya terlihat canggung sekali.
Seorang pegawai rumah sakit masuk dan mengantar kan sarapan untuk Anita. Rahmi menyuapi Anita dengan telaten, sedang kan Hendra duduk di sofa.
__ADS_1
Dion yang sudah selesai mandi pun ikut duduk di sofa bersama papa nya.