
" Bagaimana kondisi Andy mah ? Apakah sudah boleh dibesuk ? Anita ingin sekali melihat nya. " Tanya Anita khawatir.
Sejak dikantor polisi tadi dia memang tidak fokus karena selalu memikirkan Andy.
" Kata Dokter Andy baik - baik saja, kondisinya juga stabil. Hanya ... Entah kenapa Andy masih belum sadar juga. Tapi Andy sudah diperbolehkan dibesuk, Mama juga baru menemuinya tadi. Masuklah, kau pasti merindukan nya ? " Jawab Mama Merry seolah tahu yang dirasakan Anita.
Anita pun bergegas masuk dengan tersenyum riang, namun wajahnya kembali sendu tatkala melihat Andy terbaring dengan wajah pucat dan beberapa alat medis yang terpasang ditubuhnya.
Anita menduduk kan dirinya dikursi kecil disamping Andy.
Digenggamnya tangan Andy dengan erat, tangan yang dua hari lalu masih menggandengnya sambil berjalan - jalan ditepi pantai, tangan yang dua hari lalu dijadikannya sandaran saat tidur, tangan yang memeluknya erat dan memberikan kenyamanan saat menemaninya tidur hingga membuatnya enggan bangun.
Tangan itu yang kini tergolek lemah disisi tubuhnya tanpa ada pergerakan sedikitpun.
" Ndy ... Apa kau bisa mendengar suaraku ? Ini aku, Anita. " Ucap Anita lirih sambil mengusap - usapkan telapak tangan Andy dipipinya, seolah - olah Andy yang sedang membelainya.
" Apa kau baik - baik saja sayang ? Kenapa kau masih belum bangun juga ? Apa mimpi mu terlalu indah hingga kau enggan bangun ? Apa kau tidak merindukan ku ? Apa kau tidak mau melihatku lagi ? " Suara Anita terisak menahan tangis.
Dadanya terasa sesak seolah sedang ditimpa oleh sesuatu yang berat. Pikiran nya pun kalut hingga membayangkan yang tidak - tidak.
" Bagaimana jika Andy tidak bangun untuk waktu yang lama ? Bagaimana jika aku tidak bisa mendengarkan ocehan dan gombalan nya lagi ? Bagaimana jika aku tidak bisa melihat senyum jahilnya lagi ? Bagaimana jika aku merindukan pelukan dan belaian nya ? Bagaimana jika ... " Segudang pertanyaan memenuhi benak Anita.
Ingin rasanya Anita berhambur memeluk Andy, namun alat yang terpasang didadanya mengurungkan niatnya. Dia tidak mau menyakiti kekasih nya itu.
Sampai Anita tak kuasa lagi menahan tangisnya, dia pun menumpahkan kesedihan nya lewat isakan tangis nya. Disembunyikan nya wajahnya dikasur agar suara tangisnya sedikit teredam dan tidak terdengar oleh orang lain.
" Hiks hiks hiks .... Bangun Ndy ... hiks hiks ... Aku merindukanmu. Hiks hiks hiks .... " Gumam nya lirih disela tangis nya.
Namun tak berapa lama Anita menghentikan tangisnya tatkala merasakan tangan seseorang berada diatas kepalanya dan membelai pelan rambutnya, seolah ingin memberinya kekuatan.
Anita pun sontak mendongak kan wajahnya, mencoba mencaritahu tangan siapa yang tengah membelainya itu.
Sesosok wajah yang sangat dirindukannya tengah tersenyum sambil menatapnya.
" Ndy ... Kau sudah sadar ? " Pekik Anita yang secara tidak sadar langsung berhambur dalam pelukan Andy.
" Aku senang kau sudah bangun. Aku merindukanmu, aku sangat merindukanmu. Hiks hiks hiks ... " Gumam Anita dengan suara parau sambil menangis, namun kali ini tangisan bahagia.
Andy membalas pelukan nya dengan satu tangan nya sambil berbisik pelan ditelinga Anita.
__ADS_1
" Aku .. juga .. merindukanmu .. sayang ..... " Bisik Andy.
Untuk sesaat mereka larut dengan perasaan mereka masing - masing. Menyalurkan kerinduan yang sempat tertahan
Anita pun seketika melepaskan pelukan nya saat pikiran nya sudah sadar kembali.
" Tunggu sebentar aku akan memanggil Dokter. " Ucap Anita yang kemudian langsung berhambur keluar.
" Ayah ... Ibu ... Mama ... " Panggil Anita hingga ketiganya menoleh.
" Ada apa nak ? Apa terjadi sesuatu dengan Andy ? " Tanya Mama Merry sambil menggoyang - goyang kan bahu Anita.
Rasa khawatir tiba - tiba menderanya ketika melihat mata Anita sembab seperti baru menangis.
" Andy ... Andy sudah sadar Mah, Andy sudah bangun. " Ucap Anita kemudian.
" Apa itu benar ? Kau tidak bohong sayang ? " Tanya Merry memastikan.
" Tidak mah, Andy benar - benar sudah sadar. Dia juga sudah bicara dengan Anita tadi. " Sahut Anita meyakinkan.
" Alhamdulillah ... " Sahut Rahmi dan Hendra berbarengan.
Merry, Anita dan Rahmi berhambur masuk keruangan Andy. Sedangkan Hendra memanggil Dokter jaga.
" Jagoan mama sudah bangun ? Kenapa kau tidur lama sekali ? Kau tidak merindukan mama ? " Tanya Merry saat sudah berada dihadapan Andy.
" I miss you Mom ..... " Ucap Andy sambil merentangkan sebelah tangan nya.
Merry pun dengan segera berhambur dalam pelukan sang putra.
" Mama tidak senang Andy sudah sadar ? " Tanya Andy.
" Apa maksudmu ? Tentu saja Mama sangat senang. Sudah dua hari ini Mama menunggumu sadar. " Sahut Merry.
" Lalu ... Kenapa Mama menangis ? " Tanya Andy lagi.
" Ini tangisan bahagia sayang, karena Mama senang kamu sudah sadar. " Jawab Merry.
Dokter pun masuk bersama seorang perawat dan juga Hendra.
__ADS_1
" Mohon semuanya untuk keluar dulu sebentar, saya akan memeriksa pasien. " Ucap sang Dokter.
" Baiklah Dok, silahkan. " Sahut Mama Merry yang kemudian langsung berjalan keluar diikuti yang lain nya.
Sepuluh menit kemudian Dokter pun keluar, semua yang menunggu diluar langsung berhambur menghampiri.
" Bagaimana Dok ? Andy baik - baik saja kan ? " Tanya Merry.
" Kesadaran pasien sudah seratus persen kembali, kondisi fisik pasien juga semakin membaik. Tinggal menunggu luka bekas operasinya mengering saja. Selain itu tidak ada yang perlu dicemaskan. " Ucap sang Dokter.
" Alhamdulilah ... Terimakasih Dok. " Sahut Merry diikuti yang lain nya, mengucap syukur atas kesembuhan Andy.
" Sama - sama, saya permisi dulu. " Ucap sang Dokter lagi yang kemudian berlalu pergi.
Sedangkan Merry dan yang lain nya beramai - ramai masuk kembali kedalam ruangan Andy.
" Mama sungguh tidak menyangka, setelah tiga tahun berlalu mantan teman sekolahmu dulu itu masih saja dendam padamu dan nekat melakukan hal seperti ini. " Ucap Merry.
" Andy sendiri juga tidak menyangka Mah, mereka sama sekali tidak belajar dari kesalahan yang dulu justru malah semakin nekat seperti ini. " Sahut Andy.
" Sudahlah ... Kau baru sembuh, jangan terlalu dipikirkan. Yang penting kau dan Anita selamat, kita harus bersyukur atas itu. " Timpal Hendra.
" Iya Om, Andy bersyukur tidak terjadi sesuatu yang buruk pada Anita. " Sahut Andy sambil menggenggam tangan Anita sedangkan Anita hanya menyunggingkan senyum manis nya.
" Kau harus berhati - hati lain kali, agar sesuatu seperti ini tidak terulang lagi. " Sambung Merry.
" Jangan khawatir Mah, tidak akan terjadi hal seperti ini lagi lain kali. " Ucap Andy menenangkan sang Mama.
" Oya, apa mereka sudah ditangkap ? terakhir sebelum aku pingsan, aku mendengar suara sirine polisi. " Tanya Andy.
" Polisi sudah menangkap mereka dan pengacara Om sudah mengurus kasus nya. Setelah kau pulih nanti, polisi akan memanggilmu untuk bersaksi. Jadi untuk sementara ini, fokus saja pada kesembuhanmu dan jangan khawatirkan yang lain nya. " Jawab Hendra.
" Baiklah Om, terimakasih. " Sahut Andy.
" Oya , Kak Arya mana Yah ? Dari tadi Anita tidak melihat nya ? " Tanya Anita.
" Dia sudah pulang sesaat setelah kau masuk keruangan Andy tadi. Ada sesuatu yang mendesak katanya. " Jawab Hendra.
" Tunggu tunggu ... Kak Arya ?!? Siapa itu Kak Arya ? " Tanya Andy menekan kan nama yang asing baginya dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.
__ADS_1