
Sebuah mobil hitam berhenti di depan rumah Andy, Pak Ujang memperhatikan dari pos satpam. Kemudian seorang gadis turun dari mobil itu dengan beberapa kantung belanjaan ditangan nya dan mendekati pak Ujang.
" Boleh saya masuk ? " Tanya Vera tanpa mengucap salam.
" Nona siapa dan kemari mencari siapa ? " Tanya pak Ujang.
" Saya Vera teman Andy. " Jawab Vera.
" Tapi den Andy sedang tidak ada dirumah. " Sahut pak Ujang.
" Saya bukan mau ketemu sama Andy, tapi sama mama nya. " Ucap Vera kesal.
" Mama nya siapa ? Mama nya den Andy ? " Tanya pak Ujang lagi.
" Ya iya lah, kalo mama nya orang lain ga mungkin saya kesini. " Bentak Vera.
" Memang ada keperluan apa ? Biar nanti saya tanyakan. " Ucap pak Ujang.
" Itu hal pribadi dan kamu ga perlu tahu. Bilang saja teman dekat Andy datang dan ingin ketemu, susah amat. " Omel Vera.
" Baiklah, tunggu sebentar. " Pinta pak Ujang.
" Hhmm ... " Jawab Vera.
Pak Ujang meraih telpon sambil menggerutu.
" Cantik sih cantik, tapi galak. Ga sopan lagi sama yang lebih tua. " Gerutu pak Ujang.
Pak Ujang menghubungi bagian dalam rumah dan meminta untuk bicara dengan pemilik rumah.
" Halo pak ujang, ada apa ? " Tanya nyonya Merry.
" Begini nyonya, ada tamu yang datang mencari nyonya. " Lapor pak Ujang.
" Siapa pak ? " Tanya nyonya Merry lagi
" Katanya sih temen deket den Andy, tapi kesini bukan mencari den Andy melainkan mencari nyonya. " Sambung pak Ujang.
" Teman dekat Andy ... Apa itu Anita kekasih Andy ya. Tapi Andy bilang dia belum mau datang kesini, kok sekarang malah kesini sendirian lagi. " Gumam nyonya Merry.
__ADS_1
" Bagaimana nyonya, apa di ijinkan masuk ? " Tanya pak Ujang mengaget kan nyonya Merry.
" Apa nama nya Anita pak Ujang ? " Tanya nyonya Merry.
" Bukan nyonya, namanya nona Vera. " Jawab pak Ujang.
" Vera ..... ( nyonya Merry terlihat berpikir ... ) Ya sudah, suruh saja masuk pak. " Perintah nyonya Merry.
" Siap nyonya. " Jawab pak Ujang.
Pak ujang menekan tombol sensor yang terhubung dengan pintu gerbang dan pintu gerbang pun otomatis terbuka. Vera yang bersandar di pintu gerbang karena lelah berdiri pun kaget dan hampir terjatuh.
" Silahkan masuk nona ... " Ucap pak Ujang mempersilahkan.
" Dari tadi kek, ga tau apa dari tadi berdiri capek banget. Mana bawa belanjaan lagi. " Gerutu Vera sambil berjalan masuk.
Pak Ujang yang mendengar hanya menggeleng - geleng kan kepalanya.
" Waahh ... Rumah nya besar sekali ya. Dua kali lipat lebih besar dari rumah papa. Halaman nya juga luas banget. " Gumam Vera saat memasuki halaman.
Vera menoleh kearah garasi yang terbuka. Tiga buah mobil mewah keluaran terbaru terparkir disitu. Selain itu juga ada dua buah moge, motor sport yang biasa dipake Andy, satu buah motor vespa, satu buah motor matic dan empat buah sepeda mahal berjejer disamping nya. Vera sampai menganga melihat nya.
Ternyata kekayaan papa Vera yang selama ini dibangga - bangga kan nya tidak ada apa - apa nya dibandingkan kekayaan orang tua Andy.
Vera pun semakin menggebu - gebu ingin segera memiliki Andy.
Vera memencet bel saat sampai didepan pintu. Seseorang membuka nya dari dalam.
" Nona Vera ya ... Silahkan masuk. " Ucap mbak Yuni, asisten rumah tangga.
Vera masuk dan duduk di sofa, lalu menaruh belanjaan nya disebelah nya.
Mbak Yuni pergi ke dapur untuk membuatkan minuman.
Manik mata Vera menilisik kesekitar nya. Ruang tamu yang sangat luas dengan sofa mahal dan berbagai furniture yang mahal, lampu gantung yang tergantung diatas nya juga sangat mewah dan pasti juga mahal.
Almari kaca super besar berdiri diujung ruang tamu. Didalam nya berjejer guci - guci, perabot keramik dan lain nya yang juga barang mahal semua. Lukisan yang tergantung didinding pun lukisan karya pelukis terkenal. Vera terkagum - kagum melihat isi rumah Andy, padahal itu baru ruang tamu nya saja.
" Maaf menunggu lama. " Sapa seorang wanita paruh baya berdarah indo - jerman yang terlihat sangat cantik dan anggun yang tak lain adalah nyonya Merry, seketika mengagetkan Vera.
__ADS_1
" Ah ... Tidak apa - apa tante. " Jawab Vera.
Nyonya Merry yang kini sudah duduk berhadapan dengan Vera pun hanya tersenyum.
" Oya, nak Vera ini ada hubungan apa ya sama Andy dan ada keperluan apa datang kemari. " Tanya nyonya Merry langsung ke intinya.
" Ijinkan saya memperkenal kan diri tante. Nama Vera Pranata, putri satu - satu nya pemilik perusahaan pranata corp. Saya teman dekat Andy disekolah tante. Dan kedatangan saya kemari hanya ingin berkenalan dengan keluarga Andy saja. " Jawab Vera.
" Oh ya ... Sedekat apa kalian ? " Sahut nyonya Merry sambil tersenyum kecut.
" Yah ... Bisa dibilang seperti sepasang kekasih tante. " Ucap Vera sambil tersenyum pura - pura malu.
" Oo ... " Jawab nyonya Merry sambil manggut - manggut.
Vera mengira bahwa nyonya Merry belum tahu tentang hubungan Andy dan Anita.
Mbak Yuni datang membawa minuman dan nyonya Merry mempersilahkan Vera untuk meminum nya.
" Oh iya tante, ini Vera bawakan oleh - oleh. " Ucap Vera sambil menyodorkan barang bawaan nya keatas meja.
" Kenapa repot - repot, pake bawa oleh - oleh segala. " Sahut nyonya Merry.
" Ga repot kok tante, ini cuma aneka macam kue yang Vera beli dari bakery shop terkenal dan juga beberapa jenis makanan yang Vera beli dari restoran terkenal. " Jawab Vera dengan bangga.
Nyonya Merry melirik sekilas paper bag itu, dia pun tahu Vera membeli makanan itu dari salah satu restoran milik nya.
" Oleh - oleh nya tante terima. Terima kasih ya nak Vera. " Ucap nyonya Merry.
Vera tidak berhenti berbicara. Dia menceritakan semua tentang nya dan tentang keluarga nya. Usaha yang dimiliki papa nya. Tentang dia sekeluarga yang sering berlibur keluar negri, tentang barang - barang yang dimiliki nya yang semua nya branded.
Dia juga menceritakan bagaimana kedekatan nya dengan Andy disekolah, yang bisa dipastikan bahwa itu semua adalah bohong.
Nyonya Merry hanya mendengarkan dan sesekali menyaut saja. Dari semua yang dibicarakan Vera, dia bisa menarik kesimpulan gadis seperti apa Vera itu.
Vera berbicara terlalu lama dan itu membuat nya lelah, tenggorokan nya juga sedikit sakit, bibir nya juga kering karena haus. Minuman yang diberikan mbak yuni sudah dihabis kan nya sedari tadi.
Vera pun berpamitan, memeluk dan bercipika - cipiki dengan nyonya Merry biar lebih akrab kemudian berlalu pergi.
Nyonya Merry membuka bawaan Vera dan mengeluarkan semuanya dari paper bag nya. Tak berselang lama Andy pun masuk.
__ADS_1