Sekelumit Asa

Sekelumit Asa
Kondisi Andy ...


__ADS_3

Anita menceritakan pada Mama Merry tentang kondisi Andy sesuai dengan penjelasan Dokter.


" Jika kondisinya seperti itu maka berikanlah persetujuanmu nak, mama menunjuk mu sebagai perwakilan dari keluarga. " Ucap Mama Merry.


" Baiklah Mah, terima kasih. Anita tutup dulu telpon nya. Mama hati - hati dijalan. " Sahut Anita sebelum menutup sambungan telpon nya.


" Lebih cepat sedikit pak ! " Perintah Mama Merry pada Sopir agar lebih mempercepat lajunya.


" Baik Nyonya. " Jawab Pak Sopir yang kemudian menaikkan kecepatan laju mobil nya.


" Tolong segera lakukan operasi nya Dok, pihak keluarga sudah menunjuk saya sebagai walinya. " Ucap Anita.


" Baiklah ... Silahkan selesaikan administrasi nya, Kami akan segera melakukan operasinya. " Perintah Sang Dokter.


Anita pun pergi ke bagian administrasi untuk menandatangani surat persetujuan operasi sedangkan beberapa perawat segera membawa Andy ke ruang operasi. Diikuti oleh tiga orang Dokter dibelakangnya.


Sudah 30 menit Anita menunggu didepan ruang operasi. Pikirannya dipenuhi oleh segudang kecemasan namun bibirnya sedari tadi tidak berhenti melafalkan doa untuk kesembuhan Andy.


Beberapa menit kemudian Mama Merry pun datang disusul oleh Hendra dan Rahmi, mereka berpapasan dikoridor rumahsakit.


" Bagaimana keadaan Andy nak ? " Tanya Merry.


" Anita belum tahu mah, operasinya masih belum selesai. " Ucap Anita sambil menggenggam tangan Merry.


" Tenanglah, Mama yakin Andy akan baik - baik saja. " Ucap Merry menguatkan Anita.


Meski tak dipungkiri Hati Merry pun diliputi kecemasan dan ketakutan akan kondisi putra kesayangannya itu.


Anitapun hanya mengangguk pelan.


" Ayah ... Ibu .... " Anita memeluk Sang Ibu dan menumpahkan kesedihan nya dalam pelukan hangat Ibunya.


" Tenanglah nak, semua akan baik - baik saja. " Ucap Hendra sambil mengusap - usap lembut punggung Anita.


" Duduklah nak, berdoalah untuk kesembuhan nak Andy. " Ucap Rahmi.


Anita pun duduk tenang dan kembali berdzikir dan berdoa untuk kesembuhan Andy, begitu pula dengan Rahmi.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian pintu ruang operasi terbuka disusul oleh Dokter yang keluar ruangan.


Merekapun berbondong menyerbu sang Dokter karena segera ingin mengetahui kondisi Andy.


" Bagaimana keadaan anak saya Dok ? " Tanya Merry.


" Operasinya berhasil, namun pasien masih belum sadar. Setelah ini akan segera dipindahkan keruang ICU karena pasien masih dalam pengawasan. Selain itu pasien kehilangan banyak darah dan stok darah yang kami miliki masih belum mencukupi. Jadi ... "


" Ambil darah saya saja Dok, golongan darah kami sama ! " Ucap Anita memotong kalimat Sang Dokter.


" Baiklah, silahkan ikuti perawat kami untuk pemeriksaan lebih lanjut. " Sahut Dokter.


Karena Andy berada diruang ICU maka Anita diambil darahnya dari ruangan berbeda untuk kemudian baru diberikan pada Andy.


" Sudah selesai nona, darah ini akan segera kami diberikan pada pasien. " Ucap Perawat sambil melepas selang jarum dari tangan Anita.


" Terimakasih suster. Apa saya boleh menjenguk Andy sekarang ? " Tanya Anita.


" Sebaiknya jangan dulu. Darah anda diambil cukup banyak, jadi kemungkinan badan anda akan sedikit lemas dan juga pusing. Silahkan dimakan, setelah itu beristirahatlah setidaknya untuk satu atau dua jam. " Ucap Sang Perawat sambil menyodorkan sebungkus roti dan susu kemasan.


" Baiklah, terimakasih. " Ucap Anita.


Anita duduk dan memakan roti serta meminum susu yang diberikan perawat tadi. Saat Anita hendak bangun dia merasakan badannya lemas, pusing dan matanya berkunang - kunang. Anita pun akhirnya memutuskan untuk berbaring sebentar.


Anita melihat kearah jam yang tergantung didinding. Waktu sudah menunjukkan pukul 10.15 malam. Tanpa disadari mata Anita perlahan - lahan mulai terkatup. Semua yang dialaminya hari ini sungguh sangat melelahkan, menguras energi dan juga emosi. Anitapun akhirnya tertidur karena kelelahan.


" Permisi ... Selamat malam ... " Dua orang polisi menghampiri Merry, Hendra dan Rahmi yang masih setia menunggu Andy didepan ruang ICU.


" Selamat malam. Ada yang bisa kami bantu ? " Sahut Hendra.


" Kami petugas yang menangani kasus Mas Andy dan Mbak Anita. Bagaimana kondisi Mas Andy sekarang ? " Tanya salah seorang petugas.


" Kata Dokter operasinya berjalan dengan lancar, namun saat ini masih belum sadar dan kami pun juga belum diijinkan untuk menjenguk. " Jawab Hendra.


" Bagaimana dengan mbk Anita, apa kami bisa menemuinya sekarang ? " Tanya petugas itu lagi.


" Maaf pak, putri kami baru saja mendonorkan darahnya untuk Andy dan sekarang sedang beristirahat. " Jawab Hendra.

__ADS_1


" Baiklah ... Kalau begitu besok kami akan kesini lagi untuk menjemput mbk Anita. " Ucap sang petugas.


" Apa pelakunya sudah tertangkap Pak ? " Tanya Merry tiba - tiba.


" Pelaku sudah tertangkap dan sudah kami amankan dikantor polisi. Berikutnya kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Tapi sebelumnya kami membutuhkan mbak Anita untuk membuat BAP sebagai korban dan pihak pelapor. " Ucap Petugas Polisi.


" Hukum mereka seberat - beratnya Pak, mereka harus menanggung akibat dari perbuatan mereka yang membahayakan nyawa orang lain. " Ucap Merry.


" Tentu saja, keempat pelaku yang dua diantaranya adalah teman mas Andy sudah mengakui perbuatan mereka. Jadi selanjutnya kami akan memprosesnya sesuai dengan prosedur hukum. Dan untuk sementara mobil mas Andy masih kami amankan dikantor polisi sebagai barang bukti. " Kata Petugas Polisi.


" Baiklah Pak, besok pagi saya sendiri yang akan mengantar Anita kekantor polisi. " Ucap Hendra.


" Baiklah, terimakasih atas kerjasamanya. Kami akan menemui dokter yang bertanggungjawab untuk menanyakan kondisi pasien secara medis dan juga mengambil pisau yang digunakan pelaku untuk menusuk Mas Andy sebagai barang bukti utama. Kami permisi, selamat malam. " Ucap sang petugas.


" Selamat malam pak dan terimakasih. " Sahut Hendra.


Kedua polisi itupun kemudian pergi.


" Polisi tadi bilang kalau dua diantara pelaku adalah teman Andy, apa kamu mengenal mereka ? " Hendra bertanya pada Merry.


" Ya ... Anita tadi sudah mengatakan padaku siapa pelakunya dan aku memang mengenal mereka. Mereka berdua memang teman Andy. Teman SMP tepatnya ... ( Dan Merry pun menceritakan semuanya pada Hendra dan Rahmi ).


" Ya Tuhan ... Aku tidak menyangka Andy pernah mengalami hal seperti itu diusia mudanya. " Ucap Hendra.


" Kenapa mereka tidak belajar dari pengalaman dan malah mengulangi kejahatan mereka seperti ini ? " Ucap Rahmi.


" Apa Bram sudah tahu kejadian ini ? " Tanya Hendra.


" Belum, dia ada urusan bisnis diluar negri dan baru akan kembali lima hari lagi. Aku takut membuatnya khawatir jika memberitahunya. Tapi bagaimanapun juga dia berhak tahu. Aku jadi bingung. " Ucap Merry.


" Kalau aku boleh usul, lebih baik kita lihat kondisi Andy dulu selama dua hari ini. Kalau membaik, kau bisa memberitahunya saat dia sudah pulang nanti. Dan kalau dalam dua hari keadaan Andy tidak mengalami perkembangan yang signifikan, Kau bisa langsung mengabarinya agar dia bisa segera kemari. " Usul Hendra.


" Baiklah, aku akan melakukan yang kau katakan. Aku akan menghubungi pengacaraku agar mengurus kasus ini. Aku ingin para pelaku itu menerima hukuman mereka. " Ucap Merry.


" Kalau kau menghubungi pengacaramu, maka Bram pun secepatnya akan tahu. Biar aku saja yang menghubungi pengacaraku. Kau jangan khawatir, Fokuslah pada Andy. " Sahut Hendra.


" Baiklah ... Terimakasih, kuserahkan persoalan hukum ini padamu. " Ucap Merry.

__ADS_1


Hendrapun mengangguk kemudian duduk disamping Rahmi dan menghubungi pengacaranya.


__ADS_2