Sekelumit Asa

Sekelumit Asa
Kebahagiaan Anita ...


__ADS_3

" Anita di rumah sakit xxx bu. Tapi ibu tidak perlu kesini, sudah malam. Ibu istirahat saja, besok pagi baru kesini. Lagipula disini sudah ada Andy dan A ... " Anita menggantung kalimat nya saat hampir saja keceplosan menyebut kan ayah nya.


" Ada apa nak, kenapa tidak melanjut kan kalimat mu ? " Tanya Rahmi.


Anita menutup ponsel nya dengan telapak tangan nya membuat sang ibu bingung karena layar nya tiba - tiba gelap. Anita kemudian bertanya pada sang ayah.


" Ayah ... Apa tidak apa - apa jika aku mengatakan pada ibu kalau ayah ada disini ? " Tanya Anita pada Hendra yang berada di depan nya.


" Jangan dulu sayang, biar besok saja. Ayah ingin bicara banyak dengan ibumu. " Jawab Hendra.


Anita mengangguk kemudian berbicara lagi pada sang ibu.


" Ada apa nak, kenapa tadi wajahmu tidak terlihat ? " Tanya Rahmi setelah melihat Anita lagi di layar ponsel nya.


" Maaf bu, tadi ponsel nya terjatuh. " Jawab Anita.


" Oo ... Ibu pikir kenapa. Ibu kesana sekarang ya, ibu bisa pesan taksi jika kamu khawatir ibu sendirian.


" Tidak perlu bu. Ibu istirahat saja, pasti ibu capek sekali. Besok pagi ibu bisa kesini dan sekalian tolong bawakan beberapa baju dan keperluan Anita yang lain. " Bujuk Anita.


" Baik lah nak jika kau memaksa. Kau juga istirahat lah, seluruh badan mu pasti sakit semua. Oya, bisa ibu bicara dengan nak Andy sebentar. " Ucap Rahmi.


" Tentu bu, tunggu sebentar. " Sahut Anita.


" Ibu ingin bicara " Ucap Anita sambil menyodor kan ponsel pada Andy.


" Ya bu, ini Andy. " Ucap Andy.


" Nak Andy ... Ibu titip Anita ya, tolong jaga dia malam ini karena Anita tidak memperboleh kan ibu datang. Besok pagi ibu akan kesana menggantikan mu. " Pinta Rahmi.


" Tentu saja bu, Ibu jangan khawatir. " Sahut Andy.


" Baik lah nak, terima kasih banyak. " Ucap bu Rahmi lagi yang kemudian menutup telpon nya.

__ADS_1


Rahmi menuju kamar Anita dan memasuk kan beberapa pakaian dan keperluan lain ke dalam tas besar agar besok tidak kesiangan ke rumahsakit.


" Apa benar yang dikatakan ibu mu kalau beberapa hari yang lalu teman mu menguncimu di toilet nak ? " Tanya Hendra pada Anita.


" Iya ayah. Pelaku nya dua orang. Andy yang menyelidiki nya hingga berhasil menemukan pelaku nya. Mereka membuntuti Anita saat ke toilet sendirian setelah jam pulang sekolah. Karena tidak ada orang lain selain Anita ditoilet, mereka lalu mengunci Anita dan meninggal kan Anita begitu saja. Andy dan teman - teman Anita yang lain menemukan Anita dua jam kemudian saat Anita sudah pingsan.


" Keterlaluan sekali mereka. Apa mereka tidak pernah dididik orang tua nya hingga berkelakuan seperti itu. Siapa pelaku nya ? Ayah akan meminta pengacara ayah untuk melapor kan mereka ke pihak berwajib. " Ucap Hendra dengan emosi.


" Andy juga berpikir begitu om, karena tindakan mereka sudah termasuk kriminal. Tapi Anita melarang Andy. " Timpal Andy.


" Kenapa nak ? Apa kau tidak membenci mereka yang sudah menyakitimu ? " Hendra bertanya pada Anita.


" Anita memang marah karena perbuatan mereka, tapi Anita tidak membenci maupun dendam pada mereka ayah. Lagipula pihak sekolah sudah memberikan hukuman dan skorsing pada mereka. Anita rasa itu sudah cukup. " Jawab Anita.


" Anak ayah memang baik hati, kau sama seperti ibumu. " Ucap Hendra sambil mengusap - usap kepala Anita.


Anita tersenyum, kebahagiaan terpancar diwajah cantik nya. Meski Anita sedang tertmpa musibah, tapi dia merasa bahagia karena bisa berkumpul dengan sang ayah yang selalu dirindukan nya.


" Oya, Anita ingin bertanya sesuatu pada ayah. " Ucap Anita.


" Kalau Andy adalah keponakan Ayah dan Ayah Om nya Andy, apa itu berarti ... Anita dan Andy bersaudara ? " Tanya Anita sedikit ragu.


Andy dan Hendra tertawa mendengar pertanyaan Anita.


" Kenapa kalian menertawakan ku ? Jahat sekali. " Cebik Anita kesal.


" Maaf sayang ... Aku tidak bermaksud begitu. " Ucap Andy sambil menggenggam tangan Anita.


" Kenapa kau menanyakan hal itu ? Apa kau berpikir kalau kita ada hubungan darah ? Apa kau takut kita tidak bisa berhubungan sebagai kekasih ? Apa kau takut kehilangan ku sayang ? Apa kau begitu sangat mencintaiku hhemm ? " Sambung Andy lagi yang memberondong Anita dengan banyak pertanyaan.


Sedang kan Anita hanya diam dan menunduk, menyembunyikan wajah nya yang memerah karena malu.


" Sudah lah ... anggap saja aku tidak pernah bertanya. " Cebik Anita kesal.

__ADS_1


" Andy itu keponakan ayah dari Ibu Sukma. Papa Andy dan Ibu Sukma mendiang istri ayah itu saudara sepupu. Jadi jangan khawatir karena kalian tidak ada hubungan darah dan bisa terus bersama. " Terang Hendra.


" Benar kah ... ? " Sahut Anita dengan antusias.


Andy membelai pipi Anita membuat Anita menatap nya dan tersipu malu.


" Aku baru tahu kalo ternyata kau sangat mencintaiku sayang. " Ucap Andy.


" Jadi selama ini kau masih meragukan ku ? " Tanya Anita.


" Bukan begitu sayang. Aku hanya senang karena kau juga mencintaiku. Terima kasih sudah bersedia jadi bagian dari hidup ku. " Ucap Andy sambil menatap Anita lekat dan memain kan rambut panjang nya.


Anita hanya mengangguk dan tersenyum simpul.


Andy mendekat kan wajah nya hendak mencium Anita, tapi tiba - tiba ...


" Ehem ... Eeheemm .... " Hendra sengaja berdehem dengan keras, membuat Andy kaget dan tersadar akan kehadiran om nya itu hingga mengurung kan niat nya untuk mencium Anita.


Anita menyembunyikan wajah nya dipundak Andy karena malu pada sang ayah.


" Apa kau melupakan om ndy ? Atau kau sengaja menganggap om sebagai obat nyamuk ? " Tanya Hendra dengan nada keras.


" Maaf om, Andy ga sengaja. Andy lupa kalau om disini. Sekali lagi maaf om. he he ... " Andy meminta maaf dan mengatup kan kedua tangan nya sambil nyengir kuda.


" Dasar ... Anak muda jaman sekarang. " Gerutu Hendra.


Beberapa perawat datang untuk pelimpahan pergantian shift jaga, sekaligus untuk mengecek kondisi Anita dan mengganti infus nya yang sudah habis. Mereka yang rata - rata masih muda saling ber bisik - bisik membicarakan ketampanan Andy. Mereka mengagumi Andy yang masih muda, tampan dan sangat keren itu. Sedangkan Andy hanya cuek saja meskipun masih bisa mendengar obrolan mereka. Para perawat pun pergi setelah menyelesaikan tugas nya.


" Pulang lah ndy, sudah malam. Orangtua mu pasti khawatir. " Ucap Anita.


" Kau mengusir ku ? Ibu mu menitip kan mu padaku dan memintaku menjagamu, bagaimana bisa aku meninggal kan mu ? " Jawab Andy.


" Tenang saja, om dan Dion yang akan menunggu disini. " Ucap Hendra sambil meyelimuti Dion yang tertidur di depan tv.

__ADS_1


" Ayah juga sebaik nya pulang dan istirahat. Besok kan ayah harus bekerja. Anita tidak masalah kok sendirian. Jika ada apa - apa Anita akan memanggil perawat. " Ucap Anita.


__ADS_2