Sekelumit Asa

Sekelumit Asa
Kangen ...


__ADS_3

" Silahkan diminum non. " Ucap Bi Tutik sambil meletakkan segelas jus jeruk yang terlihat menggoda didepan Anita.


" Terimakasih Bi. " Sahut Anita.


" Sebentar lagi nyonya besar kemari. Bibi permisi dulu kembali ke dapur. " Ucap Bi Tuti lagi.


" Iya Bi, terimakasih. " Sahut Anita.


Bi Tutik pun kembali ke dapur. Anita meneguk jus jeruk yang disiapkan Bi Tutik hingga habis tak bersisa.


" Ah ... Segar sekali. " Gumam Anita sambil meletakkan gelas yang sudah kosong diatas meja.


" Maaf sudah lama menunggu ya, sampai kehausan begitu ? " Suara seorang wanita mengagetkan Anita. Anita pun menoleh kearah sumber suara.


Seorang wanita paruh baya dengan wajah blesteran yang cantik nan anggun sudah berdiri didepan nya.


" Ah tidak kok tante, saya juga baru duduk sebentar. Maaf tante, jus nya segar sekali jadi langsung Anita habiskan. " Jawab Anita sambil ikut berdiri.


" Benarkah ? Kalau begitu biar tante minta Bi Tutik buatkan lagi. " Ucap Merry.


" Tidak usah tante. Sudah cukup, terimakasih. Oya Perkenalkan tante, Saya Anita teman Andy. " Ucap Anita sambil menyodorkan tangan nya.


" Saya mama nya Andy, panggil saja tante Merry. " Ucap Merry sambil menjabat tangan Anita.


Anita pun mencium punggung tangan nya lalu melepaskan nya.


" Ayo duduk. " Ucap Merry.


" Terimakasih tante. " Sahut Anita sambil duduk.


Merry memperhatikan Anita dengan intens dari ujung rambut hingga ujung kaki.


Rambut kuncir kuda, blouse soft pink panjang, celana jeans biru dan waistbag hitam. Dengan sekali lihat Merry tahu bahwa semua yang dipakai Anita barang murahan dan tidak berkelas.


" Sederhana, tapi cukup menarik. " Pikir Merry.


Anita yang merasa diperhatikan sedari tadi merasa risih dan grogi.


" Maaf tante, kedatangan saya kemari karena mendengar Andy sedang sakit jadi saya ingin menjenguk. " Ucap Anita.


" Iya, Andy memang sedang sakit. Tante sudah menyuruh nya kerumahsakit tapi dia berkeras tidak mau. Dia sedang istirahat dikamar nya, kamu mau masuk ? " Tanya Merry membuat Anita bingung.


" Aduh bagaimana ini, kalau aku meminta Andy keluar ga enak sama mama nya karena ganggu istirahat Andy. Tapi kalau aku kekamar Andy itu kan tidak sopan, apalagi aku baru pertama kali ini kesini. " Pikir Anita.


" Kalau begitu biarkan Andy istirahat saja tante, saya tidak mau mengganggu. " Ucap Anita.


" Tidak masalah kok, justru kedatangan mu sudah ditunggu - tunggu Andy dari tadi. Dia bisa kecewa kalau tidak bertemu. Ayo masuk, biar tante antar. " Ajak Merry.

__ADS_1


" Tapi tante ... " Ucap Anita ragu.


" Sudah lah, ayo. " Ucap Merry yang kemudian berjalan masuk membuat Anita terpaksa mengikutinya.


Mereka berjalan masuk melewati ruang tengah yang tidak kalah luas dan megah dari ruang tamu, lalu menaiki tangga melewati koridor sampai keujung.


" Ayo masuk. " Ucap Merry mempersilahkan masuk setelah membukakan pintu kamar Andy.


" Terimakasih tante. " Ucap Anita sambil melangkah masuk.


Merekapun berjalan kearah ranjang Andy, membuat Andy yang sedari tadi menunggunya langsung duduk dan tersenyum.


" Sayang kau sudah datang, aku kangen sekali. " Ucap Andy sambil merentangkan kedua tangan nya.


" Aduh ... Kenapa dia memanggilku sayang didepan mama nya. Aku kan mengaku teman nya tadi. Terus ngapain juga merentangkan tangan seperti itu, apa dia minta dipeluk. Kan ada mama nya. " Pikir Anita kebingungan.


Anita pun mendekat, meletakkan buah dan kue yang dibawanya diatas nakas.


" Hai ndy ... " Ucap Anita sambil menjabat tangan Andy dan menggoyang - goyang nya sebentar lalu melepaskan nya.


Andy melongo kebingungan, lalu tersenyum dan menurunkan kedua tangan nya yang masih direntangkan. Andy melirik mama nya yang sedang tersenyum seolah mengejek nya.


" Duduk sini sayang. " Pinta Andy sambil menepuk - nepuk pelan kasur disamping nya.


Anita terlihat ragu namun menurut juga untuk duduk diranjang Andy.


" Apa mama bisa meninggalkan kami berdua ? " Pinta Andy pada sang mama yang masih setia berdiri disamping ranjang nya.


" Begitu ya, setelah yang ditunggu - tunggu datang lalu kau mengusir mama ! " Ucap Merry.


" Ayolah ma, please. Mama ini seperti tidak pernah muda saja. " Sahut Andy sambil menaik turunkan alisnya.


" Iya iya, mama pergi. Anita ... Tante tinggal dulu ya. " Ucap Merry.


" Iya tante, maaf merepotkan. " Sahut Anita.


Merry tersenyum lalu keluar dari kamar Andy.


" Ahh ... Aku kangen sekali sayang. " Ucap Andy yang tiba - tiba memeluk Anita.


Anita tersenyum dan membalas pelukan Andy sambil mengusap - usap lembut punggung nya.


" Aku juga kangen. " Ucap Anita lirih.


Anita hendak melepaskan pelukannya, namun Andy justru semakin mengeratkan pelukan nya. Anita pun pasrah dan membiarkan nya.


" Biarkan aku memelukmu lebih lama lagi sayang, rasanya nyaman sekali. " Ucap Andy sambil membelai rambut Anita.

__ADS_1


Andy memejamkan matanya, merasakan kehangatan tubuh Anita dan menghirup dalam - dalam wangi tubuh dan rambut nya. Lalu tiba - tiba ...


" Auww ... Sakit sayang, kenapa memukul ku ? " Teriak Andy saat Anita memukul punggung nya.


" Kenapa tadi kau mengusir mama mu, tidak sopan tahu. " Gerutu Anita.


" Tidak masalah sayang, aku sama mama udah kayak temen kok. Jadi hal seperti itu sudah biasa. " Ucap Andy.


" Benarkah ? Tapi tetap saja kata - kata mu tidak sopan. Harus nya lebih lembut dan gunakan kata 'tolong' " Ucap Anita.


" Iya iya, lain kali tidak akan ku ulangi. " Sahut Andy.


" Oya, apa mama mu tahu tentang hubungan kita ? " Tanya Anita.


" Ya, aku sudah mengatakan tentang hubungan kita dan beberapa hal tentang mu. " Jawab Andy.


" Padahal tadi aku memperkenalkan diriku sebagai teman mu. " Ucap Anita.


" Kenapa kau tidak mau mengakui ku sayang ? " Protes Andy.


" Bukan begitu. Kupikir mama mu belum tahu tentang ku. Kan kurang pantas kalau tiba - tiba aku datang dan mengaku pacar mu. " Elak Anita.


" Mama ku itu tajam sekali mata dan batin nya, tidak ada hal yang bisa kusembunyikan dari nya. " Ucap Andy.


" Begitu ya. " Sahut Anita singkat.


Anita terlihat sedang berpikir


" Kira - kira apa ya yang dipikirkan mama Andy setelah melihat ku dan tahu tentang ku ? Pangeran tampan dan kaya dengan upik abu sepertiku ... Sudah pasti orangtua Andy tidak akan setuju. " Pikir Anita.


" Sedang memikirkan apa sayang ? " Tanya Andy.


" Aku sedang berpikir kalau ... " Ucap Anita ragu.


" Tidak usah berpikir macam - macam. Semuanya akan baik - baik saja. Kalaupun ada masalah, kita akan melewatinya bersama. " Ucap Andy sambil membelai kepala Anita seolah tahu apa yang sedang dikhawatirkan kekasih nya itu.


" Emm ... Baiklah. " Sahut Anita sambil tersenyum.


" Oya bagaimana keadaan mu ? " Tanya Anita sambil menempelkan tangan nya di kening Andy.


" Sepertinya sudah tidak begitu demam lagi, apa kau sudah makan ? Sudah minum obat ? " Tanya Anita.


" Sudah sayang tadi siang. " Jawab Andy.


" Bagus lah. Kalau begitu istirahat lah. " Sahut Anita.


" Sayang, kemarilah tidur denganku. Aku ingin memelukmu. " Ucap Andy.

__ADS_1


__ADS_2