Sekelumit Asa

Sekelumit Asa
Pergi ke Villa ...


__ADS_3

" Kita mau kemana sayang, kenapa jauh sekali ? " Tanya Anita.


" Sabar sayang, sebentar lagi juga sampai. " Jawab Andy.


Setelah mobil melaju selama 2 jam melewati daerah perkotaan, kini mereka mendekat ke sebuah kawasan yang terdapat penjagaan dipintu masuk nya.


Andy menghentikan mobil nya tepat disamping pos, seorang penjaga menghampiri. Andy menunjukkan sebuah kartu entah kartu apa itu, lalu sang penjaga pun mempersilahkan mereka masuk.


" Dimana ini ndy ? " Tanya Anita lagi.


" Ikut saja, nanti kamu juga tahu. " Jawab Andy sambil melajukan kembali mobil nya, kali ini sangat pelan sekali.


Andy mematikan AC mobil dan membuka kaca mobil nya. Angin segar pun berhembus masuk kedalam mobil.


" Wah ... Anginnya segar sekali. " Gumam Anita.


Anita memperhatikan sekitarnya. Disebelah kanan vila - vila besar nan mewah dengan desain arsitektur yang indah berjejer disepanjang jalan.


" Wah ... Keren banget, Vila nya mewah - mewah semua. " Ucap Anita takjub.


" Kudengar semua Villa disini hasil rancangan arsitek terkenal dari paris. Mungkin karena itu arsitekturnya bergaya eropa klasik. " Sahut Andy.


" Ooh ... Pantas. Tapi kenapa sepi ya, apa tidak ada penghuninya ? " Tanya Anita penasaran.


" Ini kan hanya villa dan bukan rumah tinggal, jadi sang pemilik hanya sesekali kemari dan hanya ada beberapa saja yang menetap. " Jelas Andy.


" Tapi semuanya masih terlihat sangat bersih dan rapi, sama sekali tidak terlihat kalau tidak dihuni. " Ucap Anita.


" Tentu saja sayang. Meskipun di gerbang masuk tadi ada pos penjagaan yang beroperasi 24 jam, tapi untuk berjaga - jaga di setiap Villa juga memiliki penjaga sendiri - sendiri. Selain bertugas menjaga keamanan, mereka juga bertugas untuk membersihkan villa. Jadi villa nya akan tetap bersih dan terawat. "


" Oo ... Jadi orang kaya ternyata enak juga ya. Tapi kasihan penjaganya sih, villa sebesar itu pasti capek sekali membersihkannya seorang diri. " Gumam Anita yang masih bisa didengar Andy.


" Tidak sendirian sayang, biasanya ada dua atau tiga orang penjaga laki - kaki dan perempuan. " Sahut Andy.


" Aku kan sudah memelankan suaraku, kenapa kau masih mendengarnya ? " Tanya Anita yang sedikit malu karena merasa kampungan dan tidak tahu apa - apa.


" Pendengaranku kan sangat tajam sayang, tentu saja dengar. " Jawab Andy.

__ADS_1


" Kenapa dia bisa tahu banyak hal seperti itu ya ? Oh iya, dia kan orang kaya. Pasti dia juga punya villa yang seperti itu. Aku memang bodoh. " Batin Anita sambil menepuk pelan keningnya dengan telapak tangannya.


" Siapa bilang kau bodoh ? Kau kan murid terpandai dikelas. Kau hanya belum tahu bayak hal selain pelajaran, itu saja. Ngomong - ngomong, keluargaku memang punya villa. Sebentar lagi juga sampai. " Ucap Andy.


" Tuh kan dugaanku benar. Dia juga punya villa disini ternyata, pantas saja mengajakku kesini. " Batin Anita. Tapi tunggu ... Anita menutup mulut nya saat menyadari sesuatu, matanya menyelidik kearah Andy. Anita sangat terkejut karena Andy menyauti omongannya, padahal tadi dia hanya membatinnya saja dan tidak mengucapkan nya sama sekali.


" Aku kan hanya membatinnya tadi, kenapa Andy bisa tahu. Jangan - jangan Andy bisa membaca pikiranku lagi. Ah tidak mungkin, itu mustahil. " Batin Anita lagi.


" Tidak ada yang tidak mungkin, semua bisa terjadi. " Sahut Andy lagi membuat Anita terkejut untuk kedua kalinya.


" Kau bisa membaca pikiran ku ? " Tanya Anita bingung.


Dia sangat penasaran dari mana Andy tahu apa yang dipikirkan nya, bahkan menyauti omongannya meski Anita tidak mengucapkan nya.


Andy menghentikan mobilnya dipinggir.


" Menurutmu ? " Tanya Andy balik sambil nenaikkan kedua alisnya.


Mereka berdua pun terdiam sejenak, Andy menunggu jawaban Anita sedangkan Anita bingung tidak tahu harus menjawab apa.


" Tentu saja aku bisa membaca pikiranmu, kalau tidak mana mungkin aku bisa menyautinya. Makanya, jangan sekali - sekali kamu mikirin cowok lain selain aku ya ! Karena aku akan segera mengetahuinya. " Ucap Andy membuat Anita lagi - lagi terkejut.


" Itu rahasia, kau pasti sudah lapar kan ? Aku sudah memberitahu orang di villa kalau kita akan datang. Aku juga sudah meminta Bi Sumi untuk memasak kan makan siang untuk kita. " Ucap Andy.


" Wah ... Hebat sekali, kau bahkan tahu kalau aku sedang lapar. " Puji Anita mengagumi kebisaan Andy.


" Tentu saja aku tahu, perutmu tidak berhenti berbunyi dari tadi. " Sahut Andy.


Ekspresi Anita pun berubah seketika, antara kecewa, sebel dan malu. Perjalanan jauh memang membuatnya lapar lagi.


" Haduh nih perut ga bisa diajak kompromi. " Batin Anita sambil mencebik dan memajukan bibirnya membuat Andy terkikik geli karena nya.


Andy pun menelpon villa nya dan menanyakan apakah Bi Sumi sudah memasak untuknya atau belum. Sebenarnya villa Andy sudah dekat hanya tinggal satu blok dari tempat nya berada saat ini. Andy hanya tidak ingin menunggu terlalu lama.


Anita menoleh kesamping kiri, pandangannya lurus kedepan seolah - olah sedang menelisik sesuatu.


" Ndy ... Lihat Ndy ... Itu bukannya pantai ya ? Itu yang didepan sana ? " Teriak Anita antusias.

__ADS_1


" Iya, itu memang pantai sayang. " Ucap Andy.


" Pantas saja anginnya terasa seperti angin laut, ga tahu nya memang di pantai ya. " Sahut Anita.


" Nanti setelah makan siang dan beristirahat sebentar kuajak kau kesana. " Ucap Andy.


" Benarkah ? Janji ya ? " Tanya Anita memastikan.


Sewaktu kecil dulu ayah dan ibunya sering sekali mengajaknya kepantai. Tapi setelah perpisahan orangtuanya, Anita hampir tidak pernah ke pantai lagi.


" Iya, janji. Sekarang kita ke villa dulu. " Ucap Andy.


Andy pun kembali melajukan mobilnya.


Andy dan Anita sudah sampai didepan villa keluarga Andy. Bang Dicky sang penjaga yang sudah mengetahui sebelumnya akan kedatangan sang majikan pun dengan segera membukakan pintu gerbang. Andy masuk dan memarkirkan mobilnya dihalaman.


Andy keluar dari mobil diikuti Anita. Andy yang hendak berjalan memutar untuk membukakan pintu mobil Anita pun mengurungkan niatnya karena ternyata Anita sudah keluar dan berdiri dihadapannya.


" Ayo masuk ! " Andy menggandeng tangan Anita dan membawanya masuk.


Bi Sumi yang mendengar suara mobil dari dalam pun langsung tahu jika majikan nya sudah datang. Bi Sumi segera menuju pintu untuk menyambut tuan mudanya itu.


" Eh Den Andy sudah datang, mari Den masuk. " Sambut Bi Sumi.


" Terimakasih Bi. Bagaimana kabar Bibi ? " Tanya Andy.


" Bibi baik - baik saja Den. " Jawab Bi Sumi.


" Oya Bi, kenalin ini pacar Andy namanya Anita. " Ucap Andy mengenalkan Anita.


" Selamat datang Non, perkenalkan saya Bi Sumi yang jaga villa ini. " Ucap Bi Sumi pada Anita.


" Terimakasih Bi, tidak usah sungkan. " Sahut Anita agar Bi Sumi tidak terlalu formal padanya.


" Den Andy dan Non Anita mau istirahat dulu apa langsung makan siang ? " Tanya Bi Sumi.


" Makan saja dulu Bi, kami sudah lapar. " Ucap Andy.

__ADS_1


" Baik Den, biar bibi siapkan dulu. " Ucap Bi Sumi.


Bi Sumi pun menuju dapur sedangkan Andy mengajak Anita kekamarnya.


__ADS_2