Sekelumit Asa

Sekelumit Asa
Ketakutan Anita ...


__ADS_3

" Keluar kalian ..... Cepat keluar ..... Atau aku akan memecahkan kaca mobil mu dengan batu! " Teriakan yang memekak kan telinga Anita sekaligus ancaman yang membuatnya semakin ketakutan.


" Aku akan keluar, kau tunggulah disini. " Ucap Andy sambil melepaskan rangkulan Anita dari lengan nya.


Namun dengan segera Anita kembali menyambar tangan Andy dan kali ini merangkul nya lagi dengan lebih erat.


" Tidak ... Kumohon ... Jangan keluar! Aku takut terjadi sesuatu padamu. " Anita semakin mengeratkan tangan nya pada lengan Andy, seolah takut kehilangan kekasih yang selalu menghiasi hari - hari nya itu.


" Kalau aku terus disini, aku yakin mereka akan melakukan ancaman nya. Tenanglah sayang, aku tidak akan apa - apa. Polisi akan segera datang. " Ucap Andy menenangkan Anita meskipun dia sendiri tidak yakin dengan ucapan nya.


Anita pun dengan berat hati melepaskan tangan Andy dan merelakan nya untuk keluar dari mobil.


" Kunci pintu dan tetaplah didalam mobil. " Pesan Andy pada Anita.


Andy membuka pintu mobil dan keluar dengan kedua tangan keatas.


" Berani juga ternyata kamu. " Ucap Saka.


" Kenapa menghadang kami ? Apa mau kalian ? " Tanya Andy.


" Mau kami ? Kau bertanya apa mau kami ? Tentu saja kami ingin balas dendam padamu. " Jawab Saka.


" Balas dendam ? Memang kesalahan apa yang sudah kulakukan pada kalian ? " Tanya Andy lagi.


" Kau bertanya apa salah mu ? Jadi selama ini kau tidak merasa bersalah ? Karena kau yang sok jagoan kami jadi dikeluarkan dari sekolah. Karena ayahmu yang sok kuasa itu kami tidak diterima bersekolah disekolah manapun dikota hingga harus pindah dan menetap didesa kecil seperti ini dan bersekolah disekolah kampungan seperti ini. Dan kau masih tidak merasa bersalah ? " Geram Saka.


" Semua yang terjadi pada kalian adalah karena ulah kalian sendiri. Kalian yang sok jago dan selalu membully teman - teman disekolah. Dan kalian juga yang melalukan pengeroyokan dan pemukulan padaku dan juga Tommy. Jadi ... Jangan salah kan orang lain atas kesalahan kalian sendiri. " Ucap Andy tak kalah geram.


" Kurang ajar kau ya, sudah salah tidak mau mengaku. Terima ini ... " Sebuah pukulan mendarat dipipi Andy hingga membuat bekas lebam dipipinya dan sudut bibir nya mengeluarkan darah.

__ADS_1


Anita berteriak, namun dia tidak bisa melakukan apa - apa.


" Kau yang memulainya, maka jangan salahkan aku jika aku membalasmu. " Sulut Andy yang kemudian balas memukul Saka.


Kali ini tidak hanya bibir Saka yang berdarah melainkan hidung nya juga mengeluarkan darah segar.


Perkelahian pun tak ter elakkan. Dua orang yang berdiri didepan mobil Andy pun dengan cepat beralih memegang kedua tangan Andy hingga Saka dengan mudah mendaratkan beberapa pukulan diperut Andy. Namun keadaan berbalik, Andy berhasil menguasai keadaan dengan menendang perut Saka dengan kedua kaki hingga membuat Saka tersungkur. Andy pun dengan cepat dan sekuat tenaga menarik kedua tangan orang dibelakang nya kearah berlawanan hingga kedua nya saling membentur dan terjatuh.


Melihat ketiga temannya tersungkur, Bobby yang sedari tadi hanya melihat pun langsung berlari dan ikut menyerang. Saka dan dua orang tadi pun bangkit lagi dan ikut menyerang Andy secara bersamaan. Andy yang sejak kejadian waktu itu selalu mengikuti latihan beladiri dan sudah terbilang jago pun terlihat kewalahan mengatasi empat orang sekaligus.


Pukulan dan tendangan bertubi - tubi dilesatkan Andy, dengan mengerahkan segenap tenaganya Andy berhasil menumbangkan Saka dan kedua orang lain nya. Namun karena terlalu lelah dan kehabisan tenaga, Andy pun ikut tersungkur. Nafasnya terengah - engah seolah - olah baru saja berlari puluhan kilometer. Disaat sedang berusaha mengumpulkan kembali sisa - sisa tenaganya ...


" P p p y y y a a a r r r .... " Suara pecahan kaca diiringi suara teriakan wanita mengejutkan Andy hingga membuatnya menoleh ke sumber suara tersebut.


Boby membuang batu besar yang baru saja digunakan nya untuk memecahkan kaca mobil Andy. Namun saat boby memasukkan tangan nya dan hendak membuka pintu mobil, Anita memegang tangan nya dan menggigit nya dengan kuat hingga berdarah. Bobby pun berteriak dan dengan cepat menarik tangan nya kembali.


Dengan sekuat tenaga Andy mencoba bangkit dan berlari kearah Bobby. Tiga buah pukulan dan sebuah tendangan mendarat di pipi dan perut Bobby hingga membuat nya tersungkur.


" Andy ... Awaasss ... " Teriakan Anita kembali terdengar.


Andy menoleh, namun terlambat. Sebuah pisau tertancap diperutnya dan membuatnya tersungkur jatuh. Bobby berlari dan membangunkan teman - teman nya. Suara sirine polisi sayup - sayup terdengar. Dengan terpincang - pincang mereka memasuki mobil dan mencoba kabur.


Polisi datang. Dua orang petugas dengan mobil patroli bergegas mengejar para pelaku yang kabur tadi, sedangkan petugas dengan motor menghubungi ambulance.


Anita meletak kan kepala Andy dipangkuan nya.


" Bangun Ndy ... Jangan tinggalkan aku. Aku tidak mau kehilangan mu. Ayo bangun sayang ... Kita harus pulang, keluarga kita menunggu dirumah. Bangun Ndy ... Ayo bangun ... Jangan membuatku takut. Andy .... Hiks .. hiks ... hiks ... " Anita menangis sejadi - jadinya.


Sekuat tenaga dia berusaha membangunkan Andy, Namun Andy sudah tidak sadarkan diri dengan tubuhnya yang bersimbah darah dan pisau tajam masih menancap diperutnya.

__ADS_1


*****


Suara sirine ambulance membelah jalan. Perasaan Anita bercampur aduk, namun rasa takut lah yang lebih mendominasi nya. Takut terjadi sesuatu dengan Andy, takut Andy tidak bisa bangun lagi, takut kehilangan sosok yang selalu perhatian dan menghiasi hari - hari nya, takut selamanya tidak akan bisa bertemu Andy lagi. Namun Anita mencoba menepis semua perasaan itu.


" Kau harus kuat Andy, kau harus bangun dan kau harus sembuh. Aku yakin kau bisa melakukan nya. Aku yakin Tuhan akan menyembuhkan mu. Aku akan menunggumu. " Anita menggenggam erat tangan Andy seolah ingin memberikan segenap kekuatan yang dimilikinya pada Andy.


Petugas ambulance segera menurunkan Andy dan dengan sigap para perawat membawanya ke IGD. Disusul beberapa dokter yang masuk ke ruang pemeriksaan nya.


Tak lama, Dokter pun keluar dan Anita langsung menghampirinya.


" Bagaimana keadaan Andy Dok ? " Tanya Anita.


" Apa anda keluarganya ? " Tanya Dokter balik.


" Saya kekasih nya. Saya sudah menghubungi keluarganya, namun kemungkinan 40 menit lagi baru akan tiba.


" Sudah tidak ada waktu. Pisau menancap cukup dalam dan kemungkinan juga mengenai organ dalam nya. Apalagi pasien sudah kehilangan banyak darah. Kami harus segera mengoperasi nya dan kami membutuhkan tanda tangan keluarganya. " Ucap sang Dokter.


" Tolong beri saya waktu sebentar Dok. " Sahut Anita.


Anita kebingungan, namun dengan segera dia kembali menghubungi Mama Merry.


" Ayo ... angkatlah mah, kenapa lama sekali. " Gerutu Anita.


Tiga menit kemudian, telpon pun diangkat.


" Halo mah ... "


" Halo nak ... Mama sedang dalam perjalanan. Bagaimana keadaan Andy ? " Tanya Mama Merry penuh kekhawatiran, takut - takut jika Anita memberinya kabar buruk.

__ADS_1


Anita pun menceritakan keadaan Andy sesuai dengan yang dikatakan Dokter.


__ADS_2