Sekelumit Asa

Sekelumit Asa
Cemburu ...


__ADS_3

Rahmi mengangkat tangan Hendra yang menimpa tangan nya dengan tangan satunya, kemudian membalik tangan nya menautkan jemari nya dengan jemari hendra dan menggenggam nya dengan sangat erat. Ditatap nya manik lelaki itu dengan lekat dan hangat.


" Aku mencintaimu dan aku sangat yakin sekali dengan perasaan ku. Kumohon jangan meragukan ku. Dan soal Ferdy ... Aku sama sekali sudah melupakan nya sejak hati dan pikiran ku dipenuhi oleh mu. " Ucap Rahmi.


Hendra menarik tangan nya dari genggaman Rahmi dan memeluk Rahmi dengan erat membuat Rahmi membelalak kan mata nya karena terkejut.


Hendra membelai rambut panjang Rahmi dan mengusap - usap punggung Rahmi dengan tangan satu nya.


" Terima kasih sayang ... Terima kasih karena sudah membalas cintaku. Aku mencintai mu ... Aku sangat mencintai mu. " Ucap Hendra lirih ditelinga Rahmi, membuat telinga dan tengkuk rahmi terasa geli karena hembusan nafas nya.


Rahmi memejam kan mata nya dan tersenyum, merasakan pelukan Hendra yang menghangat kan.


" Aku juga mencintai mu. Terima kasih karena sudah bersabar dan selalu menunggu ku. " Balas Rahmi ditelinga Hendra.


Kedua nya berpelukan cukup lama, tidak mempedulikan beberapa orang yang lewat dan menatap mereka.


" Sayang ... Lihat lah ... " Ucap Hendra.


Rahmi menoleh ke arah telunjuk Hendra.


" Waaahh ... Indah sekali ... " Sahut Rahmi.


Rahmi menyandar kan kepala nya di pundak Hendra, dan Hendra menggenggap erat tangan Rahmi. Mereka berdua menatap ke arah danau, menikmati pemandangan matahari terbenam yang sangat indah. Matahari yang pelan - pelan menghilang sedikit demi sedikit seolah tenggelam kedasar danau.


Seiring matahari yang menghilang, langit pun mulai sedikit gelap. Mereka berdua memutus kan untuk pulang. Rahmi sangat menikmati perjalanan mereka. Tidak seperti saat perjalanan menuju danau tadi.


Rahmi menyandar kan kepala nya dipunggung Hendra dengan tangan nya yang melingkar di perut Hendra. Hendra tersenyum dan menggengam tangan Rahmi diperut nya dengan satu tangan nya.

__ADS_1


Langit mendung dan angin bertiup dengan sangat kencang membuat rambut Rahmi tertiup kesana kemari. Namun tidak dengan pikiran mereka yang cerah dan hati mereka yang menghangat.


Meski Hendra sudah menolak Silvi, tapi Silvi masih saja berusaha mendekati Hendra. Dia berpikir selama Hendra belum memiliki kekasih, dia masih mempunyai kesempatan untuk mendapat kan Hendra.


Hendra mengajak Silvi bertemu di luar jam kantor, tentu saja sebelum nya sudah ijin dengan Rahmi.


Hendra dengan tegas mengatakan bahwa dia mencintai Rahmi dan sudah berpacaran dengan Rahmi. Dia juga dengan tegas meminta Silvi untuk tidak mendekati nya dan mengganggu hubungan nya dengan Rahmi.


Silvi sangat sedih dan kecewa, tapi dia tetap melakukan apa yang Hendra minta. Silvi sadar, bahwa cinta memang tidak bisa dipaksakan. Dia menyerah, usaha nya selama ini untuk mendapat kan Hendra tidak membuah kan hasil dan Hendra malah mendapat kan gadis lain.


Silvi pun akhir nya berhenti mendekati Hendra dan hanya berhubungan sebatas rekan kerja saja.


***


Tidak terasa sudah setahun lebih Hendra dan Rahmi memadu kasih. Hubungan mereka sangat baik dan semakin lama semakin mesra. Tak dipungkiri masalah memang selalu ada dalam setiap hubungan, tapi mereka bisa melalui nya bersama - sama.


Setelah memutus kan hubungan nya dengan Rahmi waktu itu, Ferdy segera menggelar pesta pertunangan di rumah nya. Dan sekarang, setelah lulus kuliah orang tua Ferdy meminta nya untuk segera menikah dan menerus kan S2 nya setelah menikah nanti.


Acara pernikahan digelar disebuah gedung mewah dengan dekorasi yang indah. Hendra meminjam mobil milik om nya dan datang bersama Rahmi.


Dari kejauhan Ferdy terkejut melihat Rahmi datang bersama Hendra dengan bergandengan tangan mesra. Ferdy pun bisa menebak jika Rahmi dan Hendra adalah sepasang kekasih.


Ferdy duduk dipelaminan bersama sang istri. Acara pun di mulai, namun pandangan Ferdy tertuju pada Rahmi. Dia sangat merindukan Rahmi karena setelah dua tahun baru bisa melihat nya lagi. Rahmi terlihat sangat cantik sekali. Padahal dia hanya mengenakan gaun lama nya yang ia beli sewaktu ayah nya masih kaya dulu. Rambut nya disanggul sederhana hingga memperlihat kan leher jenjang nya. Riasan nya pun hanya sederhana tidak seperti tamu - tamu lain nya yang rata - rata konglomerat dan sudah pasti memakai gaun perancang terkenal dan jasa MUA.


Sebenarnya Ferdy tidak mencintai istri nya sama sekali. Dia bersedia menikah karena papa mengancam tidak akan memberikan nya warisan sepeser pun jika dia menolak untuk menikah dengan putri kolega papa nya itu.


Selama dua tahun ini Ferdy berusaha untuk mencintai gadis yang sekarang menjadi istri nya itu dan melupakan Rahmi. Namun kenyataan nya, Ferdy belum bisa menghapus Rahmi dari hati dan pikiran nya.

__ADS_1


Hati Ferdy semakin panas, tangan nya mengepal saat melihat Rahmi dan Hendra suap - suap an sambil tertawa - tawa. Bahkan Hendra juga ber bisik - bisik di telinga Rahmi, menghapus noda dimulut Rahmi dengan jari nya dan sesekali mengusap rambut Rahmi dengan lembut.


Ferdy dibakar cemburu. Namun dia bisa apa ? Rahmi sudah menjadi milik Hendra sekarang sedang kan Ferdy pun juga sudah menikah saat ini.


Diakhir acara, semua tamu berbaris mengantri untuk naik ke pelaminan menyalami pengantin. Begitupun dengan Rahmi dan Hendra.


Rahmi bersalaman dengan pengantin wanita dan mengucap kan selamat, Hendra mengantri di belakang nya.


" Selamat menempuh hidup baru ya, semoga kalian berbahagia. " Ucap Rahmi saat bersalaman dengan Ferdy.


Ferdy tidak menjawab dan hanya diam sambil menatap Rahmi. Saat Rahmi hendak melepaskan tangan nya dari genggaman Ferdy, Ferdy malah menarik nya hingga Rahmi membentur dada Ferdy dan Ferdy memeluk Rahmi.


Hendra yang menyaksikan adegan itu mengepal kan tangan nya menahan marah. Namun dia berusaha setenang mungkin karena menghormati orang tua Ferdy dan tidak ingin merusak acara mereka.


Bergitu pun istri Ferdy yang memberikan isyarat dengan menarik - narik ujung jas Ferdy agar Ferdy menghentikan aksinya karena masih banyak tamu yang mengantri untuk bersalaman.


Rahmi berontak dengan memukul - mukul punggung Ferdy dengan tangan nya. Ferdy pun akhir nya melepas kan nya.


" Selamat bro ... Semoga berbahagia. " Ucap Hendra saat menyalami Ferdy dengan ekspresi datar.


" Terima kasih ndra. Maaf soal tadi, aku khilaf. " Ucap Ferdy meminta maaf pada Hendra.


" It's okay ... " Jawab Hendra singkat kemudian berlalu pergi menyusul Rahmi.


Hendra dan Rahmi sudah berada di dalam mobil, Namun kedua nya hanya diam. Hendra fokus menyetir dan tidak memperhatikan Rahmi.


Rahmi pun tahu jika Hendra sedang marah dan mendiam kan nya. Meskipun yang terjadi tadi sama sekali bukan salah nya, Namun Rahmi ber inisiatif untuk meminta maaf pada Hendra.

__ADS_1


__ADS_2