
" Terima kasih. " Jawab Anita singkat.
Hendra mendekati Andy dan membisik kan sesuatu di telinga nya.
" Ndy ... Bisaka kau mengajak Dion keluar dulu. Om mau berbicara serius dengan Anita. " Bisik Hendra.
Andy mengangguk pelan pertanda setuju.
" Sayang ... Kau tidak keberatan kan kalau ku tinggal sebentar. Aku ingin sholat maghrib di masjid depan dulu. " Ucap Andy.
" Tentu saja. Makan lah sekalian, dari tadi siang kau belum makan. " Jawab Anita.
" Baiklah sayang, aku tidak akan lama. " Ucap Andy sambil berbalik arah.
" Oya ndy, bisakah kau hubungi ibu. Beliau pasti cemas. Handphone ku hancur terlindas motor yang menyerempet ku tadi. " Pinta Anita menghentikan langkah Andy.
Andy berbalik lagi dan mengambil handphone dari dalam tas nya.
__ADS_1
" Handphone ku nge drop sayang. Biar ku charge dulu, nanti setelah aku kembali kita sama - sama telpon ibu. " Jawab Andy.
" Hhmm ... Baik lah. " Sahut Anita.
Andy meletak kan handphone nya yang sudah terpasang kabel charger diatas nakas dan meninggal kan nya.
" Dion ... Kau mau kan menemani kak Andy ke masjid ? " Andy bertanya pada Dion.
Dion melirik Hendra, Hendra mengedipkan mata nya dan mengangguk pelan sebagai isyarat setuju.
" Baiklah, ayo kita keluar. Om ... Anita ... Kami pergi dulu. " Pamit Andy yang dijawab dengan anggukan oleh Hendra dan Anita.
Andy pun merangkul pundak Dion dan keluar dari ruangan Anita.
Hendra duduk disamping ranjang Anita. Suasana hening sejenak karena mereka berdua sama - sama diam. Anita merasa gugup hanya berdua dengan sang ayah. Ingin rasanya dia menanyakan banyak hal yang selama ini mengganjal dihatinya, tapi dia bingung harus memulai nya dari mana. Anita pun hanya bisa tertunduk dengan wajah sedih.
" Apa kau begitu membenci ayah hingga tidak mau menatap wajah ayah ? " Tanya Hendra membuat Anita mendongak dan menatap ayah nya.
__ADS_1
" Maaf kan ayah Anita, ayah sudah membuat mu dan ibumu sangat menderita selama ini. " Ucap Hendra sambil menggenggam tangan Anita.
Anita masih diam dengan mata berkaca - kaca.
" Ayah tahu kesalahan ayah sangat berat hingga susah dimaaf kan, tapi tolong ... Beri kesempatan ayah untuk menjelas kan. " Pinta Hendra.
Anita hanya mengangguk kan kepala nya pelan. Hendra pun mulai bercerita yang terjadi pada nya beberapa tahun lalu hingga dia meninggal kan istri dan anak nya.
" Meski waktu itu kau masih berumur 8 tahun, tapi ayah yakin kalau kau pasti tahu awal mula permasalahan nya kan ? Perusahaan tempat ayah bekerja bangkrut yang menyebab kan ayah dipecat dari pekerjaan ayah. Ayah sudah mencoba mencari pekerjaan kesana kemari, tapi tidak ada satupun perusahaan yang mau menerima ayah dengan umur 32 tahun dan hanya tamatan SMA. Ayah pun mulai putus asa. Ibu mu berinisiatif membuka toko dengan modal pinjaman untuk membantu perekonomian kita. Tak disangka, toko ibumu lumayan ramai hingga mampu mencukupi kebutuhan kita. Tapi bukan nya bersyukur ayah malah merasa minder dengan semua itu. Ayah menganggur, dan hanya berdiam diri dirumah. Sedangkan ibu mu yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan kita. Sebagai seorang ayah, seorang suami dan seorang kepala keluarga, ayah merasa gagal. Ayah pun mencoba menemui teman - teman lama ayah. Siapa tahu salah satu dari mereka bisa memberikan pekerjaan pada ayah, tapi ternyata itu semua percuma. Tidak ada satu pun yang mau memberi ayah pekerjaan, justru salah satu dari mereka mengenal kan ayah pada minuman keras yang menjadi awal kehancuran keluarga kita. Awal nya ayah minum karena terpaksa, sekedar menghormati teman ayah. Tapi setiap hari dia selalu menghubungi ayah dan membujuk ayah agar mau menemani nya minum. Ayah pun lama - lama jadi kecanduan. Pikiran ayah yang frustasi ditambah kondisi ayah yang mabuk membuat ayah selalu bersikap kasar pada ibu mu, bahkan padamu. Suatu hari teman ayah itu mengenal kan ayah dengan seorang wanita, Sukma nama nya. Suatu ketika saat ayah sedang tidak sadar karena mabuk, ayah terbangun dan dipagi hari dan mendapati Sukma sedang tidur disamping ayah tanpa busana disebuah kamar hotel. Dia mengaku ayah sudah memaksa nya melakukan hubungan intim, padahal ayah tidak ingat apa - apa. Dia pun terus mengikuti ayah dan meminta pertanggung jawaban dari ayah. Ayah bingung harus bagaimana. Ayah merasa tidak pernah melakukan perbuatan terkutuk itu, dan ayah juga masih sangat mencintai ibumu. Tapi dia terus menuntut ayah dan mengancam akan melapor kan ayah ke polisi. Disaat itu lah tiba - tiba ibumu menggugat cerai ayah di pengadilan. Ayah menolak gugatan itu tapi ayah kalah di pengadilan karena semua saksi dan bukti memberat kan ayah. Hingga pengadilan memutuskan kami resmi bercerai. Ayah hanya bisa pasrah. Sukma bilang dia sedang hamil anak ayah dan memaksa ayah untuk menikahi nya. Ayah pun tidak punya pilihan lain selain menikahi nya dan pulang ke kota xxx tempat sukma tinggal dan meninggal kan kalian berdua. " Hendra diam sejenak. Dipandangi nya Anita yang sudah terisak dan menetes kan air mata.
" Apa itu berarti Dion adalah adik tiri ku ? " Tanya Anita.
" Awal nya ayah juga berpikir begitu sampai ayah mengetahui yang sebenar nya. Sukma meninggal beberapa bulan yang lalu karena kecelakaan. Sebelum meninggal dia mengaku bahwa Dion bukan anak ku. Dia hamil dengan lelaki lain sebelum mengenal ku. Tapi lelaki itu meninggal kan nya karena tidak mau bertanggung jawab. Ayah nya sakit parah karena menahan malu dan memaksa Sukma untuk menikah atau menggugur kan kandungan nya. Sukma sengaja menjebak ku di hotel dan mengaku anak yang dikandung nya adalah anak ku agar aku menikahi nya. Dan beberapa hari setelah kami menikah ayah nya meninggal. Dion tidak mengetahui itu karena ayah merahasia kan nya. Bagaimana pun juga ayah yang membesar kan nya sejak bayi dan ayah menyayangi nya. Apalagi Sukma menitipkan nya pada ayah sebelum meninggal karena dia tidak punya siapa - siapa lagi saat ini. " Terang Hendra.
" Jadi ayah menyayangi Dion yang sebenar nya bukan siapa - siapa dan tidak menyayangiku yang anak kandung ayah sendiri ? Ayah meninggal kan istri dan anak kandung ayah sendiri dan lebih memilih untuk membesarkan anak orang lain. Begitu maksud ayah ? Hiks hiks hik ... Ayah jahat ! " Teriak Anita sambil menangis tersedu, menumpah kan segala kekecewa an nya pada sang ayah.
" Itu tidak benar sayang. Ayah menyayangimu, ayah sangat menyayangi mu. Kau putri ayah satu - satu nya. Ayah terpaksa pergi meninggal kan mu karena ayah sudah resmi berpisah dengan ibumu. Tidak mungkin kami tinggal bersama saat kami sudah bercerai. Dan waktu itu ayah berpikir bawa Dion benar - benar anak kandung ayah. Jadi ayah mau tidak mau harus bertanggung jawab pada nya. Itulah yang menjadi penyesalan ayah selama ini. Ayah mohon Anita, maaf kan ayah. Maaf kan semua kesalahan ayah ! " Ucap Hendra memelas sambil mengusap - usap punggung tangan Anita.
__ADS_1