
" Apa ! Tidur dengan mu ? Kau sudah gila ! Kita kan belum menikah. " Ucap Anita sambil menyilangkan kedua tangan nya di depan dada nya.
" Ha ha ha ha ... Memang apa yang kau pikirkan sayang ? Kita tidak akan melakukan apa - apa, aku kan hanya ingin memeluk mu saja, bukan kah kita sudah sering melakukan nya. Atau ... Jangan - jangan ... Kau memang menginginkan yang lebih dari itu ya ? " Goda Andy.
" Aku ! Tidak ! Kapan aku pernah mengatakan hal seperti itu ? Lagipula ... Kita kan belum menikah. " Ucap Anita.
" Kalau itu masalah nya, bagaimana kalau kita menikah sekarang saja ? " Tanya Andy.
" Apa ... ! Kau gila ... ! " Anita kaget dan reflek memukul lengan Andy.
" Aku rasa mungkin ini efek dari demam mu hingga membuat mu tidak bisa berpikir dengan jernih. " Sambung Anita.
" Pikiran ku jernih sayang, sangat jernih. Memang nya kenapa kalau kita menikah sekarang ? Atau ... Kau mau menikah setelah kita lulus SMA ? Tidak masalah, aku akan menunggu satu tahun lagi dan jangan khawatir karena kita masih tetap bisa kuliah setelah menikah. " Ucap Andy.
" Kau mau menggodaku ya ? Sudah lah, tidak lucu sama sekali. " Sahut Anita.
" Aku serius sayang. Aku akan mengatakan pada orangtua ku jika kau menyetujui nya. " Ucap Andy lagi.
Anita menatap tajam manik Andy, melihat apakah ada kebohongan didalam ucapan nya. Namun hanya keseriusan yang di dapat nya.
" Ndy ... Menikah itu tidak segampang yang kau pikirkan. Lagipula kita masih terlalu muda untuk menuju kesana. Kita nikmati saja masa muda ini, kita belajar, kuliah dan menjalani hubungan kita dengan baik. Jika kita memang berjodoh, kita pasti akan bersatu. " Ucap Anita sambil menggenggam tangan Andy.
Andy hanya tersenyum menanggapi nya. Sebenar nya Andy pun juga belum berencana berumahtangga diusia muda. Dia mengatakan seperti itu hanya ingin mengetahui reaksi Anita. Dan jika memang ternyata Anita bersedia menikah maka untuk membuktikan keseriusan nya Andy akan dengan senang hati melakukan nya.
" Apa kau yakin sayang ? Kau tidak akan menyesal ? " Tanya Andy memastikan.
" Tentu saja aku yakin sayang. Setidak nya, tidak untuk saat ini. " Sahut Anita.
" Apa aku tidak salah dengar, barusan kau memanggilku apa ? Sayang ? " Ucap Andy.
" Kapan aku memanggilmu sayang ? Mungkin kau salah dengar. " Elak Anita.
" Tidak ... Aku yakin kau memanggilku sayang tadi. Coba ulangi lagi sayang, aku ingin dengar. " Ucap Andy membuat Anita malu.
" Kenapa masih membicarakan nya, anggap saja kau tidak mendengar nya. " Protes Anita.
" Kenapa aku harus berpura - pura tidak mendengar nya jika aku memang mendengar nya. Ayolah sayang, hhmmm ... " Bujuk Andy.
__ADS_1
Anita terdiam sejenak untuk menyiapkan dirinya. Meskipun Andy sudah terbiasa memanggil nya sayang, entah kenapa bagi Anita kata tersebut susah untuk diucapkan. Selain karena malu, mungkin karena memang tidak terbiasa memanggil seperti itu.
" Sa - yang ... " Ucap Anita lirih.
" Kau bilang apa tadi, aku tidak jelas mendengar nya. Bisa lebih kencang lagi sayang. " Pinta Andy.
" Andy sayang ... " Ucap Anita lebih keras.
" Kurang lama sayang, aku belum puas mendengar nya. " Protes Andy.
" Sayang ... Sayang ... Sayang ... Sayang ... Sudah puas ? " Ucap Anita.
" Ha ha ha ... Manis sekali sih, Terimakasih sayang. Apa kau bisa memanggilku begitu seterusnya. Aku akan senang sekali jika kau mau melakukan nya. " Pinta Andy.
" Baiklah, aku akan mencobanya. Tapi ... Hanya jika kita sedang berdua saja ya, aku masih malu. " Sahut Anita.
" Tentu sayang, tidak masalah. " Sahut Andy sambil mencubit hidung Anita.
" Sekarang beristirahatlah, aku akan menjagamu. " Ucap Anita.
" Baiklah. Tapi apa kita bisa tidur sambil berpelukan, itu akan membuatku nyaman. " Sahut Andy.
" Baiklah, kalau begitu ... Aku akan tidur seperti ini. " Ucap Andy sambil berbaring dan memposisikan kedua paha Anita sebagai bantal. Anita kaget, namun membiarkan nya.
Sudah beberapa menit namun Andy tak kunjung tertidur malah memiringkan tubuh nya dan mengusap - usapkan wajahnya keperut rata Anita hingga membuat Anita merinding kegelian.
" Sayang ... Jangan seperti itu, geli. " Pekik Anita sambil mencoba sedikit menjauhkan wajah Andy dari perut nya.
Namun bukan nya berhenti Andy malah melakukan nya lebih keras lagi.
" Sayang ... Berhenti ... Auww ... Geli, ha ha ha ... Sudah sudah Ahh ... " Teriak Anita sambil menjambak rambut Andy.
Andy pun menghentikan nya.
" Kenapa menggodaku terus ? Tidurlah, atau aku akan pulang sekarang. " Ancam Anita.
" Jangan begitu sayang. Baiklah aku akan tidur, tetaplah bersamaku oke ? " Ucap Andy.
__ADS_1
" Heemm ... Tidurlah. " Sahut Anita singkat.
Andy memposisikan tubuh nya telentang, menggenggam tangan kiri Anita, mencium punggung tangan nya sekilas dan mendekapkan nya di dadanya lalu memejamkan matanya.
Anita menempelkan tangan kanan nya dikening Andy.
" Masih panas. " Batin Anita.
Anita lalu mengusap - usap kening Andy dan membelai rambut nya dengan lembut. Beberapa menit kemudian terdengar suara dengkuran halus pertanda Andy sudah terlelap dalam tidur nya.
Anita merasakan kesemutan di pantat, paha dan kaki nya. Namun dia menahan nya karena tidak ingin membangunkan Andy. Hembusan angin sepoi - sepoi dari balkon kamar Andy yang terbuka membuat Anita mengantuk dan menguap berkali - kali. Anita pun pelan - pelan mencoba meluruskan kaki nya dan menyandarkan punggung nya di sandaran ranjang lalu ikut memejamkan matanya.
Tak berapa lama kemudian sesorang mengetuk pintu.
" Sayang ... Mama masuk ya. " Ucap Merry saat tidak mendapati sahutan dari dalam kamar.
" Kenapa sepi sekali. " Batin Merry saat masuk kedalam kamar.
Merry pun mendekat kearah ranjang Andy dan mendapati putra kesayangan nya tertidur lelap dipangkuan Anita.
" Kasihan Anita, pasti dia kelelahan duduk dengan posisi seperti itu hingga ketiduran. Apa aku bangunkan saja ya ? Tapi kasihan juga kalau dibangunkan. Sudahlah, biarkan saja mereka tertidur sebentar lagi. " Pikir Merry.
Merry pun meletak kan nampan kecil berisi jus jeruk dan kue kering yang dibawa nya keatas nakas lalu keluar dari kamar Andy dan menutup pintunya kembali.
Suara adzan dari masjid didekat rumah Andy terdengar ditelinga Anita membuat Anita mengerjap - ngerjap kan matanya.
" Haah ... Sudah shubuh ternyata, cepat sekali. Perasaan aku baru tidur sebentar. " Pikir Anita.
Saat kelopak matanya terbuka sempurna, Anita melihat kearah jam dinding yang tergantung tepat didepan nya.
" Kenapa jam 6, adzan shubuh kan jam 4.30. " Pikir Anita.
Anita merasakan pegal diseluruh tubuh nya lalu meluruskan kedua tangan nya kedepan dan menggerak kan tubuh nya kekanan dan kekiri.
Saat matanya melihat kebawah, Anita terkejut karena mendapati Andy sedang tertidur pulas dipangkuan nya.
" Oh iya, tadi sore aku kan memang kerumah Andy. Aku baru ingat sekarang, Pantas saja pahaku terasa berat dan badanku pegal semua. Ehh ... Kalau aku kesini tadi sore berarti tadi adzan maghrib dong. Huh ... Dasar bodoh, lagian mana ada sih shubuh jam 6. " Pikir Anita.
__ADS_1
Anita meletak kan telapak tangan nya dikening Andy.
" Syukurlah, Demam nya sudah turun. " Batin Anita.