Sekelumit Asa

Sekelumit Asa
Malam yang indah ...


__ADS_3

Dibeberapa sudut juga terdapat beberapa pohon yang tinggi dan besar, dan diantara pohon - pohon itu terdapat beberapa ayunan tali berwarna - warni yang tergantung.


Saking asyik nya menikmati suasana sekitar Anita sampai tidak sadar kalau Andy sudah tidak berada didekat nya lagi. Anita terlihat khawatir dan sedikit takut, mata nya kesana kemari mencari sosok Andy. Anita juga kembali ketempat nya semula sebelum dia meninggalkan Andy, Tapi sosok tampan Andy belum juga didapati nya. Anita semakin khawatir.


Tiba - tiba ada seseorang yang menepuk pundak nya dari belakang hingga membuat Anita kaget dan berteriak.


" Kau mencariku sayang ? " Tanya Andy sambil menepuk pundak Anita.


" Aaa ... Pergi, jangan sentuh aku ... " Teriak Anita sambil menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.


" Hei ... Tenanglah sayang, ini aku Andy kekasihmu. " Ucap Andy sambil memutar tubuh Anita menghadap nya.


Anita menurunkan kedua tangan nya dari wajah nya, kemudian membuka mata nya dan menatap Andy.


" Kenapa kau mengagetkan ku ? Kau sengaja mau menakut - nakuti ku ya ? " Gerutu Anita sambil memukul - mukul dada bidang Andy.


Andy meraih kedua tangan Anita agar berhenti memukul, kemudian menarik Anita dalam pelukan nya. Membenam kan tubuh Anita dalam dada bidang dan perut sixpack nya.


Anita pun membalas pelukan Andy, mengaitkan kedua tangan nya dibelakang punggung Andy.


Menghirup dalam - dalam aroma tubuh Andy dan merasakan kehangatan yang menenangkan nya.


" Darimana saja kau ? Kenapa meninggalkan ku ? " Tanya Anita setelah melepaskan pelukan nya.


" Aku ada urusan sebentar dengan temanku. Sebenar nya tadi aku sudah berpamitan dengan mu, mungkin kau tidak mendengar nya karena terlalu fokus melihat sekitar.


" Benarkah seperti itu ? Maaf kan aku kalo begitu. " Pinta Anita sambil tersenyum karena malu.


" Tidak masalah sayang. Ya sudah, ayo ikut denganku. " Ajak Andy.


" Kemana ? " Tanya Anita.


Namun Andy tidak menjawab nya dan hanya menggandeng tangan Anita agar mengikuti nya.


Andy sedang melihat deretan tenda - tenda yang tadi dilihat Anita. Kemudian Andy berhenti di sebuah tenda yang berwarna biru.


" Ayo ... Duduk sini sayang ... " Ajak Andy.


Anitapun mengangguk dan mengikuti Andy duduk dibagian depan tenda yang sudah diberi alas tikar dan karpet kecil yang empuk, dengan dua buah bantal kecil dan sebuah selimut yang cukup tebal.


Anita duduk bersila disebelah Andy, menaruh bantal dipangkuan nya kemudian memakai satu selimut bersama Andy.

__ADS_1


" Sayang ... Lihat lah keatas sana. " Ucap Andy sambil menunjuk kearah langit.


Anita melihat kearah telunjuk Andy mengarah.


" Wah ... Bintang nya banyak sekali ya, terlihat sangat jelas dan terang dari sini. Apalagi langit nya juga sangat cerah. Indah sekali. " Ucap Anita mengagumi ciptaan tuhan.


" Betul sekali. Kau tahu apalagi yang indah selain bintang - bintang dilangit itu ? " Tanya Andy.


" Tidak ... Apa itu ? " Tanya Anita balik.


" Kau ... Kau adalah ciptaan tuhan yang indah selain bintang - bintang " Ucap Andy sambil menatap lekat Anita.


Anita tersipu malu, kemudian menunduk kan kepala nya untuk menutupi wajah nya yang bersemu merah.


Sesaat kemudian, datang seorang wanita paruh baya dengan nampan besar nya menghampiri.


" Silahkan mas. " Ucap sang ibu penjual.


" Terimakasih bu. " Ucap Andy.


Wanita itu berlalu pergi setelah mengantarkan pesanan. Andi mendekat kan makanan dan minuman itu pada Anita.


Ada jagung bakar, sosis bakar, bakso bakar, beberapa macam gorengan yang masih panas, kemudian ada cofeemix dan wedang rempah juga ada air mineral.


Baru saja Andy membuka mulut untuk menjawab, Anita sudah berteriak lebih dulu.


" Huh ahh ... Panas ... panas sekali. " Teriak Anita sambil membuka mulut nya dan mengipasi nya dengan tangan.


Andy sebisa mungkin menahan tawa nya. Sebenar nya dia juga sangat khawatir dengan mulut Anita yang kepanasan, tapi tingkah Anita membuat nya ingin tertawa.


Anita menyadari kalau Andy sedang tertawa.


" Kau menertawaiku ya ? " Cebik Anita kesal.


" Maaf kan aku sayang, aku tidak bermaksud menertawakan mu. Hanya saja, tingkahmu sangat lucu. Membuatku ingin tertawa. " Ucap Andy sambil tersenyum.


Andy mengambil bakso bakar dari tangan Anita, lalu meniup nya pelan - pelan dan menyuapkan nya pada Anita. Anita menerima suapan demi suapan Andy.


" Minumlah mumpung masih hangat. " Ucap Andy menawarkan minum.


Anita mengambil wedang rempah, lalu meniup - niup nya dan menyeruput nya pelan - pelan merasakan kehangatan ditenggorokan dan perut nya.

__ADS_1


Setelah mereka menghabiskan sebagian makanan dan minuman, Anita terlihat menguap menahan kantuk


" Kau mengantuk sayang, Apa sebaik nya kita pulang sekarang ? " Tanya Andy.


Anita melihat arloji nya, jam menunjuk kan pukul 20.15 wib.


" Aku masih ingin disini sebentar lagi. " Jawab Anita.


Andy membuka resleting pintu masuk tenda dan membuka nya lebar kemudian menaruh bantal dibagian dalam tenda.


" Tidurlah sebentar disini, kau terlihat mengantuk sekali. Aku akan membangunkan mu 20 menit lagi. " Perintah Andy.


Anitapun menuruti nya karena dia memang sangat ngantuk sekali. Sedari tadi tidak berhenti menguap.


Anita berbaring dengan sebagian badan kedalam tenda dan sebagian lagi diluar tenda.


Dia mengatur posisi nya miring kesamping, kemudian mengerjap - ngerjap kan mata nya sebentar lalu terpejam.


10 menit kemudian Andy menguap, dia pun merasakan kantuk.


Kemudian memutuskan untuk ikut berbaring sebentar dengan posisi miring menghadap Anita.


Andy mengerjap - ngerjap kan mata nya sebentar. Tapi bukan nya terus terpejam, Andy malah tertarik memandangi wajah Anita.


Disibak kan nya rambut Anita yang menutupi wajah nya ke belakang telinga nya. Ditatap nya wajah cantik itu dengan seksama.


Alis nya, mata nya, hidung nya. Kemudian pandangan Andy berhenti di bagian favorit nya yaitu bibir Anita.


Bibir yang begitu ranum, berwarna merah jambu dan sangat menggoda.


Semakin lama memandang nya, membuat Andy semakin tergoda. Andy pun dengan perlahan mendekat kan bibir nya ke bibir Anita.


Semakin lama ... Semakin dekat ...


Anita yang saat itu memang belum bisa tidur dan hanya memejamkan mata nya saja merasakan hembusan nafas Andy mengenai wajah nya.


" Apa yang mau dia lakukan ? Apa dia mau mencium ku ? Bagaimana ini, haruskah kubuka mataku ? Atau aku harus pura - pura tidur saja ? " Anita berpikir dengan keras.


Jantung nya berdegup dengan kencang, bahkan serasa mau loncat dari tempat nya. Tangan nya berkeringat dingin dan kaki nya juga gemetar.


Anita mulai merasakan bibir Andy sedikit menyentuh bibir nya. Anita pun langsung membelalak kan matanya, tangan nya bergerak mencoba menutup mulut nya.

__ADS_1


Andy baru sadar bahwa sedari tadi Anita hanya pura - pura tidur saja. Namun Andy tidak bisa menghentikan aksinya, karena dorongan untuk mencium bibir Anita begitu kuat.


__ADS_2