
Saat bel pulang sekolah Anita terlihat sangat terburu - buru karena sedari tadi menahan hasrat nya untuk pipis. Dengan secepat kilat dia menyambar tas nya dan segera keluar setelah berpamitan pada teman - teman nya.
Anita setengah berlari menuju toilet, tapi disepanjang koridor langkah nya terhambat dengan para murid lain nya yang berlawanan arah dengan nya menuju arah pulang.
" Maaf ... maaf ... permisi, numpang lewat. " Ucap Anita mencoba menerobos.
" Aduh ... siapa sih yang bikin toilet jauh diujung sana. Udah ga tahan banget nih. " Gerutu Anita.
" Byur ... byur ... byur ... Hah... leganya ... " Ucap Anita selesai buang air kecil.
" ceklek ... ceklek ... aduh... kenapa pintunya ga bisa dibuka ya. Udah rusak kali ya, aku coba lagi deh. " Gumam Anita.
Ceklek ... ceklek ... ceklek ...
Sudah puluhan kali Anita mencoba membuka pintu, tapi tetap tidak bisa terbuka.
" Apa ada yang ngunci dari depan ya, siapa sih yang iseng. " Gerutu Anita lagi
Anita mengambil handphone dari tas nya Dia hendak menelpon Andy atau teman nya yang lain agar menolong nya.
" Yah ... batre nya habis lagi, semalam lupa ngecash. " Cebik Anita kesal.
" Apa aku teriak saja ya minta tolong. Tapi udah jam segini, pasti udah pada pulang semua. Sudah lah, aku coba saja, siapa tahu ada yang denger. " Gumam Anita.
" Tolong ... tolong ... Apa ada orang diluar ... Tolong aku ... Aku terkunci ditoilet. Tolong ... " Anita berteriak dengan kencang nya, berharap ada seseorang yang mendengar dan menolong nya.
Sementara itu diluar toilet, ada dua pasang mata yang tersenyum puas dan tertawa penuh kemenangan.
Vera dan Linda yang tadi melihat Anita berlari sendirian merasa punya kesempatan untuk membully nya. Mereka pun diam - diam mengikuti Anita.
Vera yang melihat Anita masuk kedalam toilet yang sepi sendirian memiliki ide untuk mengunci Anita dari luar. Rencana mereka berjalan lancar karena kebetulan gembok tanpa kunci masih menggantung dikusen pintu.
" Rasain lo ... Vera dilawan ... " Sungut Vera.
" Biar kapok tuh anak, sok kecantikan banget. " Timpal Linda.
" Ya udah yuk cabut, biar membusuk didalam sana tuh anak. " Umpat Vera.
Mereka pun pergi meninggalkan sekolah dan Anita yang masih terkurung di kamar mandi.
" Tolong ... Tolong ... " Teriakan Anita semakin lama semakin pelan, nyaris tak terdengar.
__ADS_1
" Hiks ... hiks ... Seseorang tolong aku. hiks ... hiks ... Aku tidak mau semalaman disini. Aku takut. Hik ... hik ... Ibu ... Andy ... Teman - teman ... Tolong aku. Hik ... hiks ... " Anita terus menerus terisak.
Anita yang sedari tadi terkurung ditempat yang sempit dan lembab itu pun mulai kelelahan dan kepanasan.
Badan Anita melorot hingga terduduk dilantai yang masih basah, dia menyenderkan punggung nya dipintu sambil terus menerus terisak.
" Hiks ... hiks ... Sesorang tolong aku ... " Gumam Anita sambil menangis.
*** Di luar kelas ***
Andy yang tidak bisa mengetahui keberadaan Anita pun mulai khawatir, apalagi ponsel nya sama sekali tidak bisa dihubungi.
Dia pun mulai mencari Anita kesana kemari, teman - teman Anita pun juga ikut membantu mencari karena bagaimanapun mereka juga ikut merasa khawatir.
Mereka menyebar, ada yang mencari di kantin, dikelas, dikantor, dan dilapangan.
Sekolah sudah terlihat sangat sepi, hanya tiga orang guru dikantor dan tukang kebun yang membersihkan lapangan. Kantin pun juga sudah tutup.
" Anita ... Anita ... Anita ... " Andy berteriak memanggil Anita sambil berkeliling.
Sayup - sayup Anita mendengar suara seseorang yang memanggil nama nya. Tapi badan nya sudah terlalu lemas untuk berdiri, suaranya juga sudah tidak bisa sekencang tadi.
Anita yang mendengar suara orang memanggil nama nya semakin kencang tahu bahwa orang itu sudah ada didekat nya.
Dengan mengerahkan sisa tenaga nya Anita bergeser dan berbalik menghadap pintu. Dengan sekuat tenaga dia mencoba menendang pintu dengan kaki nya yang lemas.
Andy berhenti memanggil saat mendengar suara pintu ditendang, meski lirih. Dia menajamkan pendengaran nya dan mendekati toilet saat yakin suara itu dari sana.
Andy masuk dalam toilet dan berhenti di depan pintu toilet yang tertutup.
" Anita ... Anita ... Apa itu kau sayang. Anita ... " Teriak Andy sambil menggedor pintu.
Dari dalam Anita mendengar suara Andy namun jangankan menyaut, menggerak kan bibir nya saja dia tidak bisa. Bahkan jari - jari nya pun juga tidak bisa digerak kan.
" Andy ... Tolong aku. " Batin Anita sebelum akhir nya kehilangan kesadaran.
Andy yang tidak mendapatkan jawaban dari orang yang berada didalam pun beralih ketoilet disebelah nya. Dengan susah payah dia memanjat tembok yang cukup tinggi. Saat sampai diatas, benar saja.. Dia melihat Anita terduduk dilantai toliet dan bersandar ditembok.
" Anita ... Anita ... Kau baik - baik saja sayang ... Ini aku Andy, kekasih mu.. " Panggil Andy.
Tidak mendapatkan jawaban dari Anita, Andy pun yakin kalau Anita pingsan.
__ADS_1
Dia kembali melompat turun di toilet sebelah Anita dan segera pergi meninggalkan toilet.
Adis, Amel dan Sinta melihat Andy berlarian menyusuri koridor. Merekapun menghampirinya.
" Gimana ndy, sudah ketemu ? " Tanya Adis.
" Seseorang menguncinya dalam toilet. Aku sempat naik tembok dan melihat nya. Anita tidak sadarkan diri. " Ucap Andy.
" Apa ! ..... " Teriak Adis, Amel dan Sinta bersamaan.
" Kalian lihat pak tejo ga ? Sepertinya hanya dia yang bawa kunci nya. " Tanya Andy.
" Tadi aku lihat sedang membersihkan lapangan, mungkin masih disana. " Jawab Sinta.
Andy pun segera berlari ke lapangan dan yang lain nya mengekor di belakang.
" Kok ga ada, apa sudah pulang ya. " Gumam Sinta.
" Itu dia ... " Teriak Amel membuat pandangan yang lain tertuju kearah telunjuk Amel.
Andy berlari kearah parkiran dan segera menghadang pak tejo yang sedang menjalankan motor butut nya.
" Eh ... eh ... eh ... awas ... minggir ... " Teriak pak tejo yang kehilangan keseimbangan karena dihadang Andy. Dia pun segera menginjak rem dan berhenti tepat dihadapan Andy.
" Ono opo tho iki, lagi enak - enak numpak motor kok di endek ki. " Gerutu pak tejo dalam bahasa jawa.
" Maaf pak, ganggu. Tapi saya bener - bener butuh bantuan bapak. " Sahut Andy.
" Ono opo tho mas Andy ? Apa yang bisa saya bantu ? " Tanya pak tejo.
" Temen kita Anita dikunci in ditoilet pak, bapak punya kuncinya ga ? huh ... huh ... " Sahut Adis sambil ter engah - engah karena mengejar Andy.
" Apa ! emang siapa yang ngunci in ? Bocah saiki kok yo do tegel temen karo kancane. " Gerutu pak Tejo.
" Kita juga ga tau pak. Cepetan pak, soal nya tadi Anita udah pingsan pak. Takut kenapa - kenapa. " Desak Andy.
" Iya ... Iya ... Ayo ikut bapak. " Ucap pak Tejo.
Pak tejo berjalan ke kantor setelah memarkirkan motor nya kembali. Andy dan yang lain nya mengekor dibelakang.
Pak tejo masuk kedalam kantor dan berhenti tepat didepan lemari besar. Pak Tejo membuka nya dan mengambil satu bendel kunci.
__ADS_1