
" Padahal tadi pagi demam mu tinggi sekali, mama sampai takut kamu kenapa - kenapa. Syukurlah kalau sekarang sudah baikan. " Ucap Merry.
" Iya dong mah, Andy kan udah dapet obat yang mujarab. Tuh ... " Sahut Andy sambil melirik kearah Anita.
" Jadi gitu ya, lain kali kalau kamu sakit lagi mama panggil Anita saja deh. Kan hemat tuh ga perlu kedokter atau rumahsakit segala. " Ujar sang mama membuat Anita tersipu malu.
Setelah mengobrol sebentar, Anita pun pamit pulang.
" Tante ... Anita pamit pulang dulu ya, sudah malam. Maaf Anita sudah merepotkan tante. " Pamit Anita.
" Sama sekali ga merepotkan kok, tante malah seneng. Sering - sering main kesini ya. " Ucap Merry.
" Iya tante, Insya Allah. " Sahut Anita.
" Sebentar sayang, aku ambil jaket dan kunci mobil dulu. " Ucap Andy.
" Ga usah ndy, aku pulang sendiri aja. Kamu kan belum sembuh betul, istirahat aja ya. " Sahut Anita.
" Kenapa ga minta Sopir saja buat nganterin Anita ndy. " Sahut Merry.
" Tidak usah tante, Anita bisa pulang naik taksi. " Ucap Anita.
" Jaman sekarang bahaya cewek pulang sendiri Anita, diantar supir saja ya. " Bujuk Merry.
Anita terlihat sedang berpikir.
" Pilih diantar sopir atau aku yang antar ? " Tanya Andy.
" Kalau begitu antar sopir saja deh. Maaf ya tante, lagi - lagi Anita ngrepotin. " Jawab Anita.
" Ga repot kok. Ya udah, hati - hati dijalan ya. " Ucap Merry.
" Iya tante, terimakasih. Anita pulang dulu, Asaalamu'alaikum. " Pamit Anita sambil menyalimi tangan Merry dan bercipika - cipiki.
" Wa'alaikum salam. " Jawab Merry.
Anita berjalan keluar diikuti Andy dibelakang nya. Andy menelpon sopir nya yang berada dipaviliun belakang untuk menyiapkan mobil dan mengantar Anita pulang. Tak lama kemudian, Sebuah mobil sedan hitam sudah berhenti tepat di depan Anita.
" Kalau sudah sampai rumah kasih kabar ya sayang. " Ucap Andy sambil mengecup kening Anita.
" Baiklah. Istirahatlah dan jangan lupa minum obat. " Sahut Anita yang diangguki Andy.
__ADS_1
" Ati - ati dijalan pak Anto, jangan ngebut. Awas ya kalau sampai cewek Andy lecet sedikit saja. " Pesan Andy pada sang sopir.
" Auww ... " Pekik Andy saat Anita memukul lengan nya.
" Siap Den ... " Sahut pak Anto.
Mobil pun melaju menuju rumah Anita.
*****
Beberapa hari ini Andy dan Anita tidak pernah bertemu. Hendra meminta Anita untuk membantunya direstoran. Mereka hanya berkirim pesan dan video call an dimalam hari sebelum tidur.
Hendra mengajari Anita cara memilih bahan makanan yang bagus, mengenalkan nya pada beberapa supplier dan mengajarkan nya tentang pembukuan. Meski masih SMA Anita cepat mengerti karena dia termasuk anak yang cerdas.
Karyawan - karyawan direstoran pun sudah mengenal Anita dan mulai akrab dengan nya.
*****
Sementara itu ... Didalam sebuah mobil sport mewah, seorang cewek cantik nan seksi berdarah Indo-Jerman bergelayut manja dilengan seorang pria yang tak lain adalah Andy.
" Honey ... I heard that there is a famous restaurant near here. Can we go there for lunch ? ( Sayang ... Kudengar ada restoran terkenal didekat sini, bisakah kita kesana untuk makan siang ? ). " Tanya gadis bernama lengkap Catherinna Adams Wilson.
" No, I won't. Bukan nya tadi kita udah makan di mall, kita pulang aja deh. I already tired. " Jawab Andy.
" Itu kan restoran nya Om Hendra. Kalau ada Anita bagaimana, dia bisa salah paham sama catherinne. " Batin Andy.
" I will take you there. But please ... Don't touch me and don't call me honey anymore okay ? ( Aku akan membawamu kesana. Tapi kumohon, jangan menyentuh ku dan memanggilku sayang lagi oke ? ) " Ucap Andy sambil menyingkirkan tangan dan kepala gadis itu dari lengan nya.
" Okay honey. Ups ... Sorry ... " Sahut Catherinne.
Tak lama kemudian mobil Andy sudah terparkir didepan restoran. Andy turun lebih dulu, sedangkan Cathy panggilan akrab catherinne mengambil bedak dan lipstik dari tas nya untuk memperbaiki riasan nya. Dia juga mengira bahwa Andy akan membukakan pintu mobil untuknya. Namun saat melihat Andy sudah berjalan jauh didepan, dia pun segera turun dan berlari mengejar Andy.
" Wait for me Andy ... " Teriak Cathy.
Andy pun menghentikan langkah nya dan menunggunya.
" Why you leave me ? ( Kenapa kau meninggalkan ku ? ) " Tanya Cathy saat berhasil menyusul Andy.
" Siapa suruh lama, lagian bedak udah tebel gitu pake ditebelin lagi. Mau main lenong ? " Jawab Andy sambil berjalan lagi.
" What is Lenong ? Apa itu lenong ? " Tanya Cathy.
__ADS_1
" You bring your dictionary right ? Find it there ! ( Kamu bawa kamus mu kan ? Cari disana ! ). " Perintah Andy sambil mencari meja kosong.
Seorang pelayan wanita langsung menghampiri saat mereka berdua sudah duduk.
" Eh ... mas Andy. Ini menu nya mas, silahkan mau pesan apa. " Ucap sang pelayan yang bernama Cindy yang juga mengetahui bahwa Andy keponakan Hendra.
" Terimakasih. " Ucap Andy sambil menyerahkan buku menu pada cathy.
Cindy mulai jenuh karena sang tamu tak kunjung memesan dan hanya membolak - balik kan buku menu saja.
" Sepertinya bule ini sengaja deh bikin aku nunggu lama. " Batin Cindy.
" Do you want to eat or not ? Don't make me wait too long or I will leave you here. ( Kamu mau makan apa tidak ? Jangan membuatku menunggu terlalu lama atau aku akan meninggalkan mu disini. ) " Ucap Andy kesal.
" Okay ... okay ... I will make an order. " Sahut Cathy dengan wajah pias karena malu Andy membentaknya didepan pelayan, sedangkan Cindy hanya tersenyum mengejek.
" Beef steak medium welldone with barbeque sauce, sphagety bollognies and orange juice. " Ucap Cathy kemudian.
Cindy pun mencatat pesanan nya.
" Saya salad buah dan jus alpukat saja. " Ucap Andy yang masih merasa kenyang karena tadi sudah makan bersama Cathy di mall.
" Silahlan ditunggu, pesanan akan segera diantarkan. " Ucap Cindy setelah mengulang pesanan sang tamu.
" Terimakasih. " Ucap Andy.
Cindy pun kembali ke dapur untuk menyerahkan pesanan pada koki.
" Do you know her ? She looks familiar to you. ( Apa kamu mengenalnya ? Dia terlihat akrab pada mu. ) " Tanya Cathy.
" Tentu saja, aku sering makan disini. Oya, bukan nya bahasa Indonesia mu sudah lancar ? Jangan sok - sok an ngomong inggris deh.This is Indonesia, not England or Germany. " Protes Andy.
" Oke, aku coba. Aku hanya belum terbiasa saja. " Ucap Cathy kemudian.
" Kamu masih sama seperti dulu ya ternyata. Galak dan cuek, but I like it. " Sambung Cathy.
" Serah deh. " Sahut Andy singkat.
" Pesanan meja nomor berapa mbk ? biar aku aja yang antar. " Ucap Anita pada Cindy.
" Biar aku aja mbak, itu kan sudah tugas ku. Nanti bos besar marah lagi. " Cegah Cindy.
__ADS_1
" Ga apa - apa kok. Kebetulan aku lagi ga ada kerjaan. Mbak Cindy bisa melayani meja lain, biar aku yang antar ini. " Ucap Anita.