Sekelumit Asa

Sekelumit Asa
Penasaran ...


__ADS_3

" Oh ya, Apa dia salah satu putri kenalan kita ? Atau mungkin salah satu putri dari pengusaha teman papamu ? " Tanya mama Andy.


" Tidak ma, bukan salah satu dari mereka. Dia hanya gadis dari keluarga biasa yang sangat sederhana. " Jawab Andy.


" Apa kau sudah menyelidiki latar belakang nya ? Jangan - jangan dia hanya wanita yang ingin mengincar harta mu saja seperti beberapa gadis yang mendekatimu dulu. " Ucap sang mama penuh kecurigaan.


Beberapa waktu lalu memang ada beberapa wanita yang mencoba menjebak Andy karena tahu Andy anak pengusaha kaya tapi sangat susah didekati.


Ada yang mengaku sakit kanker dan hidup nya tidak lama lagi dan ingin Andy menjadi kekasih nya sampai ajal menjemput nya.


Ada yang mengaku teman masa kecil Andy dan mengarang - ngarang cerita tentang kebersamaan mereka dulu. Ada yang mendekati mama Andy tiap hari datang dan bawa oleh - oleh tapi ujung - ujung nya minta dijodohin sama Andy.


Bahkan ada juga yang sengaja menabrak kan dirinya saat Andy sedang berkendara untuk sekedar lebih dekat dengan Andy.


Tapi Andy mengetahui trik murahan mereka dengan segera dan menyuruh mereka untuk menjauh jika tidak ingin mendapat kan balasan dari Andy.


" Andy tidak perlu menyelidiki latar belakang nya mah. Andy sudah tahu semua kisah hidup nya sedari kecil sampe dewasa. Andy juga sudah lama mengenal nya. Dia sama sekali tidak mengincar harta Andy seperti yang mama pikir kan. Bahkan dia juga berkali - kali menolak cinta Andy meski sudah tahu Andy dari keluarga kaya. " Ucap Andy menjelaskan.


" Apa ! Berani sekali gadis itu menolak putra mama yang tampan ini. Seperti apa sih dia, jadi tambah penasaran mama. " Sahut sang mama.


" Andy belum bisa mengatakan nya mah. Dia belum mau menjalin hubungan ke jenjang yang lebih serius. Dia ingin fokus belajar dan menyelesaikan pendidikan nya. Yang jelas dia gadis yang baik, pintar, berprinsip, mandiri dan sholeha. Dia tidak pernah memanfaatkan Andy. Bahkan dia tidak mau menerima sedikit bantuan keuangan dari Andy meski dia sangat membutuh kan nya. Mama tahu saat Andy mengajak nya berbelanja. Andy berniat membelikan nya beberapa pasang baju branded. Bukan kah itu hal wajar yang dilakukan seorang lelaki untuk kekasih nya. Jika itu gadis lain, mungkin dia akan memanfaat kan nya. Tidak hanya baju branded, mungkin dia juga akan meminta tas branded, perhiasan mahal dan sebagai nya. Tapi dia tidak seperti itu mah. Dia menolak pemberian Andy. Mama tahu dia bilang apa ? Dia bilang ... Uang 5 juta hanya dapat satu baju itu nama nya menghambur - hambur kan uang. Dengan uang segitu bisa dapat baju sekarung jika membeli dipasar maupun online shop. Dia bilang seperti itu, padahal itu uang Andy dan bukan uang nya. Bukan kah dia sangat polos. Andy sangat mencintai nya mah, bahkan dari dulu Andy menunggu nya. Dan sekarang Andy sangat bahagia karena bisa mendapat kan hati nya. " Andy menceritakan perihal Anita dengan menggebu - gebu. Wajah nya terkadang serius dan terkadang tersenyum lebar membuat sang mama yang serius mendengar kan ikut tersenyum bahagia.


" Wah ... Seperti nya dia gadis yang sangat spesial sekali ya. Mama mendukung mu sayang. Segera kenal kan dengan mama saat dia menginginkan nya. " Ucap sang mama tulus.


" Tentu saja ma. " Jawab Andy.


" Baiklah sayang, sekarang tidur lah sudah malam. " Perintah sang mama.


" Iya mah. oh ya, tolong jangan bilang papa dulu ya. please ... " Ucap Andy memohon.


" Tentu sayang. Tidurlah ... Selamat malam. " Sahut sang mama.

__ADS_1


" Terima kasih mah, selamat malam. " Balas Andy.


Andy pun segera kekamar nya dan beranjak tidur.


*** Ke esokan harinya di sekolah ***


Bel istirahat berbunyi , semua murid berhamburan keluar kelas.


" Guys ... Ke kantin yuk ... Laper nih. " Ajak Amel.


" Emang tadi ga sarapan mel ? " Tanya Adis.


" Sarapan sih. Tapi kan tadi Amel sudah berpikir keras dan itu membutuhkan banyak energi. Jadi ya, sekarang laper lagi deh. " Ucap Amel.


" Ha ha ha ... Bilang aja laper lagi mel pake muter - muter segala. " Ucap Anita.


" Lagian kamu mana pernah berpikir keras sih mel. Ulangan aja dapet nilai 3 karena males belajar. Sok - sok an berpikir keras lagi. " Protes Adis.


" Ya udah yuk ke kantin, aku juga haus banget nih pingin minum es. " Ajak Sinta menengahi.


" Ayo deh, kuy guys ... " Sahut Amel.


Mereka berempat pun berjalan menuju kantin dan memesan kemudian menyantap pesanan mereka setelah datang


"Eh lin ... Kok ada ya cewek miskin ga tau diri yang sengaja ngincer cowok tajir. Dan parah nya, itu temen kita sendiri. " Ucap Vera dengan suara keras agar Anita yang berada di meja sebelah nya mendengar nya.


" Alah ... Palingan cuman mau morotin doang. Pasti tuh ngiler pingin dibelanjain barang - barang branded. " Sahut Linda menimpali.


" Eh nit ... Tuh biang kerok kayak nya lagi nyindir kamu deh nit. " Ucap Adis.


" Apa perlu kita kasih pelajaran tuh nenek lampir nit ? " Sambung Amel.

__ADS_1


Udah biarin aja, orang kayak gitu semakin diladeni semakin seneng. Diemin aja, ntar juga capek sendiri. " Sahut Anita.


Saat bel pulang sekolah, semua berhamburan ingin pulang lebih dulu. Anita yang saat itu ingin buang air kecil pun keluar lebih dulu meninggalkan teman - teman nya.


" Eh guys ... Aku duluan ya. Buku nya bawa aja, besok balikin. bye ... " Pamit Anita sambil menyambar tas nya dan berlari keluar kelas.


Amel dan Adis terlihat sedang menyalin buku catatan Anita, sedang kan Sinta hanya menemani mereka.


" Yah ... ga sabaran banget ingin segera ketemu kekasih. " Ucap Amel.


" Makanya, buruan cari cowok biar ada yang nungguin. " Sahut Sinta.


" Eh mel, bukan nya kamu tiap hari ada yang nungguin dengan setia ya mel. " Timpal Adis


" Siapa dis ? " Tanya Amel penasaran.


" Abang tukang bakso yang mangkal deket taman itu. Tiap hari dia nungguin dan nyariin kamu terus lho mel. " Ucap Adis dengan serius.


" Yah ... Itu mah cuman karena pingin nagih utang doang dis. " Ucap Amel kecewa.


Adis dan Sinta pun tertawa berjama'ah.


Andy yang sedari tadi menunggu Anita diparkiran masih belum juga menjumpai kekasih nya itu.


Andy pun menghampiri teman - teman Anita saat melihat mereka berjalan menuju gerbang sekolah.


" Kok kalian cuma bertiga. Anita mana ? " Tanya Andy khawatir.


" Tadi sih dia pergi duluan, kirain dah pulang bareng kamu ndy. " Jawab Adis.


" Emang biasa nya kami bertemu diparkiran, tapi udah 15 menit aku nunggu Anita belum keluar juga. " Ucap Andy.

__ADS_1


__ADS_2