
" Sayang ... Ada apa ? Kenapa lama sekali ? " Teriak Andy dari dalam kamar mandi.
" Iya ... Aku datang ... " Sahut Anita.
Anita pun menghela nafas panjang dan membuang nya kasar, mencoba menenangkan hatinya yang sedari tadi tak karuan kemudian segera masuk ke kamar mandi setelah merasa agak tenang.
*** Beberapa detik kemudian ***
AAAAAAaaaaaaaaaa ......... ( Anita menjerit sambil menutupi wajahnya dengan baju Andy yang dia bawa tadi. )
Sedangkan Andy dengan segera menarik tongkat infusnya dan berjalan mendekati Anita.
" Sayang ... Tenanglah ... Kenapa berteriak ? Orang - orang akan berdatangan karena mengira telah terjadi sesuatu padamu. " Ucap Andy menenangkan Anita.
" Kenapa ... Kenapa kau mesum sekali. Tidak seharusnya kau telanjang bulat seperti itu didepan seorang gadis. " Ucap Anita masih dengan wajah tertutup baju. Ternyata saat Anita diluar tadi, Andy melepas sendiri celana panjangnya dan hanya menyisakan boxer kecil yang menutupi area vital nya.
" Jadi kau berteriak karena itu ? " Tanya Andy sambil tersenyum dan mencoba membuka baju yang menutupi wajah Anita, namun Anita dengan segera menariknya lagi dan menutupi wajahnya kembali.
" Jangan diambil ! Aku bisa sawanan kalau melihatmu seperti itu. " Cegah Anita.
" Ha ha ha ha ... Menggemaskan sekali sih ( Sambil mengacak - acak rambut Anita ). Memangnya anak kecil apa sawanan. Lagipula mana ada sawanan saat melihat lawan jenis telanjang. Ada juga nafsu, bukan sawanan. " Sahut Andy geli.
" Terserah deh, pokoknya pakai lagi celanamu. " Perintah Anita.
" Aku kan mau mandi sayang, kalau masih pakai celana panjang mana bisa bersih. Mending sekarang kamu coba hilangin semua pikiran kotormu dan anggap aja kamu lagi mandiin anak kecil. " Ucap Andy memberi solusi.
" Siapa bilang pikiranku kotor, lagipula mana mungkin aku menganggapmu anak kecil sementara badanmu gede kayak gitu. " Bantah Anita yang merasa solusi Andy tidak bisa dilakukan nya.
Setelah melalui perdebatan yang cukup alot hingga membuat Andy yang sedari tadi sudah telanjang menggigil kedinginan, akhirnya merekapun menemukan solusinya.
Andy berdiri membelakangi Anita agar Anita bisa memandikan bagian punggung dan tangan Andy. Dengan pelan dan telaten Anita mengguyur, menggosok dan menyabuni punggung dan tangan Andy agar tidak membasahi lukanya.
Kemudian Anita berdiri dipojokan membelakangi Andy agar Andy bisa membersihkan sendiri bagian perut kebawahnya. Setelah itu dengan susah payah Andy berganti celana bersih seorang diri. Dan Anita pun lanjut membersihkan wajah dan dada Andy dengan washlap dan air sabun.
Setelah selesai, Anita menyemprotkan parfum ketubuh Andy, memakaikan nya kaos dan menyisir rambut Andy.
" Kenapa dalam keadaan apapun, dia masih saja terlihat ganteng ya. Bikin iri saja. " Batin Anita sambil memperhatikan Andy.
" Kenapa bengong ? Lagi asyik menikmati kegantenganku ya ? " Tanya Andy.
__ADS_1
" Iya ... Eh enggak ... Ge - er banget sih. Sudah selesai kan, ayo keluar. " Ajak Anita mengalihkan pembicaraan.
Anita merasa sangat lega saat keluar dari kamar mandi karena berhasil menyelesaikan misi yang dirasanya sangat berat, terutama bagi kesehatan jantung dan otaknya.
***
Adzan maghrib berkumandang, Anitapun segera sholat setelah sebelumnya mandi dan berganti baju bersih. Sesaat setelahnya, Dokter datang bersama dua orang perawat untuk memeriksa kondisi Andy.
" Kondisi mas Andy semakin membaik, tinggal pemulihan luka luar nya saja. Kalau bisa dipertahankan seperti ini, mungkin dua hari lagi juga sudah bisa pulang. " Ucap Dokter
" Terima kasih Dok. " Ucap Andy dan Anita bersamaan.
Dokter pun keluar setelah berpamitan, sedangkan perawat masih tinggal untuk mengganti perban Andy dengan yang baru.
Setelah perawat keluar, petugas pramusaji pun datang untuk mengantar makan malam.
Anita membuka kemasan nya, dan menyiapkan nya untuk Andy.
" Makan dulu sayang ! " Ucap Anita sambil menaruh makan dan minum nya didepan Andy.
" Suapin dong ! " Pinta Andy.
" Biasanya kan aku yang manjain kamu. Karena sekarang aku lagi sakit, kesempatanku dong buat gantian manja sama kamu. " Sahut Andy sambil mengerjap - ngerjapkan matanya genit.
" Huuuh ... Dasar ... " Gerutu Anita.
Anita pun menyuapi bayi besar nya itu dengan sabar.
" Ndy ... Aku ke mini market sebentar ya, ada yang harus ku beli. " Ucap Anita.
" Baiklah, sekalian beli makan ya. " Sahut Andy.
" Bukan nya tadi kamu udah makan, udah lapar lagi ya. Atau kamu sedang ingin makan sesuatu ? biar sekalian aku beli. " Sambung Anita.
" Aku udah kenyang sayang, maksudku kamu yang beli makan. Bukan nya kamu belum makan malam, pasti laper kan ? Tapi kalo ada cemilan yang ringan aku juga mau. " Jawab Andy.
" Ya sudah, nanti sekalian aku beli. " Ucap Anita.
" Pakai ini sayang. " Sahut Andy sambil menyodorkan kartu kredit nya.
__ADS_1
" Memang nya kamu pikir aku mau belanja ke mall, cuma ke mini market dan warung nasi depan aja kok. Lagian aku juga masih punya uang cash. Ya udah, aku keluar dulu ya. " Tolak Anita yang kemudian keluar dari ruangan Andy.
Andy tersenyum dan memasuk kan kembali kartunya dalam dompet nya di laci.
***
Letak mini market tidak begitu jauh, hanya sekitar 100 meter dari pintu utama rumah sakit.
Setelah mengambil barang - barang yang dibutuhkan nya, air mineral dan beberapa snack, Anita lalu membayarnya dikasir.
Saat keluar dari pintu minimarket, handphone Anita berbunyi. Anita pun duduk dikursi dan menaruh belanjaan nya di meja, lalu diambil nya handphone dari dalam tas nya.
" Om Hendra bilang kalo Andy udah sadar. Kamu pasti seneng banget. Selamat ya ... " Tulis seseorang dalam pesan nya.
" Siapa ya ? " Pikir Anita.
Anita pun melihat foto profil pengirim nya, tapi dia tidak mendapatkan info apa - apa karena foto profilnya hanya seekor kucing dengan kacamata hitam yang sedang menaiki motor sport.
" Apaan sih, masak kucing yang whatsapp. " Gerutu Anita.
" Ini siapa ? Kucing garong ya ? " Balas Anita dalam pesan nya.
Sedang si penerima pesan yang berada jauh disana senyum - senyum sendiri saat membacanya.
" Emmh ... Bisa jadi, tapi enggak deh. Ntar kamu lari dari aku lagi, kamu kan takut kucing. " Balas sang pengirim.
" Kok kamu tahu kalo aku takut kucing. Ini siapa sih ? " Balas Anita lagi.
" Tebak dong ! " Balas nya lagi.
" Apaan sih, ditanya siapa malah suruh nebak. Sorry, ga ada waktu. Lagian juga ga ada hadiah nya. " Balas Anita.
Kruueek ... kruukk ... Perut Anita berbunyi.
" Aduh ... Laper banget. Cari makan dulu deh, ribet ngurusin kucing garong. " Gerutu Anita.
Anita pun memasuk kan handphone nya kembali kedalam tas dan menuju warung makan yang berada tepat didepan rumah sakit.
Anita sengaja memesan dua porsi nasi ayam bakar lengkap dengan sambal dan lalapan nya kalau - kalau nanti Andy merasa lapar lagi karena makanan di rumah sakit porsinya sedikit.
__ADS_1
Anita juga sengaja meminta dibungkus karena takut terlalu lama hingga Andy tidak ada yang membantu jika butuh sesuatu karena sendirian.