Sekelumit Asa

Sekelumit Asa
CLBK .....


__ADS_3

Disudut ruang tamu, dua orang itu masih membisu. Tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut mereka. Kedua nya begitu larut dengan pikiran masing - masing yang jauh menerawang ke masa lalu.


" Bagaimana kabar Hendra ? Apa dia sedang bekerja sekarang ? " Tanya Ferdy memecah kesunyian membuat Rahmi tersentak dari lamunan nya.


" Aku tidak tahu, kami sudah berpisah 9 tahun yang lalu. " Jawab Rahmi.


Deeggg ....


Ferdy terkejut dengan jawaban Rahmi. Sepeninggal istri nya, Ferdy pernah berniat untuk mencari Rahmi.


Bagaimana pun, Rahmi adalah cinta pertama nya yang bahkan sampai sekarang pun masih belum bisa dia lupakan. Tapi niat itu dia urungkan karena berpikir Rahmi sudah bahagia bersama Hendra. Ada rasa penyesalan dalam diri Ferdy, kenapa dulu dia tidak mencari Rahmi. Mungkin dia akan punya kesempatan untuk memperbaiki hubungan nya dengan Rahmi. Dan mungkin saat ini mereka sudah bersama kembali.


" Benarkah ? Apa yang terjadi dengan kalian, apa dia menyakiti mu ? Apa dia menghianati mu ? Atau dia menyengsarakan mu ? " Ferdy merasa geram dan memberondong Rahmi dengan pertanyaan.


Ferdy menyerah karena berpikir Hendra bisa membahagia kan Rahmi. Tapi kenyataan bahwa mereka berpisah membuat Ferdy merasa bahwa pikiran nya selama ini salah.


" Maaf ... Aku tidak bisa menjawab pertanyaan mu. Yang terjadi pada kami sama sekali bukan urusan mu. " Jawab Rahmi sedikit ketus.


" Apa kau masih marah padaku ? Apa kau masih belum bisa memaaf kan ku meski aku sudah meminta maaf padamu ? Kumohon Rahmi, maaf kan aku. Aku benar - benar tidak berdaya waktu itu. Ayah ku mengancam ku hingga membuat ku menuruti kemauan nya. " Ucap Ferdy sambil merengkuh tangan Rahmi dan menggenggam nya dengan kedua tangan nya.


" Itu sama sekali bukan alasan yang bisa kuterima. Kau takut saat ayahmu mengancam tidak akan memberikanmu warisan sepeser pun jika tidak menuruti keinginan nya, dan kau langsung menuruti nya begitu saja. Kau sama sekali tidak memperjuangkan hubungan kita yang sudah terjalin bertahun - tahun. Kau mengingkari janji - janji manis yang sering kau ucapkan padaku. Kau membuang ku begitu saja saat kehadiran ku membuat mu terancam. Kau lebih memilih harta dari pada aku, yang berarti aku sama sekali tidak berarti bagimu. Itu sudah cukup membuat ku mengerti seperti apa dirimu. " Ucap Rahmi menarik tangan nya dari genggaman Ferdy dan mengeluar kan uneg - uneg dalam hati nya yang dulu sempat dipendam nya.

__ADS_1


" Itu semata - mata bukan hanya karena uang Rahmi. Hanya orang tua ku yang kumiliki, aku tidak mau jika .....


" Sudah lah Ferdy ... Jangan dibahas lagi. Itu semua hanya masa lalu. Aku pun sama sekali tidak menyesali nya. "


" Tapi ... Tapi ... Aku ... Aku masih sangat mencintaimu Rahmi. Aku bahkan belum bisa melupakan mu meski sudah 18 tahun berlalu. Sepeninggal istriku, aku ingin sekali mencarimu, memohon ampun padamu dan ingin memintamu kembali padaku. Tapi aku mengurung kan niatku karena kupikir kau sudah bahagia bersama Hendra dan aku tidak ingin merenggut kebahagiaan mu. Tapi ternyata ....


" Ferdy ... Kumohon ... Jangan membahas nya lagi. Itu hanya masa lalu. Kau sudah memiliki kehidupan sendiri, begitu pun dengan ku. Lagi pula aku sudah memaafkan mu dari dulu, tapi jangan pernah berharap kalau hubungan kita akan kembali seperti dulu. " Sahut Rahmi.


" Tapi kenapa Rahmi ? Bukan kah sekarang kita sama - sama sendiri. Aku bahkan menyesal kenapa tidak sejak dulu mencarimu. " Ucap Ferdy.


" Hentikan Tuan Ferdy ... Apa kau tidak merasa malu mengatakan hal seperti itu diusia kita yang sekarang. Rambut kita sudah beruban dan wajah kita juga sudah keriput. Itu berarti bahwa kita berdua sudah sama - sama tua. Tapi kau berbicara seperti anak muda saja. Kalau ada orang lain yang mendengar perkataan mu, mereka pasti akan menertawakan mu. " Sahut Rahmi.


" Ha ha ha ha ha .... " Rahmi yang semula marah tiba - tiba tertawa melihat tingkah Ferdy yang seperti anak kecil.


Ferdy ikut tersenyum melihat tawa Rahmi yang sudah lama sangat dirindukan nya.


" Kau membuat ku geli saja. Kau memang tidak berubah sama sekali, dari dulu suka merayu dan membual. Sudah lah Ferdy, aku sama sekali tidak tertarik dengan ucapan mu. Aku sangat bahagia bersama putriku. Aku sudah berusaha menjadi ibu sekaligus ayah yang baik untuk putriku selama ini. Dan aku sangat menikmati peranku. Aku sama sekali tidak tertarik untuk menjalin hubungan lagi. Kalau aku mau, sudah sejak dulu aku menikah lagi. Tapi aku tidak melakukan nya, aku hanya ingin bahagia bersama putriku. " Ucap Rahmi.


" Tapi Rahmi .....


" Sudah lah ... Kumohon ... Sekarang katakan padaku apa tujuan mu yang sebenar nya datang kemari ? " Tanya Rahmi.

__ADS_1


Ferdy pun mengingat kembali tujuan awal nya datang ke rumah Rahmi.


" Begini ... Putriku Vera dan putrimu Anita adalah teman satu angkatan di sekolah, tapi dengan kelas berbeda. " Ucap Ferdy sedikit ragu.


" Lalu ..... " Sambung Rahmi.


" Sebenar nya ... Vera adalah orang yang sudah mengunci Anita di kamar mandi. Dan aku kesini untuk meminta maaf atas perbuatan putriku itu. " Ucap Ferdy.


Rahmi terlihat kaget dengan apa yang di dengar nya.


" Kenapa bukan putri mu sendiri yang datang kemari dan meminta maaf jika dia memang menyesal. " Sahut Rahmi.


Ferdy bingung harus berkata apa. Dia sudah berusaha membujuk Vera agar mau meminta maaf, tapi Vera bersikeras tidak mau. Bahkan saat Ferdy mengancam akan menghukum nya pun dia tetap tidak bergeming.


" Vera memang bersalah, tapi aku juga ikut bertanggung jawab atas semua itu. Istriku meninggal karena kecelakaan saat Vera berusia 8 tahun, dia sangat kehilangan sosok seorang ibu. " Terang Ferdy.


" Itu bukan lah alasan yang dibenar kan. Aku bercerai dengan suamiku saat Anita berusia 8 tahun, itu juga membuat dia kehilangan sosok seorang ayah. " Sanggah Rahmi.


" Itulah mengapa aku bilang bahwa ini juga salahku. Kau membesar kan putrimu dengan baik. Kau mencurahi nya dengan kasih sayang. Kau bisa berperan sebagai seorang ibu sekaligus ayah dengan sangat baik, tapi tidak dengan ku.


Aku terlalu sibuk bekerja hingga kurang memperhatikan nya. Aku jarang ada saat dia membutuh kan ku. Aku hanya berpikir dengan memberi nya kemewahan dan memenuhi segala keinginan nya, itu sudah cukup membuat nya bahagia. Tapi aku salah, dia jadi keras kepala, ambisius dan selalu berbuat seenak nya karena aku terlalu memanjakan nya. " Ucap Ferdy penuh penyesalan.

__ADS_1


__ADS_2