Sekelumit Asa

Sekelumit Asa
Makan malam ...


__ADS_3

Anita yang semula berniat membangunkan Andy mengurungkan niat nya sejenak. Diusap - usap nya kening Andy dengan lembut sambil memperhatikan wajahnya dengan lekat. Rambut hitam nya, alis lebat nya, hidung mancung nya, bibir nya yang ...


" Ahh ... Cakep banget sih, gemesh ... " Batin Anita sambil menusuk - nusuk pipi Andy dengan telunjuk nya.


Jari Anita beralih ke bibir Andy, diusap nya pelan bibir yang menggoda itu sambil membayangkan saat Andy mencium nya dulu.


" Aaahhh ..... Sakit tahu. " Teriak Anita saat Andy tiba - tiba menggigit telunjuk nya.


" Apa kau sedang mengagumi ciptaan tuhan yang sangat tampan ini ? " Ucap Andy.


" Ge er banget sih jadi orang. " Cebik Anita.


" Bukan Ge-er sayang, itu kenyataan. " Sahut Andy.


" Sejak kapan kau bangun ? " Tanya Anita.


" Sejak kau mengusap - usap kepalaku, sejak kau mengagumi ketampananku dan sejak jari - jari mu bermain - main di wajahku. " Jawab Andy.


" Lalu kenapa kau masih terpejam dan pura - pura tidur ? Kau mau mengerjaiku lagi. " Cebik Anita kesal.


" Siapa yang mengerjaimu. Aku hanya ingin membiarkan mu menikmati ketampanan ku lebih lama lagi. " Sahut Andy.


" Sudah - sudah, aku tidak mau berdebat dengan mu lagi. Apa kau bisa bangun sekarang, kaki ku pegal dan kesemutan. " Ucap Anita.


" Oh maaf sayang, saking keenakan jadi tidak memikirkan mu. " Sahut Andy seraya bangkit dan duduk disamping Anita.


" Apa sakit sekali. Aku pijitin ya. " Imbuh Andy lagi sambil memijit kaki Anita.


" Tidak, tidak usah. Sudah tidak apa - apa. " Ucap Anita sambil menahan tangan Andy.


" Benarkah ? Apa kau bisa jalan ? Mau kugendong ? " Tanya Andy.


" Kau berlebihan. Kaki ku kan tidak terluka, hanya pegal saja. " Sahut Anita.


" Aku hanya khawatir sayang. Oya, kau tidak sedang berhalangan kan ? " Tanya Andy.


" Berhalangan ? " Anita sedikit bingung dengan maksud pertanyaan Andy.


" Itu ... Maksudku tamu bulanan. " Lanjut Andy.


" Ooh ... Tidak, aku tidak sedang berhalangan. " Sahut Anita.


" Ya sudah kalau begitu, aku pinjam kan mukena mama dulu ya. Kita sholat disini aja. " Ucap Andy.

__ADS_1


" Heemm ... Baiklah. " Sahut Anita.


Andy pun keluar kamar menemui mama nya, sedangkan Anita membersihkan dirinya dikamar mandi Andy.


" Mah ... " Sapa Andy saat berpapasan dengan sang mama saat akan nenuruni tangga.


" Sudah bangun ? Mama baru saja akan membangunkan kalian. " Ucap sang mama.


" Sudah mah, saat adzan maghrib tadi. Oya, pinjam mukena nya dong mah buat Anita. " Pinta Andy.


" Sebentar, mama ambilkan dikamar mama. " Ucap Merry sambil berbalik turun menuju kamar nya dengan Andy mengekor dibelakang nya.


" Kalian mau sholat dikamar aja ? " Tanya Merry.


" Iya mah. " Jawab Andy singkat.


" Nih ... mukena nya. Kalau sudah selesai langsung turun ya, kita makan malam bersama. " Perintah sang mama.


" Siap mah. " Ucap Andy sambil memberi hormat.


Merry hanya tersenyum, Andy pun kemudian kembali ke kamar nya.


Andy dan Anita sholat berjama'ah didalam kamar Andy. Beralaskan karpet bulu yang sangat lembut, dengan Andy sebagai imam nya.


Setelah salam Andy memimpin do'a dan Anita ikut mengamini. Anita menyalimi tangan Andy dan mencium punggung tangan nya, Andy membalas dengan mengecup kening Anita.


" Siapa juga yang mikir jorok. Aku hanya merasa senang karena aku merasa kita sudah seperti pasangan suami istri sungguhan, tidur bareng, sholat berjama'ah bareng, ntar lagi juga makan bareng. Kalo ntar kita nikah, mungkin gini kali ya rasanya. " Ucap Andy.


" Iya kali. " Sahut Anita sambil melipat mukena nya.


" Sayang ... Habis ini aku langsung pamit pulang ya, udah malem juga soal nya. " Ucap Anita.


" Tadi mama nyuruh kita turun buat makan malem bareng habis sholat. Kita makan malam dulu ya, kasihan kan mama udah capek - capek nyiapin. " Pinta Andy.


Anita mengangguk dan mereka berdua pun turun untuk makan malam.


Makanan sudah tertata rapi di meja makan. Beberapa menu makanan yang menggiurkan menggugah selera Anita yang memang sudah lapar.


" Kalian sudah turun, Ayo duduk sini kita makan sama - sama. " Ucap Merry.


" Maaf ya tante, Anita jadi ngrepotin tante. " Ucap Anita sambil menggeser kursi dan menduduki nya.


" Tidak masalah. Justru tante senang bisa berkumpul makan bersama seperti ini, soal nya Andy jarang banget makan bareng sama tante. Sedangkan papa nya sibuk bekerja dan pulang malem - malem. Jadi deh tante makan sendirian terus. " Sahut Merry.

__ADS_1


" Begitu ya. Silahkan tante. " Ucap Anita sambil menyodorkan sepring nasi.


" Makasih ya, kok jadi kamu yang ngambilin tante. " Sahut Merry sambil menerima piring Anita.


" Ga apa - apa tante, sudah biasa. " Ucap Anita sambil meletakkan sepiring nasi didepan Andy lalu baru mengambil untuk nya sendiri.


" Mau lauk apa ndy ? " Tanya Anita sambil mengambil piring Andy kembali saat melihat kekasih nya itu hanya memperhatikan nya sambil tersenyum dan sama sekali tidak menyentuh piringnya.


" Aahh ... Itu aja sayang ayam kecap, capjay, sambal tomat, telur dadar sama kerupuk ya. " Ucap Andy sambil menunjuk kearah makanan yang diinginkan nya.


" Ngelunjak kamu ya ndy. Belum apa - apa udah minta dilayanin aja. " Ucap Merry.


" Udah biasa kok mah, kalo makan dirumah Anita juga Anita yang ngambilin. " Sahut Andy.


" Pasti kunyuk satu ini slalu ngrepotin kamu terus ya Anita ? " Tanya Merry.


" Ga kok tante, justru Anita yang sering ngrepotin Andy. " Jawab Anita. Merry pun hanya tersenyum.


Selesai makan Anita langsung membereskan piring kotor.


" Biarin aja Anita, biar nanti Bi Tutik yang beresin ! " Ucap Merry.


" Ga apa - apa tante, sekalian Anita mau cuci tangan. " Sahut Anita sambil membawa piring kotor ke wastafel.


" Biar Bibi saja non. " Ucap Bi Tutik saat melihat Anita mencuci piring.


" Ga apa - apa Bi, cuma sedikit ini. Kalau tidak keberatan, Bibi beresin meja makan aja." Sahut Anita.


" Baik non. " Ucap Bi Tutik yang kemudian membereskan sisa makanan di meja.


" Aku temenin ya sayang. " Ucap Andy yang tiba - tiba memeluk Anita dari belakang hingga membuat Anita terkejut.


" Bikin kaget aja, untung piring nya ga jatuh. " Ucap Anita.


Sambil tetap memeluk, Andy memainkankan rambut Anita dan meniup - niup leher dan telinga nya. Rutinitas yang disukai Andy saat sedang bersama Anita.


" Geli ndy. Udah kamu kesana aja. Malu tuh dilihatin Bi Tutik. " Ucap Anita yang tahu jika Bi Tutik memperhatikan mereka sambil senyum - senyum sendiri.


Bi Tutik yang mendengar namanya disebut pun berpura - pura membersihkan meja makan dengan kain lap yang dipegang nya.


Selesai mencuci piring, Anita dan Andy bergabung bersama Merry di ruang tengah sambil menonton TV.


" TV nya gede banget, berasa lagi di bioskop. " Batin Anita.

__ADS_1


" Sepertinya kamu udah sembuh ndy. " Ucap Merry saat melihat Andy yang lebih segar dan ceria.


" Udah mendingan mah. " Sahut Andy.


__ADS_2