
" Baiklah ..... Tunggulah disini. " Perintah Andy sambil berlalu pergi.
Anita pun duduk disebuah bangku kosong sambil menunggu Andy.
Tak berapa lama kemudian Andy datang membawa 2 tiket bioskop, 2 minuman soda dan 1 cup popcorn ukuran besar.
" Ayo sayang masuk ... " Ajak Andy.
Merekapun masuk ke gedung bioskop kemudian mencari letak tempat duduk mereka dan segera menduduk kan diri mereka setelah menemukan nya.
Film pun diputar, ternyata Andy memilih film luar negri dengan genre drama romantis.
Mereka terlihat menyimak film dengan serius sambil sesekali memakan pop corn mereka.
Anita merasa malu saat ditengah film ternyata ada adegan berciuman.
Terlihat pemain pria mencium pemain wanita dengan penuh hasrat. Tidak hanya dibibir, bahkan sampai dileher, tengkuk dan bahu si wanita.
Pemain wanita nya pun terlihat sangat menikmati.
Anita pun tidak sanggup melihat nya lagi sehingga dia memalingkan wajahnya ke arah samping.
Seketika mata nya pun bertatapan dengan mata Andy.
Mereka saling menatap lekat dan mengunci manik masing - masing.
Adegan tadi secara tidak langsung juga membangkit kan gairah Andy.
Ada sesuatu yang bangkit dibalik celana nya, membuat celana nya terasa sesak seketika.
Andy meraih tangan Anita dan menggenggam nya dengan kuat. Jantung Anita tiba - tiba berdegup lebih kencang saat mendapat kan tatapan Andy yang seperti itu.
Dia pun kemudian menunduk sambil meminum minuman nya. Mencoba menyembunyikan kegugupan nya dan wajah nya yang kini menjadi semerah tomat.
Andy pun kembali menatap layar bioskop. Dia berusaha sekuat tenaga untuk meredam hasrat nya yang bergejolak.
" Sabar Andy ..... Belum saat nya. " Batin Andy.
Selama 5 bulan menjalin kasih. Andy memang sama sekali belum pernah mencium bibir Anita. Dia hanya mencium kening, tangan, pipi dan pucuk kepala Anita saja.
Beberapa lama kemudian film pun selesai dan mereka berdua keluar dari gedung bioskop.
__ADS_1
Secara tidak sengaja, mata Anita menangkap seseorang yang sangat dikenal nya sedang menggandeng seorang anak laki - laki diantara kerumunan orang didalam mall yang sangat padat itu.
Anita pun meninggal kan Andy dan memutus kan untuk mengejar nya.
" Anita ..... " Panggil Andy, namun Anita mengabaikan nya.
Sosok itu terlihat sedang menuju lantai bawah dengan menggunakan eskalator.
Saat Anita ingin mengejar nya lagi, langkah nya terhalang oleh beberapa orang yang berada didepan nya. Dan saat dia sudah berada dibawah, pandangan nya terlihat kesana kemari mencari sosok yang tadi dikejar nya. Namun ternyata nihil, sosok yang dicari nya sudah menghilang entah kemana.
Anita pun menduduk kan dirinya disebuah bangku panjang yang kosong, dia merasa lelah dan berkeringat.
" Sayang ..... " Panggil Andy yang sudah berada dihadapannya.
Anita mendongak kan kepala nya menatap Andy, kemudian menunduk lagi.
Andy pun ikut duduk disamping Anita.
" Kau kenapa sayang ? Darimana saja kau tadi ? Aku kesulitan mencarimu. " Tanya Andy khawatir.
" Tadi aku melihat ayahku, dia berjalan sambil menggandeng seorang anak laki - laki. Aku berlari mengejar nya, tapi aku kehilangan dia. " Jawab Anita dengan mata berkaca - kaca.
" Apa kau yakin itu ayahmu sayang ? " Tanya Andy lagi.
" Sudah lah sayang ... Jangan bersedih. Kalau itu memang ayahmu, berarti beliau tinggal tidak jauh dari sini. Kita bisa mencarinya lagi lain kali. " Hibur Andy sambil mengusap punggung Anita.
" Kau benar ... Aku bahkan tidak tau kenapa tadi aku mengejar nya. Memang nya apa nanti yang akan ku katakan padanya kalau kami bertemu. Dia bahkan tidak pernah menemui kami selama ini. Dia pasti sudah bahagia dengan keluarga barunya dan melupakan kami. Lalu ... Untuk apa lagi aku mencarinya. " Ucap Anita mengungkapkan kekecewaan nya.
Andy ingin memeluk Anita, tapi dia mengurungkan niat nya karena sedang berada ditempat umum.
" Sudah lah ... Ayo kita pergi. " Imbuh Anita lagi.
" Baiklah sayang ... Ayo ... " Ucap Andy sambil mengulurkan tangannya.
Anita pun menerima uluran tangan Andy dan mereka kemudian berjalan keluar menuju parkiran mall.
Saat sudah diluar, ternyata hari sudah hampir gelap.
Di dalam mobil Anita terlihat sedang memeluk boneka yang tadi dibeli nya.
Sedari tadi dia hanya diam saja, pandangan nya juga kosong. Sepertinya dia sedang melamunkan sesuatu.
__ADS_1
" Kau baik - baik saja sayang, dari tadi kau melamun. " Tanya Andy sambil memegang pundak Anita.
" Ah ... Iya ... Aku baik - baik saja, jangan khawatir. " Jawab Anita tersentak kaget.
" Oh iya sayang, sudah hampir maghrib. Bagaimana kalau kita cari masjid dulu untuk sholat maghrib, setelah itu kita cari tempat makan. " Usul Andy.
" Ya ... Tentu saja aku setuju. " Jawab Anita
Mereka pun berhenti disebuah masjid yang terletak dipinggir jalan raya, dan karena sudah memasuki waktu sholat mereka pun kemudian sholat berjama'ah.
" Kita mau makan dimana sayang ... Apa kau punya usul ? " Tanya Andy saat mereka sudah berada di mobil lagi.
" Aku sama sekali tidak tahu tempat makan didaerah sini ndy, jadi terserah kamu aja. " Sahut Anita.
" Baiklah ... " Ucap Andy kemudian.
Tak berapa lama kemudian, mereka melewati sebuah restoran yang cukup mewah. Andy pun memberhentikan mobil di depan nya.
" Ayo masuk sayang ... " Ajak Andy kemudian.
Anitapun masuk mengikuti langkah Andy.
Selain besar, penataan restoran itu juga cukup apik. Dibagian depan ada sebuah taman kecil dengan lampu ber warna - warni. Dibagian samping kiri ada beberapa pohon besar nan rindang yang memberi kesan sejuk dan adem.
Sedangkan dibagian samping kanan terdapat kolam ikan yang cukup besar dengan beberapa air mancur berukuran kecil hingga terdengar bunyi gemericik air.
Sedang kan di kedua sisi kolam terdapat dua buah bangku panjang.
Anita dan Andy memilih tempat duduk yang dekat dengan kolam yang kebetulan tidak begitu penuh.
Seorang pelayan wanita menghampiri mereka, kemudian menyodorkan buku menu.
" Silahkan tuan ... Nona ... Mau pesan apa ? " Tanya sang pelayan.
Anita membolak balik kan buku menu, dia bingung mau pesan apa. Semua gambar makanan yang ada dibuku menu itu terlihat sangat menggiurkan bagi Anita.
" Kau bingung sayang ? Kau bisa memesan semua yang ada dimenu kalau kau mau. " Ucap Andy saat mengetahui kebingungan Anita.
" Kau mengejek ku ? Kau pikir perutku terbuat dari karet hingga semua makanan bisa masuk kedalam nya. " Cebik Anita kesal sambil mengerucutkan bibir nya, membuat Andy tertawa gemas.
Sang pelayan yang mendengar nya pun ikut tersenyum.
__ADS_1
" Tidak sayang ... Mana mungkin aku mengejek mu. Aku hanya sekedar menawarkan saja. " Sahut Andy.
Anitapun kemudian melihat buku menu lagi dan segera memesan karena merasa tidak enak sang pelayan sudah menunggu lama.